Senin, 09 Desember 2019

Kisah Sandiaga, dari Modal Kampanye hingga Saham Perusahaan Anjlok (2)

Quick count alias hitung cepat lembaga survei menunjukkan capres cawapres 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin mengungguli capres cawapres 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Quick count itu berlangsung sejak Rabu sore (17/4/2019).

Pasca quick count, saham PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG), perusahaan milik Sandiaga Uno, anjlok cukup dalam pada Kamis (18/4/2019). Saham emiten berkode SRTG sempat turun ke level Rp 3.400 atau anjlok 11% dari penutupan sebelumnya Rp 3.840.

Saham SRTG bergerak naik turun, meski masih berada di zona merah. Saham SRTG sempat anjlok hampir 6% ke posisi Rp 3.610 dan bergerak ke 5,47% dengan posisi Rp 3.630.

Hingga penutupan perdagangan Kamis (18/4/2019) pukul 16.12 saham SRTG masih berada di zona merah yaitu di posisi Rp 3.780/saham atau turun 1,56% dibandingkan penutupan sebelumnya Rp 3.840.

Ekspresi Sandi menjadi perbincangan lantaran saat deklrasi kemenangan pilpres nampak lesu. Tak nampak senyum semringah yang selama ini melekat pada Sandiaga, apalagi saat itu dia hadir dalam suasana deklarasi kemenangan.

Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN), Priyo Budi Santoso, menjelaskan Sandiaga nampak lesu karena sedang sakit.

"Oh iya, Pak Sandiaga Uno sempat bincang-bincang sama saya, selama 5 menit, beliau agak kurang sehat, kecapekan luar biasa," ujar Wakil Ketua BPN Prabowo-Sandiaga, Priyo Budi Santoso, di kediaman Prabowo di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (18/4/2019).

Senada, juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) capres-cawapres nomor urut 02, Andre Rosiade menegaskan Sandiaga memang sakit dan perlu istirahat.

"Saya 1,5 meter di samping kanan Bang Sandi (saat jumpa pers bersama Prabowo). Bang Sandi itu sakit. Jadi waktu Bang Sandi datang di Kertanegara kan saya salaman. Kelihatanlah, (Sandiaga) memang perlu istirahat betul karena kemarin itu kan drop ya, suaranya habis," kata Andre.

Sebaliknya Tim Kampanye Nasional (TKN) capres cawapres 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin punya penilaian berbeda. TKN menilai ekspresi Sandiaga menunjukkan suasana batinnya menyikapi deklarasi kemenangan capres cawapres 02.

"Itu suasana kebatinan Pak Sandi," ujar Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto di kantor DPP PDIP, Jl Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (19/42019).

Saham Turun, Perusahaan Sandi Mau Buy Back Rp 110 M

PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) berencana melakukan aksi korporasi dengan membeli kembali (buy back) saham perusahaan. Tujuannya untuk mendorong kembalu harga saham perusahaan.

Manajemen menilai harga saham SRTG di pasar modal tidak mencerminkan harga wajar perusahaan. Sehingga aksi korporasi itu perlu dilakukan.

Selain itu, aksi buy back saham itu juga dilakukan demi menjaga investasi jangka panjang karyawannya. Sebab perusahaan besutan Sandiaga Uno itu memiliki program memberikan saham perusahaan untuk karyawannya.

Berikut berita selengkapnya: 

Setelah pengumuman KPU pada 21 Mei, saham SRTG terpantau turun 3,08% ke posisi Rp 3.780. Kemarin saham SRTG terpantau berakhir di level yang sama.

Direktur Keuangan SRTG Lany Djuwita Wong mengatakan, ada dua alasan perusahaan melakukan buy back saham. Pertama untuk menjaga investasi jangka panjang karyawannya.

"Sebab kami membagikan saham ke karyawan sebagai program rencana investasi mereka jangka panjang," tuturnya di Gedubg Cyber 2, Jakarta.

Alasan kedua, langkah buy back saham dilakukan untuk menjaga nilai saham perusahaan yang terus turun. Belakangan saham SRTG memang terpantau turun dan dianggap perusahaan dibawah nilai wajar.

"Program buy back dilakukan untuk menjaga stabilitas harga saham perseroan," tambahnya.

Dalam RUPS hari ini, manajemen telah mendapatkan persetujuan untuk melakukan buy back saham. Perusahaan investasi yang didirikan Sandiaga Uno ini menyiapkan dana Rp 110 miliar untuk membeli kembali 20 juta lembar saham.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar