Senin, 08 Juni 2020

Viral Soal Risiko Kontaminasi Corona di KRL Depok-Bogor-Kota

Penyebaran virus corona sampai saat ini semakin meluas. Hal ini menjadi penyebab semakin bertambahnya pasien suspek maupun yang positif virus tersebut.
Dalam penularannya, virus corona bisa menular dengan droplet atau hanya bisa terjadi saat berada di dekat penderita. Ini sangat mungkin terjadi di sarana transportasi yang tertutup dan padat penumpang. Wilayah KRL 2 yakni rute Bogor-Depok-Jakarta Kota disebut-sebut punya risiko kontaminasi yang tinggi.

Sebuah foto viral menyiratkan hal tersebut. Slide presentasi dalam foto tersebut menyebutkan risiko kontaminasi terbesar terjadi di wilayah KRL-2 atau rute Bogor-Depok-Jakarta Kota. Narasi tersebut tercantum dalam slide berjudul Waspada Risiko COVID-19 via Transportasi Publik.

"Yang pertama di transportasi massal ya, sudah ada," jawab juru bicara pemerintah dalam penanganan virus Corona yang juga Dirjen P2P Kementerian Kesehatan, Achmad Yurianto, di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (11/3/2020).

Selain di transportasi umum atau massal ini, adapun orang-orang yang sangat rentan terhadap virus corona, salah satunya perokok.

"Merokok itu bisa merusak sel dinding sepanjang saluran napas. Ini akan memudahkan kalau terjadi infeksi," jelasnya.

"Ya kalau mau berhenti merokok ya berhenti saja, nggak usah nunggu COVID," imbuhnya.

Ada 7 Kasus Baru Virus Corona di Indonesia, Ini Datanya

Pemerintah mengumumkan ada penambahan 7 pasien positif virus Corona. Sehingga per Sore hari ini (11/3/2020), ada 34 kasus Corona di Indonesia.
"Sehingga hari ini ada penambahan 7 pasien dengan kondisi rata-rata sakit ringan sedang," ujar Juru Bicara Pemerintah soal Penanganan Virus Corona dr Achmad Yurianto saat konferensi pers di Istana Presiden, Rabu (11/3/2020).

Berikut rincian 7 pasien baru Corona di Indonesia:

Kasus 28
Laki-laki (37 tahun)
Tampak sakit ringan sedang
Imported case

Kasus 29
Laki-laki (51 tahun)
Tampak sakit sedang tidak sesak.
Imported case.

Kasus 30
Laki-laki (84 tahun
Tampak sakit sedang.
Imported case.

Kasus 31
Perempuan (48 tahun),
Tampak sakit ringan sedang
Imported case.

Kasus 32
Laki-laki (45 tahun)
Sakit ringan sedang
Imported case.

Kasus 33
Laki-laki (29 tahun)
Tampak sakit ringan sedang
Imported case.

Kasus 34
Laki-kaki usia 42 tahun
Tampak sakit ringan sedang.
Imported case

Seperti diketahui, hingga hari ini ada 34 kasus positif Corona di Indonesia. Dari angka itu, 2 orang sembuh dan 1 dinyatakan meninggal dunia.

Tambah 7 Kasus, Total Sudah 34 Pasien Positif Virus Corona di Indonesia

Pasien yang dinyatakan positif tertular virus corona (Covid-19) bertambah. Ada 7 orang pasien baru yang dinyatakan positif tertular.
"Sehingga hari ini ada penambahan sejumlah 7 pasien," ucap Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto, di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (11/3/2020).

Semua pasien itu disebut Yuri, panggilan karibnya, adalah kasus impor atau imported case. Kasus impor merupakan pasien yang tertular Covid-19 di luar Indonesia.

Tujuh orang pasien baru itu memiliki kode nomor 28 sampai nomor 34. Sebelumnya, Yuri menyebutkan ada seorang pasien positif yang meninggal dunia yaitu pasien nomor 25.

Selain itu ada 2 pasien yang sembuh yaitu nomor 06 dan nomor 14. Dua pasien yang sembuh itu akan disiapkan untuk dipulangkan. Dengan rincian itu maka saat ini pasien yang masih positif yaitu berjumlah 31 orang.
http://kamumovie28.com/studio-2/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar