Rabu, 02 September 2020

Harganya Capai Rp 3 Juta, Seberapa Efektif Masker untuk Cegah Virus Corona?

 Permintaan masker N95 meningkat pesat seiring melonjaknya kasus penularan virus corona di beberapa negara. Bahkan di toko alat kesehatan, beberapa kali stok masker langka.
Ditengah kelangkaan tersebut, ada saja yang mengambil keuntungan dengan menjual masker dengan harga selangit. Pantauan detikcom, di lapak online harga masker N95 tembus Rp 3 juta.

Lalu, seberapa efektif sih sebenarnya penggunaan masker untuk mencegah virus corona?

"Jika itu adalah masker biasa, jawabannya adalah tidak," kata dr William Schaffner, spesialis penyakit menular dari Vanderbilt University, Tennesse, dikutip dari Live Science.

Masker bedah atau masker 'ojol' oleh beberapa pakar disebut kurang efektif dalam mencegah virus masuk ke saluran pernapasan. Sementara untuk jenis N95, banyak yang menyebut lebih melindungi terhadap paparan virus corona 2019-nCoV karena lebih tebal daripada masker ojol.

Tapi, para ahli tidak terlalu merekomendasikan masker N95 untuk penggunaan secara umum. Memakainya dalam waktu lama akan membuat orang sulit bernapas dan merasa sesak.

Menurut dr Diah Handayani, spesialis paru dari RS Paru Persahabatan, masker N95 dibutuhkan pada situasi yang berisiko tinggo seperti di rumah sakit dan ketika berada di ruangan dengan sirkulasi udara yang buruk. Namun jika dipakai dengan benar, masker ini memang terasa tidak nyaman bagi orang kebanyakan.

"Kalau nggak nyaman, malah buka pasang juga," katanya.

Haruskah Menahan Kentut Agar Tak Ketahuan Saat Lewati Thermal Scanner?

Siapa yang belum tahu thermal scanner? Thermal scanner ini sebenarnya berfungsi untuk mendeteksi suhu tubuh manusia. Kementerian Kesehatan RI mengandalkan thermal scanner untuk mendeteksi wabah virus corona baru masuk ke Indonesia.
Belakangan sebuah video beredar soal thermal scanner yang terlihat bisa mendeteksi seseorang yang sedang kentut. Sepintas, masuk akal sih karena gas pencernaan yang kelar dalam wujud kentut memang terasa hangat.

Video yang beredar menyarankan agar penumpang yang melewati Thermal Scanner agar dapat menahan kentut, karena sensor inframerah disebut bisa memantau hal itu. Namun sebagian netizen beranggapan video yang beredar adalah fake. Bagaimana menurutmu?

Berikut 2 macam thermal scanner, dikutip dari CNN:

1. Thermal Gun

Thermal gun ini di bandara digunakan untuk mendeteksi suhu tubuh manusia sebelum turun dari pesawat. Salah satu tanda virus corona adalah demam.

Manusia bisa dikatakan demam ketika suhu tubuh sudah melewati rata-rata suhu tubuh normal, yakni 37,5 derajat. Alat ini berfungsi untuk langsung mendeteksi gejala dan tanda awal virus corona.

2. Thermal Scanner Camera

Thermal scanner ini memiliki kamera yang digunakan untuk mengecek suhu tubuh di seluruh bagian tubuh. Dilansir dari NBC, beberapa bandara menggunakan thermal scanner camera ini digunakan untuk memindai demam tanpa harus menggunakan termometer.

Cara thermal scanner camera adalah seperti kamera biasa. Akan tetapi, kamera ini juga bisa sensitif terhadap panas. Rekaman dari kamera ini muncul di layar video dengan objek yang lebih panas terlihat lebih terang.
https://nonton08.com/it-watches/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar