Rabu, 15 Juli 2020

3 Risiko Tidur dengan Rambut Masih Basah

 Tidur dengan rambut yang masih basah memang tidak nyaman, tetapi ada kalanya orang tidak punya pilihan lain. Kehujanan dalam perjalanan pulang misalnya, kadang mengharuskan seseorang mandi malam dan harus tidur dalam kondisi rambut masih basah.
"Pada umumnya, tidak baik tidur dalam keadaan rambut masih basah," kata Dr George Cotsarelis, profesor dermatologi di Perelman School of Medicine University Pennsylvania, dikutip dari Time.

Banyak yang akhirnya nekat tidur dengan rambut masih basah karena butuh waktu lama untuk mengeringkannya. Padahal kantuk sudah tidak terdahankan.

Sesekali mungkin tak masalah. Tapi sebaiknya jangan dijadikan kebiasaan, karena kondisi tersebut punya risiko bagi kesehatan.

Dikutip dari Health ini beberapa risiko tidur keadaan rambut basah.

1. Infeksi jamur
Lembapnya rambut mengakibatkan kulit kepala menjadi gatal dan iritasi. Selain itu, infeksi jamur pada kulit kepala akan menyebabkan ketombe, dan rontok yang membuat tidak nyaman. Sarung bantal yang basah juga membuat tempat berkembang biaknya bakteri.

2. Kerusakan rambut
Tidur dengan rambut basah memang berdampak pada rambut itu sendiri, rambut akan menjadi rusak dan bercabang.

"Rambut mudah rapuh saat keadaan basah. Risiko utama kerusakan rambut ketika adanya gesekan rambut saat tidur," kata Dr Adarsh Vijay Mudgil, MD, ahli dermatologi di New York, dikutip dari Healthline.

3. Flu
Jika tidur dengan rambut basah dan menggunakan pendingin seperti AC atau kipas, kemungkinan besar tubuh akan rentan sakit. Daya tahan tubuh cenderung menurun saat kedinginan, sehingga mudah terserang infeksi.

"Masalah ini (tidur dengan rambut basah) membuat diri Anda kedinginan dan basah yang menyebabkan Anda terserang flu," kata Dr William Schaffner, profesor kedokteran Divisi Penyakit Menular di Vanderbilt University Medical Center.

5 Makanan Ini Cegah Bau Tak Sedap pada Miss V

Bau tidak sedap pada vagina membuat beberapa wanita tidak percaya diri saat melakukan hubungan seksual. Beberapa faktor bisa menjadi penyebab bau tidak sedap pada vagina, salah satu faktornya adalah makanan.
Dikutip dari Healthshots, menurut studi yang dimuat dalam jurnal Scientific Reports, kesehatan vagina dan usus memiliki kaitan satu sama lain. Kesimpulannya, jika menjaga usus tetap sehat, vagina juga menjadi sehat, memiliki pH yang baik tanpa timbul bau tidak sedap atau bau yang menyengat.

Berikut 5 makanan yang harus kamu konsumsi jika tidak ingin aroma tidak sedap pada miss V muncul.

1. Yogurt
Yogurt mengandung bakteri lactobacillus, yang juga ada secara alami di usus, saluran kemih, dan vagina. Menurut studi yang dimaut dalam Journal of Antimicrobial Chemotherapy, bakteri ini juga membantu menjaga vagina terhindar dari infeksi jamur. Usus yang sehat disebut membuat vagina sehat dan tidak berbau.

2. Jus cranberry
Banyak ahli kandungan merekomendasikan jus cranberry atau cranberry utuh untuk wanita yang mengidap infeksi saluran kemih (ISK). Faktanya, beberapa penelitian seperti yang diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition mendukung klaim ini.

Alasannya cukup sederhana, cranberry mengandung antioksidan dan mereka bersifat asam serta membantu menjaga pH vagina. Vagina yang sehat dan bebas infeksi tidak menimbulkan bau tidak sedap.

3. Nanas
Nanas adalah buah yang kaya vitamin C, vitamin B, dan serat. Nutrisi ini tidak hanya meningkatkan kesehatan usus, tetapi juga membantu menjaga bau alami vagina wanita tetap sehat dan mencegah infeksi.

4. Apel
Phytoestrogen phloridzin dan antioksidan dalam apel merangsang aliran darah di vagina tetap lancar. Sebuah studi tahun 2014 yang dipublikasikan di PubMed Central menunjukkan bahwa senyawa ini juga mencegah perkembangan fibroid rahim atau tumor jinak dan meningkatkan gairah seksual.

5. Seledri
Seledri memiliki kandungan vitamin C yang tinggi dan dapat membantu menjaga bakteri baik vagina. Selain itu, daun seledri yang dihaluskan dan dicampur air baik untuk mengembalikan pH alami dari vagina.
https://kamumovie28.com/sitemap-pt-page-2017-01.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar