Rabu, 16 September 2020

Menangis Tiap Malam, Penyiar CNN Curhat Rasanya 2 Minggu Terinfeksi Corona

Brooke Baldwin adalah penyiar CNN AS kedua yang terinfeksi virus Corona. Ia pun tengah rehat dari kerja untuk berusaha menyembuhkan diri dengan isolasi mandiri. Meski tidak dirawat di rumah sakit, Brooke mengalami gejala yang cukup parah. Dalam sebuah esai, ia bahkan mengaku menangis setiap malam.

Penyiar berita tersebut pertama kali mengumumkan dirinya positif Corona awal April. Hingga kini tampaknya gejala-gejala virus COVID-19 masih dirasakannya. Dalam tulisannya terungkap jika penyakit itu bisa sangat menyiksa untuk sebagian orang terutama pada dua minggu pertama.

"Aku berada di tempat yang sangat gelap, terutama ketika malam. Di bawah pengaruh virus Corona, ketika hari hampir berakhir, aku sering menangis, tidak bisa mencegah rasa takut dan isolasi yang aku rasakan akan datang," ungkapnya.

Wanita 40 tahun tersebut mengaku merasa lebih beruntung daripada pasien lain. Namun Brooke Baldwin mengakui bahwa virus tersebut sangat mempengaruhi tubuhnya hingga membuat beberapa bagian tubuh terasa sakit, kehilangan kemampuan merasa, dan mencium yang memang menjadi gejala-gejala awal penyakit ini.

"Aku bisa ingat hari sebelum aku kehilangan kemampuan untuk merasa atau mencium. Aku terus mencium bau acrid ammonia seperti bau pembersih perhiasan. Tapi tidak ada perhiasaan sama sekali. Keesokan harinya, aku tidak bisa merasakan butter asin di roti panggangku dan tidak dapat merasakan peppermint dalam tehku," kata Brooke.

Kebanyakan orang yang terinfeksi virus Corona merasakan kesulitan bernapas. Tapi untungnya Brooke tidak merasakannya. Dikatakan jika hal tersebut merupakan versi baru dari gejala virus Corona karena paru-parunya tampak baik-baik saja. Meski begitu, ia mengaku tetap mengalami demam, kedinginan, nyeri tubuh, hingga pembengkakan di bawah rahang.

"Selain nafsu makan, energiku juga terkuras. Aku tidur dengan mudah 10-12 jam setiap malam, bangun di banyak pagi dengan basah keringat di sprei,"

Namun yang paling membuatnya takut adalah ia tidak pernah tahu kapan virus tersebut akan sembuh dan betapa ia merasa sendiri dengan penyakit itu. "Aku tidak pernah tahu kapan ini akan berakhir. Ini melelahkan, mengerikan, dan membuat kesepian," tambah Brooke.
Untungnya kini Brooke Baldwin hampir bebas dari siksaan virus Corona. Dalam postingan terbarunya, Brooke baru saja dites kembali dan hasilnya negatif. Ia pun berterima kasih kepada dokter dan perawat yang menjadi garda terdepan dalam penanganan wabah ini.

Cerita Manis Pasangan Lansia Sembuh dari Corona, Keluar RS Gandengan Tangan

Lansia termasuk kelompok yang rentan terhadap COVID-19. Ketika terpapar virus Corona, mereka berisiko tinggi mengalami gejala berat, bahkan bisa menyebabkan kematian.
Punya risiko tinggi, bukan berarti para lansia yang terinfeksi virus Corona tidak punya harapan hidup. Tak sedikit pasien COVID-19 berusia di atas 60 tahun yang sembuh dan sehat kembali.

Seperti kisah pasangan suami-istri asal China ini. Li Hongseng (84 tahun) dan istrinya Fu Chunzhi (79 tahun) berhasil sembuh dari COVID-19 setelah lebih dari dua minggu berjuang melawan virus mematikan itu.

Li dan Fu keluar dari rumah sakit pada 24 Februari 2020 dan belum lama ini kembali ke Wuhan Hospital of Traditional Chinese Medicine, tempat di mana mereka dirawat, untuk menunjukkan apresiasi kepada para staf medis di sana. Mereka juga datang untuk pemeriksaan CT scan.

Memakai masker, pasangan yang sudah 60 tahun menikah ini berfoto sambil bergandengan tangan. Seperti dilansir China Daily, dokter menyebut bahwa kisah cinta mereka yang saling mendukung untuk sembuh dari virus Corona sangat menginspirasi.

"Mereka bergandengan tangan saat kami membawanya untuk CT scan. Mereka telah melewati masa-masa berat bersama. Mereka saling mencintai dan kisah cintanya menginspirasi," kata dokter.
https://cinemamovie28.com/flora/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar