Senin, 20 Januari 2020

Timor Tengah Selatan yang Masih Alami

Kabupaten Timor Tengah Selatan adalah surga dari Provinsi NTT. Banyak tempat indah di sana yang belum diketahui traveler.

Kabupaten Timor Tengah Selatan adalah salah satu kabupaten yang terletak di Provinsi NTT. Kabupaten ini memiliki sejumlah tempat wisata alam yang tentunya masih alami.

Tempat wisata alam yang terdapat di kabupaten ini antara lain Hutan Ampupu. Pemandangan Hutan Ampupu ini seakan berada di luar negri. Lalu ada wisata alam dari Bukit Bunium. Pemandangan alam dari perbukitan ini sangat-sangat mempesona. Warna kuning keemasan dari perbukitan ini sangat memanjakan.

Ada Hutan Bonsai Fatumnasi adalah satu-satunnya hutan bonsai di Indonesia yg memiliki umur ratusan tahun. Kemudian ada pemandangan indah dari puncak Desa Fatuulan, bak negeri di atas awan.

Ada juga Gunung Mutis, satu-satunya gunung tertinggi di Pulau Timor. Pemandangan dari puncak Mutis ini memang tak ada duannya. Pemandangannya sangat-sangat menakjubkan.

Ayo Menjelajah Dubai!

Dubai di Uni Emirat Arab adalah kota yang sangat cantik nan indah untuk dinikmati. Mata kita akan dimanjakan dengan pemandangan yang luar biasa.

Dari gedung-gedung tertinggi, mal yang terbesar dan terlengkap serta gurun pasir yang indah untuk berfoto, semuanya ada. Kota gurun ini disulap menjadi kota modern yang sangat luar biasa dan mewah.

Banyak hal yang akan kita lakukan di sana. Dari mencoba kuliner khas Uni Emirat Arab, naik ke salah satu gedung yang tertinggi di dunia dan akan dimanjakan dengan berbelanja di salah satu mal terbesar di dunia, Mall of Dubai.

Di dalam mal tersebut, ada salah satu wisata alam akuarium hiu terbesar yang sangat luar biasa. Kita akan dilihat oleh ikan-ikan saat berbelanja.

Jika nanti ke Dubai, banyak tempat wisata lainnya. Sayang jika kita ke Dubai belum merasakan bermain di gurun pasir sambil menikmati matahari tenggelam. Itu adalah pengalaman yang tak terlupakan jika kita kembali ke Tanah Air.

Luwuk, Surga Tersembunyi di Sulawesi Tengah

 Indonesia memang selalu banyak memberikan kejutan dalam setiap destinasinya. Ketika Bali dan Lombok dengan segala keindahannya telah memukau, ternyata masih ada tempat lagi yang membuat kita sulit berkata-kata.

Luwuk, sebuah kota di Sulawesi Tengah yang bahkan belum pernah saya dengar sebelumnya. Memang, sudah hampir 2 tahun yang lalu saya mengunjungi Luwuk, tapi menurut saya, belum ada destinasi lain yang pernah saya kunjungi yang mengalahkan kecantikan dari Pulau Tinalapu di Luwuk.

Perjalanan dari Jakarta menuju Luwuk menggunakan pesawat cukup panjang, karena harus transit di Bandara Sultan Hassanudin, Makassar terlebih dahulu lalu lanjut menggunakan pesawat kecil ke Bandara Syukuran Aminuddin Amin. Bandara ini terletak di pinggir laut sehingga pemandangannya tidak kalah cantik walaupun Bandaranya sangat sederhana.

Sepanjang perjalanan dari bandara ke Kota Luwuk sangat indah dengan pemandangan laut. Begitu tiba di kota, mata saya tertuju pada salah satu logo makanan cepat saji khas Amerika. Selain itu, hotel bintang 3 dan 4 pun tidak sulit untuk ditemukan di kota ini. Hal ini sangat menarik bagi saya, karena berarti perkembangan kota ini sudah cukup maju dan akan terus berkembang.

Keesokan harinya, saya bersiap menuju ke Pulau Tinalapu. Perjalanan menggunakan mobil ditempuh selama kurang lebih 2 jam dengan jalan berbatu, cukup sempit dan berkelok. Medan jalan yang cukup sulit dengan sisi kanan dibatasi oleh tebing dan bukit sedangkan di sisi kiri dibatasi oleh laut lepas. Meskipun panjang, tetapi sepanjang jalan cukup indah untuk dilalui. Sesampainya di sebuah rumah makan yang berada di pinggir laut, kami langsung menaiki kapal cepat sederhana berkapasitas 10 orang.

Perjalanan 20 menit menggunakan kapal cepat sedikit demi sedikit membawa kami ke tengah laut dan dari kejauhan kami melihat sebuah pulau yang dikelilingi oleh perairan dengan gradasi warna yang indah. Untuk menginjakkan kaki di pulau tersebut, kami harus berpindah dari kapal cepat menggunakan perahu nelayan berkapasitas 3 orang agar tidak merusak terumbu karang di sekitar pulau tersebut.

Perjalanan panjang yang terbayarkan dengan lunas. Pemandangan yang sangat indah dari pulau, kita dapat melihat lautan dangkal yang berwarna hijau kebiruan. Saya tidak sabar untuk snorkeling dan melihat pemandangan bawah laut dari Pulau Tinalapu. Ikan-ikan kecil langsung mengerubungi saya dan terdapat banyak terumbu karang yang masih bertumbuh di perairan dangkal ini. Sungguh tidak peduli sengatan matahari yang sangat terik dan waktu yang semakin sore.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar