Forbes baru saja merilis daftar orang super kaya paling dermawan di Asia. Dalam laporannya yang berjudul Asia's 2019 Heroes Of Philanthropy: Catalysts For Change, setidaknya tercatat 30 nama miliarder yang dinobatkan sebagai orang paling dermawan versi Forbes.
Melansir dari Forbes pada Rabu (4/12/2019), para miliarder ini berasal dari berbagai latar belakang pekerjaan, mulai dari pebisnis hingga artis.
Di antara mereka, terdapat Angel Locsin, salah satu aktris paling terkenal di Filipina, mendukung penyebab bantuan korban kekerasan, bencana alam dan konflik di Mindanao. Selain itu ada juga aktris dan penyanyi asal Korea Selatan Lee Ji Eun (IU), yang termuda yang masuk daftar, telah menyumbangkan sekitar 900 juta won (US$ 800.000) untuk berbagai hal sejak 2018.
Miliarder Australia, Judith Neilson, mendirikan sebuah lembaga untuk mendukung jurnalisme independen. Ada juga miliarder asal Indonesia Theodore Rachmat, dan kemudian ada Jack Ma dari Cina, yang baru-baru ini menerima Malcolm S. Forbes Lifetime Achievement Award setelah mengundurkan diri sebagai Bos Alibaba guna mencurahkan lebih banyak waktu untuk filantropi.
Para penerima penghargaan lainnya bekerja untuk melindungi satwa liar, meningkatkan akses ke perawatan kesehatan dan membantu para lansia.
Siapa saja orang kaya paling dermawan di Asia menurut Forbes:
Berikut daftar orang super kaya paling dermawan
1. Azim Premji (74 tahun) - India
2. Theodore Rachmat (76 tahun) - Indonesia
3. Jeffrey Cheah (74 tahun) - Malaysia
4. Jack Ma (55 tahun) - China
5. Judith Neilson (73 tahun) - Australia
6. Andrew Forrest (57 tahun) dan Nicola Forrest (57 tahun) - Australia
7. Le Van Kiem (74 tahun) dan Tran Cam Nhung (73 tahun) - Vietnam
8. Suh Kyung Bae (56 tahun) - Korea Selatan
9. Gong Junlong (50 tahun) - China
10. Angel Locsin (34 tahun) - Filipina
11. Wu Yuanxi (61 tahun) dan Wu Yuangang - China
12. Atul Nishar (64 tahun) - India
13. Mary Ann Tsao (64 tahun) - Singapura
14. Tang Wee Kit (64 tahun) - Singapura
15. Yoshiki Hayashi (54 tahun) - Jepang
16. IU / Lee Ji Eun (26 tahun) - Korea Selatan
17. Hans Sy (64 tahun) - Filipina
18. Chuchat Petaumpai (66 tahun) dan Daonapa Petampai (66 tahun) - Thailand
19. You Zhonghui (57 tahun) - China
20. Marcus Blackmore (74 tahun) - Australia
21. Belinda Tanoto (34 tahun) dan Anderson Tanoto (30 tahun) - Indonesia
22. Toh Soon Huat (59 tahun) - Singapura
23. Liu Daoming dan Wang Ping (62 tahun) - China
24. Kathy XU (52 tahun) - Hong Kong
25. Bill Bensley (60 tahun) - Thailand
26. Shigenobu Nagamori (75 tahun) - Jepang
27. Ronald Chao (80 tahun) - Hong Kong
28. Kiran Mazumdar-Shaw (66 tahun) dan John Shaw (70 tahun) - India
29. Rita Tong Liu (71 tahun) - Hong Kong
30. Thippaporn Ahriyavraromp (51 tahun) - Hong Kong
Forbes Rilis Orang Kaya Asia Hobi Bagi-bagi Duit, dari RI Ada Siapa?
Belum lama ini Forbes baru saja merilis daftar orang super kaya yang dermawan alias hobi bagi-bagi duit. Forbes mengumpulkan dan merangkum berbagai orang kaya di Asia dan merangkumnya dalam sebuah laporan yang berjudul Asia's 2019 Heroes Of Philanthropy: Catalysts For Change.
Setidaknya ada 30 nama miliarder di seluruh Asia tercatat di dalam daftar tersebut. Melansir dari Forbes pada Rabu (4/12/2019), dari Indonesia sendiri setidaknya tercatat dua orang sebagai orang kaya paling dermawan.
Pendiri dan bos dari Triputra Group Theodore Permadi Rachmat atau yang lebih dikenal dengan TP Rachmat, sejak tahun 2018 telah menyumbangkan hampir US$ 5 juta atau sekitar Rp 70 miliar (dengan kurs Rp 14.000/dolar) untuk A&A Rachmat Compassionate Service Foundation miliknya. Yayasan ini mendukung peluang pendidikan, perawatan kesehatan dan panti asuhan.
Yayasan A&A Rachmat sendiri pertama kali dibentuk pada 1999 sebagai sebagai pemberi dana beasiswa, dan telah memberikan beasiswa kepada 21.000 penerima selama bertahun-tahun dengan jumlah sumbangan mencapai US$ 12,5 juta atau sekitar Rp 175 miliar. Dana ini diluncurkan untuk memastikan bahwa siswa tetap bersekolah dan belajar secara efektif dari tahap awal. Selain itu yayasan ini juga menyelenggarakan program pelatihan tahunan untuk guru sekolah dasar.
Kemudian pada 2005, yayasan ini berkembang menjadi layanan kesehatan, mendirikan klinik di daerah pedesaan dengan biaya perawatan kurang dari US$ 2 atau sekitar Rp 28.000 per kunjungan.
Selain TP Rachmat, Belinda dan Anderson Tanoto juga masuk dalam daftar orang kaya paling dermawan versi Forbes. Tanoto bersaudara ini berhasil masuk daftar filantropi versi Forbes melalui Tanoto Foundation.
Keluarga Tanoto tahun ini menyumbangkan dana sebesar US$ 16,7 juta atau sekitar Rp 233,8 miliar, naik 30% dari 2018, guna mendukung dan menyediakan pendidikan untuk semua kalangan dari anak usia dini hingga universitas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar