Kasihan sekali penumpang ini. Kakinya ketumpahan air panas oleh pramugari hingga luka-luka. Dia pun tak mendapat perawatan maksimal secepatnya.
Dilansir detikcom dari berbagai sumber, Kamis (6/6/2019) penumpang tersebut bernama Thomas McNab, yang naik maskapai Ryanair dari Portugal ke Skotlandia. Saat penerbangan, seorang pramugari menumpahkan air panas dan terkena kaki Thomas.
Thomas langsung menjerit kesakitan dan membuka sepatunya, sebab air panas cukup banyak yang masuk hingga ke dalam sepatu. Thomas lantas berlari ke kamar mandi, untuk membasuh dengan air dingin.
Dalam foto-foto yang beredar, kulit-kulit kaki Thomas sampai terkelupas. Begitu mendarat dari pesawat, Thomas langsung dilarikan ke pos kesehatan di bandara untuk kemudian diobati dan diperban.
Menurut pengakuan teman Thomas, Tonina Ciantar sebenarnya peristiwa itu tidak jadi masalah. Toh, pramugari yang menumpahkan air panasnya juga pasti tidak sengaja.
Hanya saja, penanganan dari pihak pramugari dan awak kabin terkesan lambat. Mereka hanya memberi salep untuk mengobati luka bakar.
"Bahkan seharusnya Thomas dipindahkan ke kursi lain yang lebih lebar ruang kakinya, supaya dia bisa selonjoran. Setidaknya, bisa lebih nyaman," kata Tonina.
"Begitu pesawat mendarat, kita juga tidak melihat lagi pramugarinya. Memang itu kecelakaan yang tidak disengaja, tapi seharusnya mereka bertindak cepat melayani dan mengobati Thomas," lanjutnya.
Ditulis Fox News, pihak maskapai Ryanair sudah mempelajari peristiwa tersebut dan kabarnya sudah mengabarkan Thomas. Hanya saja, belum dapat memberikan komentar lebih lanjut.
Sudah Ada Tol, Liburan Makin Asyik
Libur Lebaran tahun 2019 makin nyaman. Sebab, sejumlah jalan tol yang dibangun pemerintah, mulai beroperasi. Wisatawan yang menuju destinasi wisata kian dipermudah. Karena perjalanan mudik menjadi sangat lancar.
Nuansa Lebaran 2019 sangat berbeda. Tidak lagi banyak terdengar suara pemberitaan terkait kemacetan yang mengular. Menghabiskan energi plus pembiayaan besar. Kini mudik jadi aktivitas mengasyikan.
Kemenpar bahkan sudah menyiapkan referensi destinasi melalui #PesonaMudik2019 dan #PesonaKulinerLebaran2019. Semuanya tersebar di kota-kota rute mudik 2019.
"Tahun 2019 menjadi pembuktian bahwa pembangunan infrastruktur sangat berguna bagi masyarakat. Terbukti arus mudik Lebaran tahun ini sangat lancar. Hal ini tentu sangat menggembirakan bagi publik. Mereka sangat puas dan menikmati perjalanan mudik dan libur Lebaran tahun ini," ungkap Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi dalam keterangannya, Jumat (6/6/2019).
Bukan hanya lancar, tapi aktivasi beberapa ruas tol juga memangkas waktu perjalanan siginifikan. Untuk perjalanan Jakarta menuju Semarang hanya ditempuh 6 jam. Jarak tempuh dari Jakarta menuju Solo saat ini hanya 8 jam. Menariknya, waktu tempuh dari Jakarta menuju Surabaya juga sekitar 10 jam. Budi menambahkan, publik bisa menghemat waktu dan energi.
"Perjalanan menjadi lebih lancar dan cepat. Waktu tempuhnya kini lebih baik. Sangat efisien. Publik kini bisa menghemat waktu dan energinya menjadi lebih efektif," terang Budi lagi.
Melalui aktivasi semua ruas tol di Jawa dan Sumatera, publik juga mendapatkan jaminan keamanan. Hal ini terlihat dari penurunan angka kecelakaan lalu lintas. Penurunannya mencapai 60%. Mengacu data dari Kakorlantas, jumlah angka kecelakaan sekitar 336 kasus. Jumlah ini menukik tajam karena di tahun 2018 angkanya berada pada 831 kejadian.
Penyusutan juga terjadi pada korban kecelakaannya. Korban meninggal akibat insiden kecelakaan hanya 74 jiwa, pada tahun sebelumnya mencapai 178 jiwa. Untuk korban luka berat sekarang ini yang ditangani sekitar 53 orang. Jumlah menyusut 122 orang tahun tahun 2018. Korban luka ringan tahun 2019 sekitar 351 orang, bandingkan dengan 2018 yang mencapai 1.082 orang.
"Publik mendapatkan jaminan keamanan lebih baik. Pemerintah telah berhasil memangkas seluruh isu di seputar arus mudik-balik dan libur Lebaran 2019. Dengan impact positif pada semua lini, publik bisa menghemat. Cost bisa dialokasikan untuk hal lainnya seperti berwisata atau membeli buah tangan," jelas Budi lagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar