Sabtu, 06 Juni 2020

PDPI Tetap Gunakan Klorokuin untuk Pasien Corona di Indonesia, Ini Aturannya

 Ramai soal ditariknya studi yang membahas soal risiko peningkatan kematian pasien Corona yang diberikan obat anti-malaria klorokuin atau hidroksiklorokuin. Semula, WHO juga meminta negara untuk menyetop riset klinis obat tersebut karena kekhawatiran efek sampingnya.
Di Indonesia sendiri, penggunaan obat klorokuin masih diberikan namun dengan beberapa pertimbangan untuk meminimalisir risikonya. Disebutkan juga bahwa pemberian klorokuin tidak menunjukkan efek samping seperti yang ditujukkan dalam studi tersebut.

"Pemberiannya sepanjang di luar riset, PDPI juga sudah mengeluarkan edaran bahwa pasien COVID-19 atau PDP dapat menggunakan klorokuin atau hidroksiklorokuin sesuai protokol tata laksana sudah disepakati dengan dosis yang ada dengan aturan pembatasannya," kata Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) dr Agus Dwi Susanto, SpP(K) saat dihubungi detikcom, Jumat (5/6/2020).

Adapun pembatasan yang dimaksud antara lain:

- Pengawasan dengan EKG
- Tidak diberikan pada pasien dengan penyakit jantung
- Tidak disarankan untuk pasien rawat jalan
- Tidak diberikan pada pasien di atas usia 50 tahun
- Pada anak, diberikan pada kondisi khusus dan dengan pengawasan ketat

Keputusan untuk tetap memberikan klorokuin pada pasien Corona dilakukan setelah analisis 500 pasien COVID-19 dari 10 provinsi di Indonesia menunjukkan tidak adanya kenaikan risiko kematian pada mereka yang diberikan klorokuin ataupun hidroksiklorokuin.

"Yang menjadi isu kemarin kan karena kematian makanya kita kejar, kita cari data. Secara statistik kan nggak berbeda bermakna, maksudnya klaim bahwa klorokuin meningkatkan risiko kematian pada yang menggunakannya di penduduk Indonesia pada 500 pasien COVID-19 tidak terbukti," tutup dr Agus.

Ada 993 Kasus Corona Baru, Ini Wilayah Indonesia yang Nol Kasus Per 6 Juni

 Indonesia kembali mencatatkan penambahan kasus virus Corona COVID-19. Ada wilayah yang melaporkan banyak kasus baru, ada juga yang sama sekali tidak ada kasus.
Hingga Sabtu (6/6/2020) setidaknya sudah ada 30.514 kasus positif virus Corona COVID-19 di Indonesia yang terkonfirmasi. Dari jumlah tersebut, 9.907 orang sembuh sementara 1.801 lainnya meninggal dunia.

Berikut wilayah yang melaporkan tidak adanya penambahan kasus baru pada 6 Juni.

1. Aceh

2. Bengkulu

3. Sulawesi Tenggara

4. Sulawesi Barat

5. Nusa Tenggara Timur

Sedangkan wilayah di Indonesia yang melaporkan peningkatan jumlah kasus terbanyak:

1. Jawa Timur = 286 kasus

2. DKI Jakarta = 104 kasus

3. Sulawesi Utara = 79 kasus

4. Papua = 87 kasus

5. Sumatera Utara = 68 kasus

6. Sulawesi Selatan = 64 kasus

7. Nusa Tenggara Barat = 41 kasus

8. Banten = 36 kasus

9. Kalimantan selatan = 34 kasus

10. Bali = 33 kasus

Hanya Simulasi, DKI Tegaskan Tak Ada Peta Persebaran Virus Corona di KRL

 KRL rute Bogor-Depok-Jakarta jadi sorotan karena disebut-sebut berisiko tinggi terjadi penyebaran virus corona COVID-19. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada hari Kamis (12/3/2020) menegaskan bahwa itu hanya simulasi.
Deputi Gubernur Bidang Pengendalian Kependudukan dan Permukiman, Suharti, menjelaskan bahwa simulasi tersebut menggunakan data-data riwayat kontak pasien dan gejala penyakit.

"Jadi terkait dengan peta yang kemarin beredar, itu bukan persebaran virus di kereta api. Itu adalah hasil dari pemetaan jalur transportasi umum, khususnya untuk KRL dan MRT, yang kami kemudian correlate dengan data-data potensi persebaran," kata Suharti di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2020).

"Itu kami lakukan untuk melakukan mitigasi lebih lanjut. Supaya tahu apa yang kita kerjakan dengan lebih baik lagi," lanjutnya.

PT KCI sebelumnya mengeluarkan pernyataan resmi telah melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi virus corona. Tindakan yang telah dilakukan, di antaranya:

1. Sejak 3 Februari 2020, PT KCI telah melakukan berbagai upaya edukasi untuk mencegah penyebaran virus corona. Hingga saat ini KCI telah memberikan edukasi cuci tangan yang benar, dan membagikan masker kepada pengguna di 36 stasiun.

2. Menyediakan lebih dari 700 botol hand sanitizer untuk 88 rangkaian kereta dan 80 stasiun.

3. Rutin membersihkan seluruh rangkaian kereta seusai beroperasi dengan menggunakan cairan pembersih yang mengandung disinfektan.

4. Menugaskan On Trip Cleaning yang membersihkan rangkaian kereta saat sedang beroperasi melayani pengguna.

5. Materi edukasi dan himbauan di 88 rangkaian kereta dan 80 stasiun.

6. Menyiapkan pos kesehatan di 30 stasiun KRL yang dapat memberikan pertolongan pertama jika pengguna mengalami masalah kesehatan. Di pos ini, pengguna juga dapat mengukur suhu tubuh, mendapatkan masker, hingga obat-obatan. Bila tidak dapat ditangani, petugas kesehatan akan merujuk pengguna ke rumah sakit terdekat.

7. Mewajibkan pegawai frontliner yang berinteraksi langsung dengan pelanggan untuk cek kesehatan termasuk suhu tubuh sebelum berdinas.
http://cinemamovie28.com/uq-holder-episode-10/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar