Minggu, 19 Januari 2020

Ini Beberapa Kesamaan Unik Traveler di Asia Pasifik

Perkembangan teknologi kian mengubah trend banyak traveler, tak terkecuali di Asia Pasifik. Menarik ada beberapa kesamaan di kalangan traveler Asia Pasifik.

Ada ungkapan populer, kalau teknologi mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat. Hanya dalam dunia traveling khususnya di Asia Pasifik, keberadaan teknologi menjadi benang merah yang menyatukan para traveler.

Diungkapkan dalam riset terbaru Amadeus, satu dari 10 besar perusahaan teknologi yang bergerak dalam sistem distribusi global (Global Distribution System) dalam perbincangan dengan sejumlah rekan media di kantornya, UOB Building, Jakarta, Senin (24/6/2019), ada benang merah di antara traveler di Asia Pasifik.

"Tidak ada dua traveler yang sama, begitu juga dengan dua perjalanan yang sama. Setiap traveler punya motivasi, perilaku dan persepsi berbeda soal traveling," ujar GM Amadeus untuk Indonesia, Andy Yeow.

Dijelaskan Andy, hadirnya media sosial dan saluran online lain pun turut berkontribusi pada persamaan perilaku tersebut. Terutama terkait soal kebiasaan hingga pencarian inspirasi.

"Mereka suka membagikan data personal demi pengalaman jalan-jalan. Mencari inspirasi dari mulut ke mulut serta penyedia jasa wisata, tapi juga mengecek media sosial dan situs perjalanan," jelas Andy.

Kehadiran saluran online seperti Youtube dan lainnya pada momen yang tepat juga seringkali berhasil merebut perhatian traveler di Asia Pasifik. Nyatanya, traveler di Asia Pasifik memang tak jauh beda.

"Konten yang benar lewat saluran yang tepat di waktu yang tepat," ujar Andy.

Apakah traveler juga merasakan kesamaan di atas saat sebelum, tengah dan sesudah bepergian?

Festival Crossborder Keerom Dimeriahkan Band Ska dari Ibu Kota

Band ska kebanggaan Ibu Kota, Monkey Boots tampil memukau di Festival Crossborder (FCB) Keerom, Papua. Deretan lagu-lagu terbaik seperti Big Monkey dan Sederhana pun sukses dibawakan hingga membuai penonton.

Personel Monkey Boots tampak terpukau dengan suguhan alam Keerom. Selain itu ia juga mengagumi budaya dan masyarakat setempat.

"Keerom luar biasa. Alamnya keren, budayanya apalagi. Masyarakatnya pun luar biasa. Ini bukti Kemenpar begitu memperhatikan pariwisata di seluruh Indonesia," ujar Vokalis Monkey Boots Edwin Jenggo dalam keterangan tertulis, Senin (24/6/2019).

Pada event yang digelar Minggu (23/6) kemarin, para personel Monkey Boots mengajak masyarakat Keerom untuk berperan aktif dalam memajukan pariwisata. Sebab tanpa peran aktif masyarakat, pariwisata di perbatasan tidak akan berjalan dengan baik.

"Yang paling simple itu hadapi wisatawan dengan senyuman. Kalau kita ramah, wisatawan pasti betah. Imbasnya tentu semakin banyak wisatawan yang datang ke Keerom. Biasanya disebut dengan hospitality," kata Edwin.

Bukan penampilan Monkey Boots saja, berbagai persembahan budaya pun tak luput dihadirkan dalam event ini. Misalnya parade tarian tradisional dari mulai adat Papua hingga Jawa yang seolah menjadi sebuah gambaran kekayaan budaya di Keerom.

Menurut Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional III Kemenpar Muh. Ricky Fauziyani, Kemenpar akan terus menyajikan acara yang menarik di perbatasan. Hal ini bertujuan untuk semakin menghidupkan sektor pariwisata di perbatasan Indonesia seperti Keerom.

"Festival crossborder selalu penting, terutama untuk menaikkan jumlah kunjungan wisman. Kalau jumlah kunjungan wisman naik, maka perekonomian masyarakat akan tumbuh melalui beragam transaksi. Untuk itu, kami berikan konsep hiburan terbaik," ujar Ricky.

Ia juga mengatakan atraksi ini tentunya akan memperkuat berbagai keunggulan pariwisata Keerom dan Tanah Papua. Ia juga mengingatkan pentingnya CEO commitment untuk semakin mempercepat laju pariwisata di Keerom dan sekitarnya.

"Pariwisata itu cara cepat mengangkat perekonomian daerah. Apalagi Keerom memiliki potensi melimpah. Dukungan dari pusat pun kuat. Infrastruktur terus digenjot. Atraksinya terus didukung Kemenpar seperti halnya Festival Crossborder yang digelar kali ini. Nah, sekarang tinggal keinginan daerah untuk bersama maju lewat pariwisata," ujar Ricky.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani mengatakan bahwa Keerom memiliki potensi wisata yang harus terus dikembangkan. Dengan itu, kemudahan akses yang dimilikinya akan semakin bisa menjaring wisatawan asal Papua New Guinea (PNG).

"Keerom memiliki banyak potensi wisata. Wisata alam, Keerom memiliki Danau Love yang saat ini sedang hits. Ada juga air terjun Walukubun, serta Taman Wisata Waisamba. Potensi agrowisatanya juga sangat baik dengan perkebunan buah naga yang melimpah. Ini harus dimaksimalkan oleh daerah," ucap Rizki.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar