Senin, 09 Desember 2019

Saham Turun, Perusahaan Sandi Mau Buy Back Rp 110 M (2)

Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah mengumumkan hasiil Pilpres 2019. Hasilnya paslon Jokowi-Ma'ruf Amin mengungguli Prabowo-Sandi.

Menanggapi hal itu, manajemen PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) menegaskan, kekalahan Sandiaga Uno tak ada pengaruhnya terhadap perusahaan. Meskipun statusnya kini sebagai pemegang saham.

"Tidak ada pengaruh, dari salah satu pemegang saham kita yang aktif. Memang Pak Sandi pemilik dari sekian banyak pemilik dari Sartoga Tbk," ujar kata Direktur Investasi SRTG Devin Wirawan.

Devin menegaskan, SRTG dikelola secara profesional dan tak terpengaruh politik. Dia juga menekankan bahwa Sandi sejak terjun ke politim tak lagi berkecimpung mengurusi perusahaan.

"Untuk pemegang saham yang dimaksud itu sejak dia aktif di bidang politik itu sudah tidak ikut serta dalam manajemen Saratoga," tambahnya.

Selama masa pemilu Saratoga memang cenderung menahan diri untuk melakukan investasi yang menjadi bidang bisnis perusahaan. Setelah Pemilu usai perusahaan berencana untuk mendorong bisnisnya.

PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) pada 2018 menderita kerugian Rp 6,2 triliun. Catatan itu berbanding terbalik dengan 2017 perusahaan mampu meraup laba bersih Rp 3,27 triliun.

Kerugian perusahaan disebabkan adanya kerugian bersih atas investasi pada efek ekuitas atau saham sebesar Rp 7,25 triliun. Pada 2017 di pos itu SRTG meraup keuntungan Rp 2,35 triliun.

Direktur Keuangan SRTG Lany Djuwita Wong mengatakan, sebagai perusahaan investasi, laporan keuangan SRTG mengikuti pedoman PSAK 65 yang perhitungannya mengharuskan pencatatan portofolio saham.

"Sehingga kita mengalami kerugian itu secara buku, bukan terealisasi," ujarnya di Gedung Cyber 2, Jakarta, Rabu (22/5/2019).

Padahal, lanjut Lany, tahun lalu SRTG mampu mengantongi penghasilan dividen sebesar Rp 900 miliar dari perusahaan yang diinvestasikannya. Dividen itu berasal dari PT Adaro Energy Tbk sebesar Rp 483 miliar, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk Rp 251 miliar dan PT Provident Argo Tbk Rp 117 miliar, serta investee lainnya.

Namun kedua perusahaan yang memberikan dividen besar itu menjadi penyebab kerugian perusahaan di 2018. Sebab saham TBIG dan ADRO mengalami penurunan harga pasar di 2018.

"Kalau dilihat pendapatan dividen kami Rp 900 miliar itu terbesar sejak mencatatkan saham di pasar modal," tambahnya.

Beda Nasib Saham Sandi & Erick Thohir, Petinggi Pertamina Dinonaktifkan

Saham perusahaan milik Erick Thohir, PT Mahaka Media Tbk (ABBA) dalam perdagangan hingga sore ini, ABBA terpantau naik 5 poin (3,52%) ke level Rp 147. Demikian dikutip dari data RTI, Selasa (21/5/2019).

Saham ABBA ditransaksikan 7.228 kali dengan nilai Rp 19,4 miliar hingga sore ini. Pergerakan ABBA berbeda dengan saham PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG), milik Sandiaga Uno, yang hari ini menunjukkan penurunan. Bertepatan dengan pengumuman hasil pilpres 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada dini hari tadi, saham SRTG tercatat turun 130 poin (3,33%) ke 3.770 hingga siang tadi.

Selain soal beda nasib saham perusahaan Erick Thohir dan Sandiaga Uno, berita terpopuler lainnya adalah petinggi Pertamina yang dikabarkan ikut Prabowo ke Brunei Darussalam dinonaktifkan. Mau tahu berita selengkapnya? Baca 5 berita terpopuler deitkFinance berikut ini: 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar