Umumnya cairan vagina yang normal adalah tak berbau. Nah, jika kemudian cairan tersebut justru berbau amis dan berwarna putih, apakah ini pertanda bahaya?
Menurut dr Eddy Karta, SpKK, keluhan cairan yang keluar dari vagina berbau tidak enak bisa jadi gejala penyakit keputihan akibat bakteri. Kondisi ini disebut sebagai bakterial vaginosis.
Keluarnya cairan yang berbau amis ini juga kerap kali muncul setelah wanita melakukan hubungan intim. Hal ini terjadi karena pH sperma yang bersifat basa, dapat membuat cairan vagina mengeluarkan bau khas.
"Namun untuk memastikan sebaiknya dilakukan pemeriksaan baik ke dokter maupun ke laboratorium tentang cairan keputihan tersebut," ujar dokter yang praktik di Edmo Clinic Jakarta Selatan tersebut kepada detikHealth.
Perlu diketahui, saat seorang wanita tengah merasa lelah, hal ini juga dapat memengaruhi kondisi hormonal dan keasaman vagina. Perubahan inilah yang terkadang dapat menyebabkan berlebihnya pertumbuhan salah satu bakteri atau jamur, yang memang secara normal terdapat di area vagina.
"Sementara untuk perubahan warna cairan vagina, ini biasanya disebabkan oleh pertumbuhan jamur candida. Jika kondisi ini sering berulang dan mengganggu sebaiknya dikonsultasikan ke dokter," pesan dr Eddy. http://indomovie28.com/mission-milano-2016/
Catat, Ini Bedanya Mioma, Kista, dan Endometriosis
Dalam keseharian, tak jarang masyarakat keliru dalam mendefinisikan mioma, kista, dan endometriosis. Sebenarnya, apa perbedaan di antara ketiganya?
"Mioma adalah tumor jinak yang tumbuh dari otot rahim. Sedangkan kista merupakan bentukan seperti balon berisi air. Dalam artian, bentukan tumor (benjolan abnormal pada tubuh) yang berdinding tipis dan berisi cairan di dalamnya," terang dr Hari Nugroho SpOG dari RSUD Dr Soetomo Surabaya.
Kepada detikHealth, salah satu pendiri GMITS (Gynecologic Minimally Invasive Treatment Surabaya - www.trust-gmits.com) ini mengatakan kista dapat terletak di manapun. Misalnya saja di hari, otak, ginjal, dan yang paling sering didengar oleh masyarakat awam, kista ovarium.
dr Hari menuturkan, kista ovarium dapat disebabkan berbagai macam, penyebab, mulai dari tumor jinak seperti endometriosis hingga kanker ovarium. Sementara, endometriosis adalah jaringan endometrium yang normalnya tumbuh di dalam rahim tapi justru tumbuh di luar rahim.
"Jaringan endometrium ini sebagai pelapis sisi dalam rahim untuk implantasi kehamilan dan apabila tidak terjadi kehamilan akan luruh pada saat menstruasi. Nah, kalau endometriosis ini menempel di ovarium dan tumbuh, bisa menyebabkan kista endometriosis ovarium," tambah dr Hari.
Seringkali, endometriosis tumbuh pada organ panggul. Tetapi, dapat juga tumbuh di dalam otot rahim, dikenal dengan adenomyosis dan juga dimanapun di dalam tubuh. Untuk penyebabnya, menurut dr Hari belum sepenuhnya diketahui.
Tapi ada beberapa faktor yang ditengarai, di antaranya faktor genetik, mentruasi yang keluar tidak sepenuhnya melalui vagina, respons imun tubuh yang rendah hingga mengakibatkan tubuh tidak bisa membunuh sel endometrium yang tidak pada tempatnya, dan perubahan sel peritoneum atau pelapis sisi dalam rongga perut yang secara spontan menjadi sel endometrium. http://indomovie28.com/morgan-2016/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar