Anggota tubuh yang ditemukan di Pelabuhan JICT II Tanjong Priok, Jakarta Utara, dini hari diduga merupakan korban Sriwijaya Air. Adapula properti yang diduga milik penumpang pesawat Sriwijaya Air SJ182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta Utara.
"Betul ditemukan 1 body part (anggota tubuh)," kata Kabid Dokes Polda Metro Jaya, Kombes Umar Shahab saat dihubungi, Minggu (10/1/2021). Umar menjawab pertanyaan apakah kantong plastik yang dikirim ke RS Polri dini hari tadi terkait dengan jatuhnya Sriwijaya Air SJ 182.
Dikutip dari CNNIndonesia, DVI Pusdokkes Polri Ahmad Fauzi sebelumnya, mengatakan keluarga korban yang datang ke posko sebaiknya membawa dokumen seperti Kartu Keluarga atau ijazah untuk pencarian sidik jari.
Perawatan gigi hingga hasil rontgen gigi juga diharapkan dibawa. Termasuk sikat gigi hingga pakaian dalam yang sudah dipakai tetapi belum dicuci.
"Untuk pengambilan sampel DNA diharapkan orang tua kandung, anak kandung, beserta pasangannya, suami atau isteri," kata Ahmad, melalui pesan singkat.
Bagaimana sebenarnya proses identifikasi jenazah lewat DNA?
Beberapa waktu lalu, Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Prof Amin Soebandrio, menjelaskan identifikasi jenazah dengan menggunakan DNA, tingkat keakuratannya tinggi hingga 99,9 persen. Identifikasi jenazah lewat DNA bisa dilakukan saat wajah mengalami kerusakan hingga sulit teridentifikasi.
Prof Amin menjelaskan, DNA melalui darah bisa mengalami beberapa kesulitan lantaran perlu membandingkan dengan keluarga paling dekat.
"Paling bagus sih kalau pembandingnya itu orang tua. Jadi antara si korban dengan darah orang tuanya dibandingkan. Harus sedarah dalam satu keluarga itu," imbuh Prof Amin.
"Karena setiap orang, misalnya si korban, itu kan juga membawa gen dari ayah maupun ibunya. Kalau paling tepat lewat orang tua, tapi kalau nggak ada ya coba saudara kembar. Atau paling nggak masih keluarganyalah," jelasnya.
Sementara itu, Herawati Sudoyo dari Lembaga Biologi Molekul Eijkman menjelaskan prosedur yang dilakukan saat mengidentifikasi identitas seseorang dengan menggunakan DNA seperti berikut.
1. Mengambil sampel
2. Mengisolasi DNA
3. Memperbanyak DNA
4. Memisahkan berdasarkan muatannya secara elektroforesis
5. Membaca
"Untuk ini nggak sampai satu hari. Namun analisis dan pembuatan laporannya yang membutuhkan waktu," kata drHera.
https://nonton08.com/movies/blind-partner/
Sempat Mereda, Corona China Kini Melonjak Hampir Dua Kali Lipat!
Jumlah kasus COVID-19 baru di China meningkat hampir dua kali lipat. Pasien yang dikonfirmasi terkena virus kebanyakan dari Hebei, provinsi di sekitar Beijing yang kini mulai membatasi perjalanan setelah mendeteksi 20 kasus awal pekan ini.
Mengutip Al Jazeera, Hebei menyumbang 51 dari 52 kasus baru Corona yang ditularkan secara lokal dan dilaporkan oleh Komisi Kesehatan Nasional pada hari Kamis (7/01/2021). Media pemerintah melaporkan bahwa 50 dari kasus tersebut terjadi di ibu kota provinsi Hebei, Shijiazhuang, sebuah kota berpenduduk 11 juta orang sekitar 300 kilometer (200 mil) selatan Beijing.
Pihak berwenang di provinsi itu telah melakukan sejumlah hal untuk mengurangi penyebaran virus, seperti menutup sekolah, melarang kerumunan, dan menghentikan sementara layanan bus dan kereta. Menurut surat kabar milik pemerintah, China Daily, sejauh ini sekitar dua juta sampel telah dikumpulkan dari penduduk dan 600.000 telah diuji.
Total kasus COVID-19 baru di seluruh China mencapai 63 kasus, dibandingkan dengan 32 kasus yang menjadi jumlah tertinggi dalam satu hari sejak bulan Juli. Jumlah pasien Corona tanpa gejala juga naik menjadi 79 dari total 64 pasien.
Jalan raya utama menuju Shijiazhuang telah ditutup dan perjalanan bus antar kota dihentikan dalam upaya untuk mencegah penyebaran virus ke luar kota. Surat kabar Global Times yang dikelola pemerintah melaporkan bahwa tiket kereta api dari Hebei ke Beijing tidak lagi dijual.
China telah mengambil tindakan agresif untuk membasmi setiap kelompok kasus baru dan mencegah gelombang kedua wabah, di mana Corona pertama kali dimulai di pusat kota Wuhan akhir tahun lalu. Pihak berwenang akhirnya menutup kota dan provinsi sekitarnya karena bahaya virus yang semakin meningkat.
Hingga saat ini, jumlah keseluruhan kasus COVID-19 yang dikonfirmasi di daratan China mencapai 87.278, sementara jumlah kematian tetap tidak berubah di angka 4.634.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar