Selasa, 03 Desember 2019

Jadi Kampus Sehat, UNS Larang Kantin Jualan Rokok

Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta dicanangkan sebagai kampus sehat oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Salah satu gebrakannya ialah melarang kantin menjual rokok.

Rektor UNS Jamal Wiwoho mengatakan pelarangan rokok merupakan bagian dari enam program yang disingkat CERDIK. Program itu berisi Cek kesehatan rutin, Enyahkan asap rokok, Rajin Aktivitas Fisik, Diet yang seimbang, Istirahat yang cukup, dan Kelola stres.

Meski demikian, rektor mengatakan pelarangan tersebut akan dijalankan bertahap. Dia menilai perubahan perilaku tersebut tidak dapat dilakukan secara instan.

"Ke depan kita berikan peringatan-peringatan, utamanya kantin-kantin di kampus kita. Ini bukan sesuatu yang mudah, agar kantin pelan-pelan bisa enyahkan asap rokok," kata Jamal usai pencanangan kampus sehat di UNS, Jumat (29/11/2019).

Menurutnya, saat ini UNS sudah memulai proyek gerakan tanpa asap rokok di Fakultas Kedokteran (FK). Proyek ini akan terus dikembangkan ke fakultas lainnya. https://indomovie28.com/rurouni-kenshin-2012/

"Saya berharap sekali di lingkungan UNS tidak ada lagi asap rokok, apalagi di kantor. Proyek ini akan kita kembangkan tidak hanya di FK, sudah ada peraturannya," ujar Jamal.

Sementara itu, Dirjen Pencegahan dan Pengendali Penyakit Kemenkes, Anung Sugihantono yang hadir dalam pencanangan kampus sehat, mengatakan kantin dapat memulainya dengan tidak menampakkan wujud rokok.

"Mulainya bertahap, awalnya diimbau agar tidak dipasang dulu, diumpetin. Merokok juga tidak bisa di sembarang tempat, ada kawasan tanpa rokok, setelah itu baru dilarang. Perlu waktu untuk perubahan perilaku," kata Anung.

Ke depan, rektor diharapkan dapat membuat kebijakan yang mendukung program tersebut. Misalnya dengan merekrut pegawai yang tidak merokok.

"Misal Pak Rektor mensyaratkan menerima satpam orang yang sehat, tidak merokok, maka akan jadi contoh. Ke depan tidak akan ada yang merokok," pungkasnya.

Satu Lagi Bahaya Merokok, Sebabkan Depresi dan Gangguan Kejiwaan

Tak henti-hentinya kampanye berhenti merokok terus digalakkan pasal dampak berbahaya yang bisa disebabkan. Kini studi baru sebutkan merokok bisa sebabkan gangguan kejiwaan, seperti depresi dan skizofrenia.

Studi yang dilakukan oleh peneliti dari Bristol University tersebut menganalisis data dari 462.690 orang keturunan Eropa. Mereka juga meneliti orang-orang yang memiliki kecenderungan akan merokok.

"Hasil kerja kami menunjukkan bahwa kami harus menggunakan segala usaha untuk mencegah merokok karena ada konsekuensi pada kesehatan jiwa sama seperti kesehatan fisik," tutur Dr Robyn Wootton dari Bristol University's School of Experimental Psychology, dikutip dari The Sun.

Beberapa yayasan seperti Action on Smoking and Health (ASH) di Inggris akan membantu para perokok yang memiliki gangguan kejiwaan untuk berhenti merokok. Pemerintah Inggris menargetkan untuk bisa memberikan kebijakan komprehensif bebas-rokok di tiap perwalian kesehatan mental.

Di Indonesia sendiri, data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan persentase perilaku merokok di kalangan remaja sebesar 9,1 persen, meningkat dari Riskesdas 2013 yakni 7,2 persen. http://indomovie28.com/knight-of-cups/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar