Lombok bisa menjadi destinasi yang begitu luar biasa bagi sebagian traveler. Apalagi untuk yang traveling pertama kalinya.
Sejak usia 19 tahun saya sudah mulai kuliah sambil kerja. Di usia 20 sampai 25 tahun, saya hanya sibuk dengan kerja, kerja, dan kerja. Tidak pernah ada keberanian untuk keluar dari kota kesayangan.
Sampai akhirnya di tahun 2016 untuk pertama kalinya saya liburan seorang diri dan yaitu cuma ke Lombok sih. Mungkin untuk sebagian orang tidak spesial tapi buat saya itu spesial banget.
Saking spesialnya, jadwal pesawat ke Lombok pukul 17.00 sore dan saya sudah standby di bandara dari pukul 10.00 pagi. Mungkin kedengarannya kampungan banget ya.
Tapi karena jarak dari rumah saya ke bandara itu 3 jam, jadi saya putuskan untuk berangkat lebih awal untuk menghindari macet. Tahunya malah nggak macet sama sekali. Hahaha.
Menunggu di abandara lebih dari 6 jam sudah sampai bikin saya mati gaya. Nggak tahu mau ngapain lagi. Akhirnya jam 5 pun tiba. Selama jalan kaki menuju pesawat, hati rasanya kayak nano-nano, senang, sedih, deg-degan juga karena itu pertama kalinya saya naik pesawat.
Saat pesawatnya sudah landing dan saya lihat tulisan Lombok gede banget di bandaranya, mata sudah berkaca-kaca. Mau menangis tapi malu sama orang-orang. Singkat cerita saya jatuh cinta dengan Lombok. Karena harus kembali kerja, jadi nggak bisa lama menikmati Lombok.
Dan jodoh tuh siapa yang tahu ya. Akhirnya saya menikah dengan orang Australia, yang mimpi saja saya nggak pernah. Jadi sekarang sudah nggak kampungan lagi naik pesawat, karena bolak balik terus Australia-Indonesia.
Sebelum saya lihat Dream Destination Dubai ini, Saya sudh kepikiran terus tentang Dubai. Kayaknya saya bakal jatuh cinta sama Dubai mungkin lebih dari Lombok. Karena Dubai tuh eksotis banget, salah satu negara yang paling cepat juga pertumbuhannya, mulai dari infrastruktur, fasilitas, shopping center. Semoga bisa menginjakian kaki di Dubai cepat atau lambat.
Pantai Bara di Bulukumba, Obat Penghilang Penat
Kehidupan sebagai mahasiswa tentu melelahkan dengan aneka kegiatan kuliah. Liburan ke Pantai Bara di Bulukumba dengan teman-teman adalah solusinya.
Waktu libur telah tiba. kami semua memutuskan untuk liburan. Banyak yang mengusulkan kita travelling ke luar kota saja. Namun lebih banyak pendapat kalau liburannya dilaksanakan di Sulawesi Selatan saja dulu, nanti ke depannya baru pikirkan travelling ke luar.
Kami akhirnya mempunyai 2 opsi pilihan liburan akan dilaksanakan dimana, Pantai Bira di Bulukumba atau Toraja. Namun banyak lagi yang mengeluhkan kalau ke Toraja sangat memakan banyak waktu, kira-kira dari Kota Makassar sampai 8 jam kalau ke Toraja. kalau ke Pantai Bira, hanya 4 jam saja.
Kita akhirnya memilih Pantai Bira. Perjalanan kami mulai, sesampai di Bira ternyata kondisi Bira sangat tidak mendukung, selain karena banyak wisatawan di sana, sampah juga banyak sekali berserakan. Namun di kawasan Bira, masih banyak kawasan wisata sekitar yang bisa dikunjungi.
Akhirnya kita menemukan saudara Pantai Bira, yaitu Pantai Bara. Pantai Bara tidak terlalu jauh dari Pantai Bira. Pantai Bara masih sangat sejuk, bersih, belum banyak traveler yang mengeksplor tempat ini. Ke depannya mari kita sama-sama menjaga eksotis pantai-pantai di Indonesia.
Mengapa saya ingin sekali ke Dubai tahun ini? Selain traveling ke Dubai, saya mempunyai niat melanjutkan studi S2 saya di University of Dubai. Itulah sebabnya, saya mau melihat atmosfir kota yang nyaman dan kondusif untuk pelajar dan terlebih saya ingin melihat kemegahan Islam.
Yang saya ingin lakukan ketika di Dubai ialah belajar bagaimana bisa orang di Dubai kebanyakan menjadi miliuner. Saya ingin belajar caranya bagaimana dan mempelajari struktur kekuatan bangunan-bangunan pencakar langit di sana karena kebetulan saya adalah mahasiswa Teknik Sipil.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar