Pendapatan yang diraup aplikasi mobile secara global semakin meningkat. Dalam laporan enam bulan pertama di 2018, pendapatan aplikasi secara global mengalami peningkatan 27,8% dari tahun ke tahun.
Ini artinya, pendapatan yang dicapai oleh aplikasi mencapai USD 34,4 miliar (Rp 494,4 triliun). Apple App Store memiliki kontribusi terbesar dari pendapatan aplikasi mobile tersebut.
Dari pendapatan yang dihasilkan selama paruh pertama 2018, lebih dari 65% datang dari App Store dengan total penjualan mencapai USD 22,6 juta (Rp 324,8 triliun) selama periode tersebut. Angka ini nyatanya mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Sebagai perbandingan, di periode yang sama di tahun 2017, Apple menghasilkan USD 17,8 miliar (Rp 255,8 triliun) pendapatan lewat pembelian di App Store. Ini artinya, terjadi pertunbuhan sekitar 26,8% sejauh ini.
Menariknya, Google sendiri juga memiliki pertumbuhan yang tak kalah kuat dengan Apple. Walau total pendapatan masih kalah dengan App Store, Google Play Store mengalami petumbuhan tahun ke tahun hampir 30% selama periode dengan pendapatan USD 11,8 miliar (Rp 169,6 triliun), demikian dikutip detikINET dari Phone Arena, Rabu (18/7/2018).
Bicara soal pendapatan dari aplikasi, jelas game menjadi segmen paling populer menyumbang pendapatan. Faktanya, game menghasilkan USD 26,6 miliar dari total keseluruhan, termasuk game Honor of Kings dari Tencent yang menjadi game paling populer.
Di luar kategori game tadi, Netlfix mengambil posisi nomor wahid, diikuti dengan aplikasi Tinder dan Tencent Video.
iOS 12 Bikin Pengguna Jengkel
Apple mengubah cara mengirim foto pada fitur Message di iOS 12 sehingga membuat para penggunanya geram. Apa sebabnya?
Saat ini, dengan iOS 11, ikon kamera pada aplikasi iMessage yang bisa ditemukan dengan mudah di sebelah ikon App store dan kolom iMessage memungkinkan pengguna mengambil atau memilih foto dari Camera Roll.
Nah di iOS 12, ikon kamera tersebut hanya memungkinkan para penggunanya mengambil gambar. Untuk mengirimkan gambar melalui Camera Roll, mereka harus membukanya dari ikon App store terlebih dahulu, kemudian pilih ikon Photos untuk memilih gambar dari Camera Roll.
Update ini dinilai tidak praktis. Beberapa pengguna yang sudah bisa mengakses fitur ini pada versi beta iOS 12 meluapkan kekecewaan mereka melalui Twitter.
"Satu-satunya hal yang paling menjengkelkan pada iOS 12 sejauh ini ialah: cara menambah foto di iMessage menjadi tombol terpisah yang lebih kecil di baris bawah, bukan di bagian tombol kamera utama seperti pada iOS sebelumnya," ungkap salah satu pengguna melalui akun Twitter @bjorn.
Pengguna lainnya, melalui akun Twitter @julipuli juga mengeluhkan masalah yang sama. "Yang tidak diperbaiki pada iOS 12 beta 3: menekan ikon kamera yang ada pada fitur iMessage, hanya membuka kamera tanpa akses untuk mengambil foto yang sudah ada di galeri. Perubahan yang paling menjengkelkan pada iOS 12," sungutnya.
Satu-satunya kemungkinan masuk akal pada pembaruan di iOS 12 ini adalah untuk mendorong para pengguna Apple agar mengunjungi App Store yang ada di fitur Message, di mana para pengguna dapat membeli dan mengunduh fitur lain untuk aplikasi iMessage sepert stiker, emoji, dan efek khusus.
Hal ini dilakukan Apple karena banyaknya pengguna yang memakai gambar yang berasal dari Camera Roll. Oleh karena itu, hal ini dirasakan tepat oleh Apple untuk menggiring pengguna ke App Store yang ada pada iMessage.
Akan tetapi, dengan banyaknya ungkapan kekecewaan tehadap iOS 12, semoga saja pembesut iPhone ini dapat membenahi kembali kekurangan yang ada pada sistem operasinya, demi memudahkan para pengguna Apple.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar