Kehidupan sebagai mahasiswa tentu melelahkan dengan aneka kegiatan kuliah. Liburan ke Pantai Bara di Bulukumba dengan teman-teman adalah solusinya.
Waktu libur telah tiba. kami semua memutuskan untuk liburan. Banyak yang mengusulkan kita travelling ke luar kota saja. Namun lebih banyak pendapat kalau liburannya dilaksanakan di Sulawesi Selatan saja dulu, nanti ke depannya baru pikirkan travelling ke luar.
Kami akhirnya mempunyai 2 opsi pilihan liburan akan dilaksanakan dimana, Pantai Bira di Bulukumba atau Toraja. Namun banyak lagi yang mengeluhkan kalau ke Toraja sangat memakan banyak waktu, kira-kira dari Kota Makassar sampai 8 jam kalau ke Toraja. kalau ke Pantai Bira, hanya 4 jam saja.
Kita akhirnya memilih Pantai Bira. Perjalanan kami mulai, sesampai di Bira ternyata kondisi Bira sangat tidak mendukung, selain karena banyak wisatawan di sana, sampah juga banyak sekali berserakan. Namun di kawasan Bira, masih banyak kawasan wisata sekitar yang bisa dikunjungi.
Akhirnya kita menemukan saudara Pantai Bira, yaitu Pantai Bara. Pantai Bara tidak terlalu jauh dari Pantai Bira. Pantai Bara masih sangat sejuk, bersih, belum banyak traveler yang mengeksplor tempat ini. Ke depannya mari kita sama-sama menjaga eksotis pantai-pantai di Indonesia.
Mengapa saya ingin sekali ke Dubai tahun ini? Selain traveling ke Dubai, saya mempunyai niat melanjutkan studi S2 saya di University of Dubai. Itulah sebabnya, saya mau melihat atmosfir kota yang nyaman dan kondusif untuk pelajar dan terlebih saya ingin melihat kemegahan Islam.
Yang saya ingin lakukan ketika di Dubai ialah belajar bagaimana bisa orang di Dubai kebanyakan menjadi miliuner. Saya ingin belajar caranya bagaimana dan mempelajari struktur kekuatan bangunan-bangunan pencakar langit di sana karena kebetulan saya adalah mahasiswa Teknik Sipil.
Misteri Mata Air yang Tidak Pernah Kering di Bantul
Tempat wisata di Bantul tak cuma soal keindahan alam saja. Main ke sebuah dusun, ada mata air yang tak pernah kering, Sendang Bengkung. Kok bisa?
Kecamatan Dlingo menyimpan beraneka jenis tempat wisata, salah satunya adalah tempat wisata minat khusus bernama Sendang Bengkung. Konon, terbentuknya Sendang Bengkung karena Sultan Agung menancapkan tongkat di tebing batu hingga munculah sumber air dari tebing tersebut.
Selain itu, hingga saat ini sumber air itu terus mengeluarkan air dan tidak pernah kering meski saat ini memasuki musim kemarau.
Berada di Dusun Cempluk, Desa Mangunan, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, Sendang Bengkung dapat dicapai dengan melakukan perjalanan darat sejauh 20 kilometer dari jantung Kota Yogyakarta. Untuk rutenya sendiri terbilang mudah, pengunjung hanya perlu mengikuti jalur menuju ke Puncak Becici.
Nantinya, sebelum Kantor Koperasi Noto Wono atau bangunan joglo yang berada di pinggir jalan pengunjung harap berbelok kiri menuju jalan cor blok. Namun, jalur yang dilalui cukup terjal dengan kontur naik turun.
Menyusuri jalan tersebut, pengunjung akan mendapati anak tangga yang menjulang ke atas di kanan jalan. Di samping anak tangga itu terdapat pula papan bertuliskan 'Pertapaan Petilasan Sultan Agung'.
Setelah memarkirkan kendaraan di sekitar jalan itu, pengunjung harus menapaki puluhan anak tangga hingga sampai di sebuah pelataran yang terdapat dua pendopo, satu berukuran kecil dan satu lagi berbentuk memanjang.
Perjalanan belum usai, pengunjung masih harus berjalan menyusuri hutan lindung sejauh ratusan meter. Meski sedikit menguras tenaga, namun mata pengunjung akan dimanjakan dengan banyaknya pepohonan dan tumbuhan di pinggir jalan setapak.
Berjalan kaki sekitar 10 menit, wisatawan akan mendapati sebuah bangunan yang berada di bawah tebing batu yang dikelilingi pagar besi. Di balik pagar terdengar gemericik air yang ternyata berasal dari dalam sebuah pintu pada bangunan tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar