Senin, 20 Januari 2020

Maknai HUT ke-492 Jakarta dengan Napak Tilas Sejarah Sabtu Ini

 Ada banyak cara untuk memaknai HUT ke-492 Jakarta Sabtu ini. Salah satu caranya lewat napak tilas sejarah.

Apabila ada komunitas pecinta sejarah non-profit yang begitu mengidolai Jakarta sebagai inspirasinya, maka komunitas Ngopi (di) Jakarta atau Ngojak adalah salah satunya.

Berangkat dari semangat sebagai wadah belajar bersama tentang Ciliwung sebagai hulunya Jakarta, komunitas Ngojak rutin mengadakan acara jelajah Jakarta bagi individu-individu yang ingin mengenal ibukota lebih dari pamflet wisata.

Berkenaan dengan HUT Jakarta ke-492, komunitas Ngojak pun kembali menghadirkan kegiatan jalan bareng 'Wisata Alternatif Unggulan Jakarta Timur' yang tercipta bareng Dinas Pariwisata dan Budaya Jakarta Timur pada Sabtu ini, 22 Juni 2019.

Salah satu founder Ngojak, Ali Zaenal, mengatakan bahwa acara jelajah kali ini turut meramaikan ultah Jakarta saat dihubungi detikcom via pesan singkat, Jumat (21/6/2019).

"Edisi ini melirik beberapa tempat yang mewakili masa lalu dan masa kini. Menyeragamkan sama tema ultah Jakarta, Wajah Baru Jakarta," ujar Ali.

Dalam acara Sabtu ini, Ngojak akan menjelajahi destinasi wisata di kawasan Jakarta Timur seperti Gedung Meester Cornelis Senen yang kini menjadi Taman Benyamin Sueb, Jakarta Gems Stone, Gereja Koinonia, makam Pangeran Ahmad Jaketra hingga Velodrome dan Jakarta Equestrian sebagai simbol modern wajah baru Jakarta.

Dari sejumlah destinasi tersebut, makam Pangeran Ahmad Jaketra menjadi salah satu highlight penjelajahan. Sejarahnya, Pangeran Ahmad Jaketra punya andil langsung akan asal muasal nama Jakarta dewasa ini.

"Pangeran Jacatra ini kaitannya sama Fatahillah yang merebut Sunda Kelapa. Beliau ini lebih ke gelar penguasa Jayakarta pada saat itu. Fatahillah sendiri merupakan pemegang gelar pertama Pangeran Jayakarta. Nah makam Pangeran Ahmad Jaketra atau Pangeran Jacatra yang ada di Jatinegara Kaum itu pemegang gelar Pangeran Jayakarta ke-4," ujar Ali.

Untuk acara kali ini, pihak Ngojak pun menyediakan 80 slot serta 7 pengurus sebagai moderator. Siapa pun bisa ikut serta mengenal Jakarta, karena tidak dipungut bayaran untuk belajar dan mengenal ibukota. Hanya saja, slotnya sudah penuh karena tingginya antusiasme warga.

"Peserta biasa memang sudah close, 24 jam habis," ujar Ali.

Menariknya lagi, acara penjelajahan kali ini turut diramaikan dengan peserta spesial seperti sejarawan dan budayawan Candrian Attahiyyat serta Scott Merrillees. Traveler tentunya bisa belajar lebih banyak dari mereka langsung.

Karena Jakarta sejatinya merupakan melting pot dari banyak kebudayaan yang menjadi rumah untuk kita tinggali dan pelajari bersama, khususnya di HUT yang ke-492 Jakarta akhir pekan ini.

Selamat! Trans Resort Bali Menjadi Resor Nomor 1 di Pulau Dewata

Salah satu cabang Trans Resort yang terkenal di Pulau Dewata mendapat penghargaan sebagai yang terbaik dikelasnya. Predikat ini diperoleh dalam ajang Bali Tourism Awards.

Kabar baik datang untuk Trans Resort Bali. Menurut rilis yang diterima detikcom dari Trans Resort Bali, Jumat (21/6/2019) Penginapan bintang lima ini mendapatkan predikat sebagai resor terbaik di Pulau Dewata dalam ajang Bali Tourism Awards yang diselenggarakan pada Senin, 27 Mei 2019. Trans Resort Bali Bersaing melawan jaringan hotel internasional seperti Royal Tulip Springhill Resort Jimbaran dan Courtyard by Marriot Bali Seminyak.

Predikat resor terbaik di Bali ini diberikan untuk periode tahun 2019/2020 oleh Bali Tourism Awards. Pemberian gelar diadakan di The Grand Ballroom, The Trans Resort Bali.

Bali Tourism Awards pun didirikan oleh Indonesia Travel and Tourism Awards (ITTA) tahun 2015. Tujuan dari pembuatan penghargaan yakni untuk menghargai pencapaian hotel, resor, agen perjalanan dan pelaku wisata yang ada di Indonesia. Dalam ajang ini, lebih dari 90 hotel dan resor berpartisipasi dalam 32 kategori.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar