Belakangan heboh kasus artis FTV Hana Hanifah yang diduga terjerat kasus prostitusi. Pasalnya, ia disebut telah menerima uang puluhan juta rupiah.
Motifnya disebut-sebut adalah faktor ekonomi. Hal ini disampaikan Kapolrestabes Medan Kombes Riko Sunarko. "Alasannya tadi sudah saya sampaikan, menjanjikan keuntungan ekonomi yang sangat besar," ujar Riko.
Menurut Nuzulia Rahma Tsistinarum, psikolog klinis dari Pro Help Center yang juga seorang penulis, faktor ekonomi memang menjadi salah satu penyebab seseorang terjerat kasus prostitusi. Namun, Rahma menegaskan faktor ekonomi tidak selalu soal kebutuhan mendesak seperti kebutuhan makan sehari-hari.
"Kalau dari data tersebut kan karena faktor ekonomi. Dalam arti keuntungan ekonomi yang besar. Keinginan hidup mapan secara instan," jelas Rahma saat dihubungi detikcom Rabu (15/7/2020).
"Yang dimaksud faktor ekonomi di sini bukan kebutuhan ekonomi untuk biaya hidup sehari hari tetapi ada keinginan ekonomi atau keinginan untuk kehidupan yang mapan," kata Rahma.
Lalu mengapa ada orang yang rela mengeluarkan uang hingga puluhan juta untuk memuaskan syahwat sesaat?
Rahma menilai kemungkinan seseorang rela mengeluarkan uang puluhan juta bisa terjadi karena mencari pelarian dari ketidakpuasan dalam rumah tangga. Selain itu, Rahma menyinggung adanya ketidakmampuan seseorang dalam mengatur perilaku.
Sementara itu, psikolog klinis Ni Made Diah Ayu Anggreni, MPsi dari Personal Growth menyebut pria yang rela mengeluarkan uang puluhan juta umumnya memiliki rasa bangga di balik perbuatannya tersebut.
"Sebenarnya sih pada umumnya kenapa laki-laki rela gitu ya mengeluarkan banyak uang secara umum sih mendapatkan kepuasan dan juga pengakuan, jadi semakin tinggi harganya semakin itu menunjukan kelasnya, semakin banggalah laki-lakinya dengan teman-teman yang lain," ujar Diah saat dihubungi secara terpisah Rabu (15/7/2020).
8 Kesalahan Pakai Masker yang Membuatnya Nyaris Tak Berguna
- Menggunakan masker adalah upaya paling mudah yang dilakukan untuk mencegah virus Corona COVID-19. Akan tetapi, masker seringkali sangat mengganggu pernapasan, membuat artikulasi bicara menjadi kurang jelas, dan menutupi wajahmu. Akhirnya, alasan tersebutlah yang membuatmu secara tidak sengaja melakukan berbagai kesalahan dalam menggunakan masker.
Padahal, masker sangat melindungi dari berbagai virus yang ingin masuk ke dalam hidung dan mulut. Masker menjadi tidak berguna, jika kamu 'salah' menempatkannya.
Berikut 8 kesalahan dalam memakai masker wajah yang sering dilakukan saat pandemi:
1. Hanya menutupi lubang hidung
Mungkin kamu berpikir bahwa menggunakan masker sebenarnya hanya untuk melindungi sekitar lubang hidung dan mulut saja. Oleh sebab itu, kamu sering menurunkan masker sampai bagian lubang hidung.
Seharusnya, masker digunakan untuk menutupi keseluruhan bagian ujung hidung sampai dagu. Bahkan, dalam video yang berjudul 'How To Wear A Medical Mask', WHO menyarankan agar setiap orang yang menggunakan masker harus selalu memastikan bagian ujung hidung, mulut, dan dagunya, tertutup rapat tanpa ada celah.
2. Menggunakan masker terlalu longgar
Ukuran masker harus pas dengan wajah mu. Hal ini dikarenakan semakin longgar ukuran masker, otomatis berpotensi masuknya banyak udara termasuk airborne ke dalam hidung dan mulut. Jika hal itu terjadi, maka sia-sia lah kegunaan masker yang kamu pakai.
3. Menggunakan masker di bawah dagu
Kamu tidak mengetahui virus apa yang menempel pada kisaran bawah dagu sampai leher mu. Lalu, kamu membiarkan masker itu menggantung pada bagian dagu mu. Kemudian, kamu menaikannya kembali sampai bagian ujung hidung. Otomatis, virus yang pindah dari kisaran bawah dagu sampai leher, akan menempel pada bagian hidung dan mulut mu.
https://kamumovie28.com/cast/ken-duken/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar