Kabar baik bagi kamu yang ingin berwisata di sejumlah museum di Kota Tua Jakarta. Selama libur Lebaran dari tanggal 6 sampai 9 Juni, museum buka sampai malam.
Hal itu pun dijelaskan lewat akun Instagram resmi Museum Kesejarahan yang menaungi Museum Sejarah Jakarta di kawasan Kota Tua Jakarta. Dilihat detikcom, Jumat (7/6/2019), diketahui kalau jam operasional museum diperpanjang hingga pukul 20.00 dan buka dari pukul 08.00 WIB.
"FYI #Sobatmuseum , untuk tgl 06 s/d 09 Juni museum buka lebih lama, jam 08.00 - 20.00 WIB," tulis akun tersebut.
Sebelumnya, museum hanya buka hingga pukul 17.00 WIB atau tepat sejam sebelum maghrib. Hanya untuk melayani para pengunjung di musim Libur Lebaran, museum dioperasikan lebih lama.
Selain Museum Sejarah Jakarta, traveler juga dapat mengunjungi Museum Wayang, Museum Bank Indonesia, Museum Bank Mandiri, Museum Seni Rupa dan Keramik, Museum Bahari dan Museum Magic Art 3D yang berlokasi di kawasan Kota Tua Jakarta. Ayo wisata ke museum!
Pramugari Tumpahkan Air Panas, Kaki Penumpang Ini Luka-luka
Kasihan sekali penumpang ini. Kakinya ketumpahan air panas oleh pramugari hingga luka-luka. Dia pun tak mendapat perawatan maksimal secepatnya.
Dilansir detikcom dari berbagai sumber, Kamis (6/6/2019) penumpang tersebut bernama Thomas McNab, yang naik maskapai Ryanair dari Portugal ke Skotlandia. Saat penerbangan, seorang pramugari menumpahkan air panas dan terkena kaki Thomas.
Thomas langsung menjerit kesakitan dan membuka sepatunya, sebab air panas cukup banyak yang masuk hingga ke dalam sepatu. Thomas lantas berlari ke kamar mandi, untuk membasuh dengan air dingin.
Dalam foto-foto yang beredar, kulit-kulit kaki Thomas sampai terkelupas. Begitu mendarat dari pesawat, Thomas langsung dilarikan ke pos kesehatan di bandara untuk kemudian diobati dan diperban.
Menurut pengakuan teman Thomas, Tonina Ciantar sebenarnya peristiwa itu tidak jadi masalah. Toh, pramugari yang menumpahkan air panasnya juga pasti tidak sengaja.
Hanya saja, penanganan dari pihak pramugari dan awak kabin terkesan lambat. Mereka hanya memberi salep untuk mengobati luka bakar.
"Bahkan seharusnya Thomas dipindahkan ke kursi lain yang lebih lebar ruang kakinya, supaya dia bisa selonjoran. Setidaknya, bisa lebih nyaman," kata Tonina.
"Begitu pesawat mendarat, kita juga tidak melihat lagi pramugarinya. Memang itu kecelakaan yang tidak disengaja, tapi seharusnya mereka bertindak cepat melayani dan mengobati Thomas," lanjutnya.
Ditulis Fox News, pihak maskapai Ryanair sudah mempelajari peristiwa tersebut dan kabarnya sudah mengabarkan Thomas. Hanya saja, belum dapat memberikan komentar lebih lanjut.
Sudah Ada Tol, Liburan Makin Asyik
Libur Lebaran tahun 2019 makin nyaman. Sebab, sejumlah jalan tol yang dibangun pemerintah, mulai beroperasi. Wisatawan yang menuju destinasi wisata kian dipermudah. Karena perjalanan mudik menjadi sangat lancar.
Nuansa Lebaran 2019 sangat berbeda. Tidak lagi banyak terdengar suara pemberitaan terkait kemacetan yang mengular. Menghabiskan energi plus pembiayaan besar. Kini mudik jadi aktivitas mengasyikan.
Kemenpar bahkan sudah menyiapkan referensi destinasi melalui #PesonaMudik2019 dan #PesonaKulinerLebaran2019. Semuanya tersebar di kota-kota rute mudik 2019.
"Tahun 2019 menjadi pembuktian bahwa pembangunan infrastruktur sangat berguna bagi masyarakat. Terbukti arus mudik Lebaran tahun ini sangat lancar. Hal ini tentu sangat menggembirakan bagi publik. Mereka sangat puas dan menikmati perjalanan mudik dan libur Lebaran tahun ini," ungkap Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi dalam keterangannya, Jumat (6/6/2019).
Bukan hanya lancar, tapi aktivasi beberapa ruas tol juga memangkas waktu perjalanan siginifikan. Untuk perjalanan Jakarta menuju Semarang hanya ditempuh 6 jam. Jarak tempuh dari Jakarta menuju Solo saat ini hanya 8 jam. Menariknya, waktu tempuh dari Jakarta menuju Surabaya juga sekitar 10 jam. Budi menambahkan, publik bisa menghemat waktu dan energi.
"Perjalanan menjadi lebih lancar dan cepat. Waktu tempuhnya kini lebih baik. Sangat efisien. Publik kini bisa menghemat waktu dan energinya menjadi lebih efektif," terang Budi lagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar