Keliling Jakarta untuk wisata kuliner, sambangi kedai mie ayam ini ya. Konon katanya ini salah satu mie ayam terenak di Jakarta.
Mie ayam merupakan makanan favorit banyak orang yang bisa dengan mudah diperoleh di berbagai penjuru Jakarta. Diantara warung dan restoran yang menyajikan mie ayam, ada satu yang istimewa menurut saya karena berdiri cukup lama sejak tahun 1968.
Berlokasi di jalan RP. Soeroso No. 36, sekilas tidak akan tampak jelas bahwa bangunan berwarna hijau yang ada di sana adalah Restaurant Mie Ayam Gondangdia, sebab tidak terdapat papan nama penunjuk.
Walaupun lokasinya berada di jalan besar, namun untuk mencari lokasi parkir kendaraan memerlukan upaya tersendiri, sebab kendaraan pengunjung tidak diperbolehkan parkir di depan restaurant.Walaupun Mie Ayam Gondangdia masih mempertahankan bentuk bangunannya yang otentik seperti pada saat berdiri pada tahun 1968, namun bagian dalamnya cukup nyaman sebab telah dilengkapi dengan pendingin udara.
Tersedia juga tempat duduk di bagian luar ruangan untuk pengunjung yang merokok.Tidak hanya mie ayam, restaurant ini juga menyajikan aneka macam Chinese food yang tidak kalah lezat, seperti nasi goreng, mie goreng, capcay, sapi lada hitam dan gurame asam manis.Namun tidak lengkap rasanya jika belum mencoba Mie Ayam di restaurant ini yang begitu istimewa.
Selain tekstur mie nya yang lembut, perpaduan ayam cincang dan kuah kaldu yang gurih membuat nafsu makan semakin berselera. Dengan kisaran harga antara Rp 24.000 - Rp 40.000 untuk varian mie nya, harga makanan di tempat ini mungkin agak lebih mahal dibanding mie ayam yang ada di sekitar kompleks rumah, namun untuk ukuran hidangan yang cukup special dan otentik kisaran harganya cukup wajar.
Bagi pengunjung yang tidak membawa cukup uang tunai, tidak perlu kuatir sebab di restaurant ini teredia EDC untuk menerima pembayaran dengan kartu debit ataupun kredit. Bahkan tersedia juga pemesanan makanan dengan ojek online.
Kebudayaan Maluku Makin Eksis di Negeri Kincir Angin
Kebudayaan Maluku makin mendapat tempat di hati warga Belanda. Ratusan pengunjung acara WorldProef Culture dibuat terpukau dengan budaya Maluku.
Group Heka Leka Maluku menarik perhatian dan memukau ratusan pengunjung pada acara festival WorldProef Culture yang digelar, Minggu (7/7) akhir pekan lalu. Acara ini bertempat di Oranjepark, Apeldoorn, Belanda.
Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Belanda, I Gusti Agung Wesaka Puja turut hadir dan berkesempatan menyanyikan berbagai lagu Maluku bersama dengan masyarakat Maluku di Belanda seperti lagu Lembe-lembe, Hena Masa Waja dan Lah Pagi Hari.
Dalam rilis pers yang diterima detikcom, Selasa (9/7/2019), Dubes Puja menyatakan bahwa KBRI Den Haag mengapresiasi dan berterima kasih atas penampilan luar biasa yang dilakukan oleh panitia dan kerja sama yang baik dari tahun ke tahun.
"Event internasional yang unik dan menarik, ke depan KBRI Den Haag berkomitmen untuk terus hadir di kegiatan ini, dan berharap kegiatan ini akan makin mempererat dan meningkatkan kerja sama antara Indonesia dan Belanda," tegas Dubes Puja.
Kedutaan Besar Republik Indonesia berpartisipasi pada acara ini bekerja sama dengan yayasan pendidikan non-profit, Heka Leka Maluku dan Vrienden van Heka Leka yang merupakan Tim Kerja Heka Leka di Belanda.
Dalam acara ini, Heka Leka memamerkan pula berbagai kerajinan khas Maluku seperti kain tenun, kalung, anting kerang, kaos dengan desain khas Maluku serta sejumlah kuliner seperti rujak, kenari dan gula merah Saparua.
Kegiatan juga diramaikan dengan penyambutan salah satu biker muda yang datang langsung dari Ambon, Stanly Ferdinandus yang hadir dan menjadikan WorldProef sebagai garis Finish setelah menempuh jarak 462 Km. Penyambutan begitu istimewa karena dilakukan dan disaksikan langsung oleh Duta Besar RI, ketua panitia acara WorldProef dan disaksikan oleh seluruh pengunjung.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar