Selasa, 15 September 2020

Viral Curhat Netizen Rebutan Hak Asuh Kucing sama Mantan Pacar

Sebuah tweet mendadak viral dan mendapatkan berbagai tanggapan oleh netizen. Seseorang ini curhat kepada akun @subtanyarl karena baru putus cinta. Bukan galau karena kandasnya jalinan kasih, ia bimbang lantaran rebutan hak asuh kucing dengan sang mantan kekasih.
"Guys, aku baru putus sama pacarku :( slm 4th pacaran kami ngasuh kucing, skrg udh ada kittennya 3. jadi totalnya 4. kami ngurusnya barengan krn rumahnya deket2an, kl gini hak asuhnya gmn ya? sm2 mau induknya :( Tanyarl," begitu cuitan tersebut.

Waduh pelik juga situasinya ya, detikers. Setelah tweet ini viral, berbagai komentar dan saran pun berdatangan.

"Sian mengnya kecil kecil udah harus milih ikut siapa," kata @ayaaahehe.

"Jgn pisah donggg, balikan aja kasian anabul kalian nanti masa depannya nggak baik, broken home gitu:(" sahut yang lain.

Hmm kalau kamu di posisi orang yang curhat ini kamu bakal mencari jalan keluar seperti apa, detikers? Ada saran?

Cari Duit dari Jualan Otak Ponsel Sedunia Ala ARM

 Nvidia resmi mengakuisisi ARM senilai USD 40 miliar atau hampir Rp 600 triliun. Sebenarnya, ARM itu apa dan bagaimana model bisnisnya sih?
Sebelum menerka dampak akuisisi tersebut ke industri, kita harus mengetahui dulu bagaimana ARM beroperasi dan bagaimana model bisnis mereka. Pasalnya, tak banyak yang mengetahui apa itu ARM, padahal, mereka ada di banyak perangkat elektronik yang saat ini beredar di pasaran, ponsel adalah salah satunya.

ARM, sebelumnya bernama Advanced RISC Machine -- berasal dari Acorn RISC Machine, adalah perusahaan yang mengembangkan dan membuat arsitektur untuk otaknya komputer, alias prosesor, system on a chip (SoC), dan sejenisnya.

Model bisnis mereka adalah menjual arsitektur tersebut ke perusahaan lain. ARM menawarkan beberapa jenis lisensi yang berbeda, yaitu POP, prosesor, dan arsitektur. Berikut ini penjelasannya.

Lisensi prosesor adalah lisensi untuk menggunakan prosesor, GPU, atau system on a chip (SoC) yang didesain oleh ARM. Pengguna lisensi tersebut tak bisa mengubah desain 'otak' itu, namun bisa mengimplementasikannya sesuka mereka.

Contohnya adalah Samsung Exynos, yang memakai prosesor ARM Cortex, di mana ARM memberikan instruksi untuk mengimplementasikan desain ini ke silikon sampai akhirnya berbentuk prosesor atau chip.

Lalu processor optimization pack (POP) adalah lisensi prosesor tahap selanjutnya, yang ditujukan untuk perusahaan yang tak bisa melakukan implementasi prosesor tersebut secara fisik. Jadi ARM menjual desain prosesor yang sudah dioptimasi, dan pembelinya tinggal membawa desain tersebut ke pabrik untuk diproduksi menjadi sebuah chip.

Lalu jenis lisensi terakhir adalah arsitektur. Di skema ini, ARM hanya akan menjual lisensi penggunaan arsitektur mereka, seperti ARMv7, ARMv8, dan pembeli lisensi tersebut bebas menggunakan arsitektur tersebut untuk membuat chip sesuka mereka.

Skema inilah yang dipakai oleh Qualcomm untuk memproduksi lini system on a chip Snapdragon berbagai seri, dan juga dipakai Apple di berbagai chip buatannya, termasuk SoC seri A untuk iPad dan iPhone, serta Apple Silicon yang bakal menjadi otak untuk jajaran perangkat Mac yang akan datang.

Jadi dengan bermacam skema lisensi yang ditawarkan ARM ini, mereka ini bisa dibilang adalah perusahaan di balik otak yang dipakai di berbagai perangkat elektronik yang ada di dunia.

Sementara Nvidia juga bukan perusahaan kemarin sore. Meski di kelas end user mereka hanya dikenal sebagai pembuat chip grafis atau GPU, Nvidia sebenarnya jauh lebih besar dari itu.

Spesialisasi Nvidia, selain membuat GPU, adalah menciptakan kecerdasan buatan atau AI. Mereka pun punya sejumlah produk yang berbasis ARM, termasuk chip Tegra yang dipakai di Nintendo Switch, Nvidia Shield, dan lain sebagainya.
https://kamumovie28.com/barely-lethal/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar