Sabtu, 18 Januari 2020

Beragam Program Pariwisata Dongkrak Pendapatan Asli Daerah

Daerah-daerah yang sejak awal berkomitmen penuh dengan pariwisata pun kini sudah semakin maju. Hal ini terjadi karena pariwisata terbukti bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Bahkan, sejumlah PAD di beberapa daerah mengalami lonjakan tajam dengan pembangunan infrastruktur dan program-program pariwisata yang tepat sebagai kuncinya.

Sebagai contoh, sejak memiliki Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Kelayang, Kabupaten Belitung, PAD di Belitung meningkat 300% selama 4 tahun. Hal ini disebabkan oleh kunjungan wisatawan melonjak sehingga dampak perekonomian pun kian dirasakan masyarakat.

"Semua tak lepas dari usaha yang telah dilakukan Kementerian Pariwisata untuk menggenjot kunjungan, khususnya di 10 destinasi prioritas. Kami melakukan kebijakan yang disarankan Pak Menpar Arief Yahya, utamanya dengan rumus 3A, yakni atraksi, amenitas, dan akses," ujar Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Belitung Hermanto dalam keterangan tertulis, Kamis (27/6/2019).

Pada 2014, PAD pariwisata Belitung sebesar 7.123.743.384 dan pada 2018 mencapai 20.288.184.459. Sementara jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dan wisatawan nusantara (wisnus) Belitung pada 2014 sebesar 281.049, lalu meningkat 189% pada 2018 menjadi 812.567.

Sejak menjadi destinasi prioritas, atraksi di Belitung dibuat dengan standar internasional. Lalu, Belitung Geopark didaftarkan ke Unesco Global Geopark (UGG) dengan asesor pada Juni 2019 dan penilaian akan diumumkan pada April 2020.

Data-data yang dibutuhkan untuk dossier dan kelengkapan administrasi pun dibantu oleh alumni ITB Bandung sehingga Pemkab Belitung sangat terbantu.

"Kami ingat kata-kata Pak Menpar Arief Yahya, untuk menjadi global player maka harus menggunakan global standard. Maka kami ikuti arahannya," jelas Bupati Belitung Sahani Saleh.

Menurutnya, Belitung memang sudah punya nama atau brand, yakni Negeri Laskar Pelangi karena dipopulerkan oleh Andrea Hirata melalui novel dan filmnya. Tetapi film dan novel itu lebih ke pasar wisnus atau domestik. Sedangkan di luar negeri belum begitu terkenal sehingga harus ada pengakuan dari lembaga dunia yang menjadi kekuatan Belitung, yakni pengakuan dari UNESCO Global Geopark.

Sementara itu, atraksi alam Belitung dengan batu-batu granit berukuran sangat besar itu diproses dan diusulkan ke UNESCO. Jika di level nasional, Belitung sudah masuk. "Tinggal menunggu proses di UNESCO dan kami kawal ketat," ungkapnya.

Lalu dari sisi aksesibilitas, kini ada penerbangan internasional Singapura-Belitung. Ada juga persiapan penerbangan rute baru Kuala Lumpur-Belitung, dan pendekatan dengan alternatif penerbangan langsung lainnya selain dari Jakarta.

"Dari sisi amenitas terus bertumbuh, pembangunan hotel-hotel baru berbintang 4 ke atas. Sehingga wisatawan memiliki alternatif tempat untuk menginap," tambahnya.

Selain Belitung, Danau Toba juga mengalami peningkatan PAD. Contohnya di Kabupaten Samosir, dalam 3 tahun terjadi peningkatan PAD pariwisata sebesar 80%. Semua kabupaten di kawasan Danau Toba juga mengalami hal yang hampir sama.

Tingkat kunjungan wisman dan wisnus ke Danau Toba, Kabupaten Samosir, sebanyak 381.649 orang pada 2018. Kunjungan tersebut naik dibanding tahun 2017 yang hanya 278.059 orang. Masyarakat setempat juga memberikan laporan bahwa penghasilan penduduk mengalami kenaikan.

"Semakin membaiknya infrastruktur perhubungan serta tertatanya objek-objek wisata berdampak kepada meningkatnya kunjungan wisatawan. Ini memberikan dampak luas kepada seluruh masyarakat Samosir secara umum dan khususnya para pelaku usaha di bidang pariwisata," jelas Plt Kepala Dinas Pariwisata Samosir Daulat Nainggolan.

Meningkatnya kunjungan wisatawan ke Danau Toba juga berpengaruh pada PAD Samosir yang bersumber dari sektor pajak. Pajak hotel yang dihimpun pada 2018 sebesar Rp 2,010 miliar, sebelumnya Rp 1,612 miliar. Lalu pajak restoran Rp 1,244 miliar, sebelumnya Rp 1,229 miliar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar