Kamis, 16 Juli 2020

Ukuran Lingkar Pinggang Lebih dari 4 Jengkal? Waspadai Diabetes

Bicara soal diabetes memang tidak ada habisnya. Begitu juga dengan pernyataan dari berbagai pihak yang meyakini bahwa penyakit ini dapat dideteksi tanpa harus melakukan cek gula.
Hal ini disampaikan oleh dr Rudy Kurniawan, Sp.PD, spesialis penyakit dalam dan founder dari komunitas Sobat Diabet. Ia meyakini bahwa dengan mengukur pinggang, seseorang bisa mengetahui potensi diabetes.

"Kita harus curiga dengan lingkar perut dan pinggang yang membesar. Mulai curiga dengan diabetes jika lingkar pinggangmu selebar 80 cm (untuk perempuan) dan 90 cm (untuk laki-laki).", ujar dr Rudy dalam diskusi via Facebook Live, Kamis (15/07/2020).

"Namun, kalau dalam hitungan kasar sih, kira-kira empat jengkal," tambah dr Rudy.

Meskipun demikian, dr Rudy mensosialisasikan untuk tetap melakukan cek darah. Hal ini dikarenakan upaya cek darah akan jauh lebih valid ketimbang mengukur lingkar pinggang saja.

Diabetes merupakan penyakit yang membuat tubuh tidak mampu mengatur gula darah. Dampaknya jika tidak tertangani bisa memicu berbagai komplikasi, mulai dari penyakit jantung yang mematikan, kebutaan hingga disfungsi ereksi.

Heboh Hana Hanifah, Prostitusi Puluhan Juta Kok Ada yang Beli?

Belakangan heboh kasus artis FTV Hana Hanifah yang diduga terjerat kasus prostitusi. Pasalnya, ia disebut telah menerima uang puluhan juta rupiah.
Motifnya disebut-sebut adalah faktor ekonomi. Hal ini disampaikan Kapolrestabes Medan Kombes Riko Sunarko. "Alasannya tadi sudah saya sampaikan, menjanjikan keuntungan ekonomi yang sangat besar," ujar Riko.

Menurut Nuzulia Rahma Tsistinarum, psikolog klinis dari Pro Help Center yang juga seorang penulis, faktor ekonomi memang menjadi salah satu penyebab seseorang terjerat kasus prostitusi. Namun, Rahma menegaskan faktor ekonomi tidak selalu soal kebutuhan mendesak seperti kebutuhan makan sehari-hari.

"Kalau dari data tersebut kan karena faktor ekonomi. Dalam arti keuntungan ekonomi yang besar. Keinginan hidup mapan secara instan," jelas Rahma saat dihubungi detikcom Rabu (15/7/2020).

"Yang dimaksud faktor ekonomi di sini bukan kebutuhan ekonomi untuk biaya hidup sehari hari tetapi ada keinginan ekonomi atau keinginan untuk kehidupan yang mapan," kata Rahma.

Lalu mengapa ada orang yang rela mengeluarkan uang hingga puluhan juta untuk memuaskan syahwat sesaat?

Rahma menilai kemungkinan seseorang rela mengeluarkan uang puluhan juta bisa terjadi karena mencari pelarian dari ketidakpuasan dalam rumah tangga. Selain itu, Rahma menyinggung adanya ketidakmampuan seseorang dalam mengatur perilaku.

Sementara itu, psikolog klinis Ni Made Diah Ayu Anggreni, MPsi dari Personal Growth menyebut pria yang rela mengeluarkan uang puluhan juta umumnya memiliki rasa bangga di balik perbuatannya tersebut.

"Sebenarnya sih pada umumnya kenapa laki-laki rela gitu ya mengeluarkan banyak uang secara umum sih mendapatkan kepuasan dan juga pengakuan, jadi semakin tinggi harganya semakin itu menunjukan kelasnya, semakin banggalah laki-lakinya dengan teman-teman yang lain," ujar Diah saat dihubungi secara terpisah Rabu (15/7/2020).
https://kamumovie28.com/page/12/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar