Sejumlah maskapai bujet mulai menurunkan harga tiket mulai hari ini, Kamis (11/7). Traveloka menilainya sebagai 'angin segar'.
Seperti yang diungkapkan oleh CEO Transport Traveloka, Caesar Indra bahwa hal ini berdampak pada traffic atau siklus penjualan. Begitupun dengan layanan agen digital.
"Saya rasa kalau dengan penurunan harga pasti ada peningkatan traffic-lah. Penjualan pasti akan meningkat," ujarnya saat ditemui detikcom di Hotel Pullman Jakarta, Kamis (11/7/2019).
Caesar menambahkan, bahwa semua tiket kembali kepada pihak maskapai. Sejumlah kebijakan penurunan pun juga mengikuti regulator dan penyedia layanan.
"Kami mengikuti kebijakan airlines. Apa yang diberikan airlines pasti kami akan lakukan," tambah dia.
Caesar mengatakan, dengan adanya penurunan harga tiket pesawat ini diharapkan dapat menjadi harapan bagi industri pariwisata. Hal ini, karena maskapai atau layanan pesawat memiliki dampak signifikan dalam transportasi Indonesia.
"Ini membawa angin segar kepada seluruh industri pariwisata. Karena itu akan membantu tourism jadi turis bisa pergi ke daerah, juga bisa membantu perhotelan," tambahnya.
Menurur Caesar, meski belakangan harga tiket pesawat dianggap melambung tinggi, penjualan tiket domestik mengalami kenaikan.
"Q1 masih meningkat 30 persen, untuk Traveloka ya di pemesanan domestik," ujarnya.
Seperti yang diketahui, pemerintah sebagai regulator dan maskapai mulai membuat strategi untuk menjual harga tiket pesawat lebih terjangkau. Maskapai bujet diminta menurunkan harga pada penerbangan di hari Selasa, Kamis dan Sabtu pukul 10.00-14.00.
Menhub: Selain Wisatanya Indah, Kuliner Labuan Bajo Juga Asik
Bagi wisatawan yang berkunjung ke Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak hanya akan menikmati indahnya wisata alam, tapi juga wajib menikmati wisata kuliner saat malam hari. Selain tempatnya yang asik, ikan bakarnya pun sangat khas.
Seperti yang dilakukan oleh Menteri Perhubungan (Menhub) saat mendampingi Presiden Jokowi makan malam di Pantai Labuan Bajo. Menurut Budi Karya wisata kulinernya luar biasa.
"Saya menemani Presiden makan malam di Pantai, suasananya dan kulineranya asik. Walaupun dalam bentuk warung tenda, tapi banyak bule-bule yang makan," kata Menhub di TPI Pelabuhan Bajo, Kamis (14/7/2019).
Sepanjang pinggir laut di dekat pelabuhan berjejer warung tenda yang menyediakan ikan bakar dan jenis makanan sea food. "Saya rasa ini sangat potensial, banyak bule menikmati ikan bakar khas Labuan Bajo," ungkap Menhub.
Selama kurang lebih 1 jam, rombongan Presiden menikmati suasana malam Labuan Bajo. Warga pun berkerumun melihat langsung Presiden yang tak ada jarak dengan rakyatnya. Warga juga berebut untuk berfoto dengan Presiden dan para menteri, terutama Menhub Budi.
Sebelumnya Menhub Budi mengatakan wisata Labuan Bajo akan menjadi wisata premium. Oleh karenanya beberapa infrastruktur segera digenjot. Fokus utama adalah bandara dan pelabuhan skala internasional.
"Pak Presiden apresiasi sekali dengan potensi alam yang ada di sini. Dan minta Kemenhub khususnya untuk melakukan ini dengan detail, cepat dan ini bisa menjadi wisata premium," kata Menhub.
Jika arahannya seperti itu, maka bandara dan pelabuhannya harus berkualitas premium. Caranya kata Menhub dengan mengundang operator internasional agar bisa memanage dengan baik.
"Seperti pelabuhan, agar ada pemisahan antara barang dengan manusia, sehingga ini menjadi premium. Sektor pendukung lainnya seperti hotel juga harus dijaga, agar bisa berubah menjadi premium," ujarnya.
Saat ditanya terkait dengan wisata premium, Menhub mengatakan bukan memilah-milih. Manado misalnya bisa dikatakan wisata masif. Jika wisata premium targetnya tentu turis dari Bali, Singapura dan Malaysia.
"Kalau sekarang sudah Rp 100 ribu, dalam waktu tidak sampai tiga tahun kita harapkan sampai Rp 1 juta. Dan Labuan Bajo bisa menjadi lokomotif wisata premium," papar mantan Dirut AP II ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar