Rabu, 15 Juli 2020

Dirut PT Pindad Ungkap Prabowo Beli 4 Produk Selain Maung

 Pandemi COVID-19 menjadi berkah tersendiri bagi PT Perindustrian Angkatan Darat (Pindad) di Bandung. Ketika banyak perusahaan megap-megap merindukan order, Pindad justru menuai banyak pesanan dari Kementerian Pertahanan. Usai menjajal Maung, kendaraan taktis produksi terbaru Pindad, di sirkuit Sentul, Bogor pada Minggu (12/7), Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengungkapkan niatnya untuk membeli 500 unit kendaraan tersebut.
"Kalau total yang diinginkan Pak Prabowo itu sekitar 3.000 unit tapi untuk tahap pertama beliau memesan 500 unit dulu. Jika kondisi memungkinkan karena Pandemi, Maung akan diikutkan dalam defile Hari TNI 5 Oktober nanti," kata Direktur Utama PT Pindad Abraham Mose kepada tim Blak-blakan detik.com, Selasa (14/7/2020).

Ia mengungkapkan, Maung didesain dan diproduksi setelah berdiskusi dengan Komandan Pussenif Mayjen TNI Surawahadi pada 2018. Ketika itu Surawahadi mengungkapkan perlunya Pindad membuat kendaraan taktis ringan untuk digunakan dalam pertempuran jarak dekat. Kendaraan yang mampu bermanuver dengan cepat, gesit, dan memudahkan para prajurit untuk bertindak baik menembak maupun menyergap, lalu pergi.

"Inilah desain optimal yang kami hasilkan, sudah lulus uji litbang internal, litbang Pussenif, juga laboratorium Angkatan Darat. Dengan kemampuan seperti itu pula kendaraan ini dinamai Pak Prabowo Maung," ujar Abraham.

Selain memesan Maung, sebelumnya Prabowo telah memesan 1000 alat bantu kesehatan dalam rangka penanganan pandemi COVID-19 yakni ventilator. Dari tiga jenis ventilator, Prabowo memilih produk kedua dengan harga Rp 35 juta per unit. Harga ini jauh lebih murah ketimbang ventilator buatan luar negeri yang mencapai ratusan juta rupiah.

Selain itu, kata Abraham, Prabowo juga telah memesan 25 ribu pucuk senjata laras panjang dan pendek, serta 4 miliar butir peluru berbagai kaliber. Meski belum resmi mengajukan pemesanan, Prabowo juga sudah meminta informasi seputar kapasitas produksi alat-alat berat seperti traktor, eskavator, bulldozer, hingga pengering padi yang dibuat Pindad.

Sejak 2-3 tahun lalu, Pindad memproduksi berbagai alat berat. Konsumennya antara lain Kementerian PUPR dan pemerintah Nigeria. "Untuk kepentingan food estate di Kalimantan Tengah, Pak Prabowo juga pada waktunya akan memesan ke Pindad," ujar Abraham.

Tentang bagaimana Pindad mengembangkan unit-unit usahanya, saksikan selengkapnya Blak-blakan Dirut PT Pindad Abraham Mose, "5 Belanjaan Prabowo di Pindad" di detik.com, Rabu (15/7/2020)

50 Hari Tak Ada Kasus, Kini Thailand Hadapi Risiko Gelombang Kedua Corona

 Pemerintah Thailand kini memperketat aturan masuknya orang asing ke negaranya setelah muncul dua kasus virus Corona impor atau imported case. Hal ini meningkatkan kekhawatiran tentang gelombang kedua infeksi COVID-19.
Thailand sempat menyatakan 'merdeka' dari virus Corona setelah 50 hari tanpa kasus baru baik transmisi lokal atau kasus impor. Tetapi baru-baru ini ada dua kasus impor namun menyebabkan sekitar 400 warga harus menjalani karantina mandiri karena adanya risiko penularan.

Mereka yang diisolasi disebut akibat terpapar COVID-19 dari awak pesawat militer Mesir berusia 43 tahun di Provinsi Rayong Timur, dan dari seorang anak perempuan anggota keluarga diplomat berusia 9 tahun di Bangkok. Kedua kasus ini sempat dikecualikan dari karantina wajib 14 hari.

Pemerintah mengakui bahwa peraturan untuk diplomat dan awak pesawat, yang termasuk di antara beberapa kategori orang asing yang diizinkan masuk sejak Maret dengan persyaratan isolasi diri, terlalu longgar.

"Ini harusnya tidak terjadi, saya benar-benar minta maaf karena itu dan saya ingin meminta maaf kepada publik," kata Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha, dikutip dari Reuters.

Kekhawatiran kini menyebar di antara warga Thailand bahwa gelombang kedua Corona akan terjadi dan lockdown bisa kembali diberlakukan.

Saat ini dua sekolah di Bangkok ditutup dan setidaknya 10 sekolah di Provinsi Rayong. Satu pusat perbelanjaan juga ditutup sebab warga Mesir tersebut diketahui sempat menghabiskan waktu di sana sebelum bertolak ke negara lain.

Semua diplomat dan anggota keluarga, yang sebelumnya diizinkan untuk menyendiri di tempat tinggal mereka, sekarang harus dikarantina di bawah pengawasan pemerintah.
https://kamumovie28.com/cast/dieter-laser/feed/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar