Jumat, 10 Januari 2020

Mitos Petilasan Raja Brawijaya di Jalur Baru Gunung Lawu

Menjelang bulan Agustus peringatan HUT RI banyak traveler yang pendakian ke puncak gunung. Salah satu gunung yang menjadi tujuan para pendaki yakni Gunung Lawu.

Dari wilayah Magetan, selain melalui Cemoro Sewu, untuk menuju puncak Gunung lawu yang berada antara kabupaten Magetan dan Karanganyar dan Ngawi, memiliki jalur pendakian baru yakni jalur via Singolangu. Jalur Singolangu ini diyakini sebagai jalur klasik atau kuno, petilasan raja Brawijaya.

"Jalur klasik Singolangu ini konon petilasan raja Brawijaya. Jadi merupakan jalur klasik atau kuno yang baru di buka kembali," ujarnya.

Nedi menuturkan, jalur Singolangu menyuguhkan pemandangan yang lebih indah. Karena pendaki bisa langsung melihat keindahan Telaga Sarangan dan hamparan Kota Magetan dari sisi timur.

Pendaki juga bisa melihat beberapa petilasan sepert batu lapak yang dipercaya sebaga petilasan Raja Brawijaya, serta ada beberapa peninggalan Belanda yang berkaitan dengan jalur pendakian di Singolangu.

"Pendaki bisa melihat pemandangan indahnya telaga sarangan dan hamparan kota Magetan. Beberapa petilasan raja Brawijaya serta peninggalan Belanda juga ada. Dari pos satu kita disuguhi camping ground dengan hutan yang masih alami. Setelah itu di pos dua ada batu lapak. Kita juga akan disuguhi sunrise yang indah," paparnya.

Data yang dihimpun detikcom, Rabu (24/7/2019) jalur via Singolangu ini merupakan terbaru dari lima jalur menuju puncak gunung Lawu yang memiliki ketinggian 3170 mdpl. Untuk jalur lama di wilayah Magetan yakni via Cemoro Sewu perbatasan dengan jalur Cemoro Kandang di wilayah Karanganyar Jawa Tengah. Di Karanganyar juga ada jalur via Candi Cetho dan terakhir melalui jalur Jogorogo, Ngawi.

Selama ini, jalur Singolangu dikelola dengan anggaran bersumber dari swadaya pemuda Dusun Singolangu. Harapannya jalur tersebut mampu menumbuhkan perekonomian dan mengurangi pengangguran dengan potensi wisata baru di sepanjang jalur.

Archipelago Resmikan Hotel Baru Nan Nyaman di Medan

Archipelago International meresmikan hotel midscale terbaru mereka di Medan. Hotel kelas menengah ini siap melayani traveler yang liburan ke Medan.

Harper Wahid Hasyim adalah hotel terbaru di bawah pengelolaan manajemen Archipelago Internasional di Medan, Sumatera Utara. Hotel ini merupakan properti ke-146 yang dimiliki oleh jaringan hotel tersebut di berbagai lokasi.

Acara peresmian hotel ini berlangsung dengan khidmat pada Senin (22/7). Acara tersebut dihadiri oleh Asisten Umum Setda Kota Medan Renward Parapat mewakili Wali Kota Medan Dzulmi Eldin yang berhalangan, owner hotel Budi Suryo, President and CEO Archipelago International John Flood, dan Vice President Business Development Archipelago Internasional Meet Norbert Vas.

Proses pemotongan tumpeng oleh para stakeholder secara bersamaan pun menandai bahwa Hotel Harper Wahid Hasyim Medan sudah diresmikan buat traveler. Kota Medan dipilih karena pasarnya masih sangat potensial.

"Kenapa Medan? karena kota ini membutuhkan luxury hotel, tapi dengan konsep dan harga yang kompetitif. Long short story, lahan yang tersedia terlalu sempit untuk dibangun luxury hotel. Akhirnya pilihan terbaik yaitu Hotel Harper," kata Vice President Business Development Archipelago Internasional, Meet Norbert Vas di Ruang Meeting Ulin I, Hotel Harper Wahid Hasyim Medan, Senin (22/7/2019) lalu.

Brand Hotel Harper sendiri memposisikan diri berada di tengah, di atas hotel budget bintang 3, namun di bawah hotel bintang 5. Hotel 89 kamar ini akan jadi hotel kedua di bawah brand Harper yang beroperasi di Sumatera, setelah Harper Palembang.

Lokasi hotel ini juga terhitung strategis karena tak sampai 10 menit jalan kaki, traveler sudah bisa berwisata kuliner di Ucok Durian atau berkunjung ke destinasi seru seperti Upside Down World hingga Rahmat Internasional Wildlife Museum and Gallery. Cocok banget buat liburan sekeluarga.

"Kami berharap okupansi di hotel ini selalu 100 persen. Setiap hari kami bekerja agar target itu terpenuhi. Okupansi 2 hotel kami di Medan cukup bagus, rata-rata mencapai 85%. Kami berharap Hotel Harper Wahid Hasyim akan jadi leader di market ini. Kami sangan percaya diri," ungkap John Flood, President and CEO Archipelago International.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar