Sebuah video viral menunjukkan ada pewarna makanan yang terbuat dari serangga. Pewarna tersebut terkandung di dalam beberapa makanan dan minuman yang sering kita jumpai.
Video ini beredar di berbagai platform media sosial. Melalui video tersebut, diinformasikan ada pewarna alami berwarna merah yang dinamakan karmin.
"Karmin atau pewarna merah alami dengan kode E120, terbuat dari kutu daun sesuai yang ada di video tersebut," tulis seorang netizen dalam keterangan video yang diunggahnya.
Apa itu karmin dan dibuat dari apa sebenarnya?
Dikutip dari IAWP Wellness Coach, karmin merupakan pewarna alami yang terbuat dari serangga berjenis cochineal atau kutu daun. Serangga ini biasa hidup di daerah gurun dan menempel di tanaman kaktus.
Untuk membuat pewarna alami karmin, serangga cochineal akan disortir dan dijemur. Selanjutnya, serangga tersebut akan dihancurkan agar warna merah cerah dalam tubuh serangga itu bisa didapatkan untuk kemudian dijadikan pewarna alami.
Apakah pewarna alami karmin aman dimakan?
Pewarna alami karmin secara umum aman untuk dimakan, asalkan kamu tidak memiliki alergi terhadap pewarna ini.
Selain itu, pewarna alami karmin telah mendapatkan izin untuk dikonsumsi oleh Badan Pengawas Obat dan makanan (BPOM). Hal ini tertuang dalam Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat Dan Makanan Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 2013 Tentang Batas Maksimum Penggunaan Bahan Tambahan Pangan Pewarna.
6 Provinsi Nihil, Ini 5 Penyumbang Terbanyak Kasus Baru COVID-19 RI 14 September
Berdasarkan situs resmi Satgas Penanganan COVID-19 pada Senin (14/9/2020), kasus baru Corona di Indonesia bertambah sebanyak 3.141 kasus, sehingga totalnya sudah mencapai 221.523 orang.
DKI Jakarta menjadi provinsi dengan penambahan kasus Corona baru tertinggi sebanyak 879 orang. Sementara posisi kedua ditempati Jawa Timur dengan 343 orang.
Berikut 5 provinsi dengan penambahan kasus Corona tertinggi per 14 September.
DKI Jakarta: 879 kasus
Jawa Timur : 343 kasus
Jawa Barat : 203 kasus
Sulawesi Selatan : 185 kasus
Jawa Tengah : 171 kasus
Adapun 6 provinsi di Indonesia yang tidak ada kasus baru Corona per 14 September adalah sebagai berikut.
Bangka Belitung
Jambi
Kalimantan Tengah
Sulawesi Tengah
Nusa Tenggara Timur
Gorontalo
4 Penyebab Tubuh Masih Terasa Lelah Saat Bangun Tidur
Seharusnya, tubuh terasa bugar dan prima setelah tidur semalaman. Tapi tak jarang, seseorang bangun dengan kondisi lemah dan lesu. Pasti ada yang salah!
Saat tidur, tubuh melakukan recovery untuk mengembalikan kondisi kebugaran. Sel-sel yang rusak karena kelelahan diperbaiki saat seseorang tidur.
Nah jika proses recovery tidak optimal, maka tubuh tidak akan terasa bugar meski sudah merasa tidur lelap sepanjang malam.
Berikut 4 penyebab bangun tidur terasa lelah, seperti dikutip dari berbagai sumber:
1. Kasur
Sebuah penelitian dikutip dari Greatist, menunjukkan bahwa kualitas tidur dan rasa lelah pada tubuh di pagi hari disebabkan oleh kasur yang digunakan. Selain itu, penelitian menemukan kasur yang keras bisa mencegah dari rasa lelah setelah bangun tidur.
2. Suhu ruangan di kamar tidur
Suhu ruangan terlalu panas atau terlalu dingin dapat menyebabkan kegelisahan dan membuat kamu sulit tidur. Suhu ruangan berperan penting dalam kenyamanan saat tidur. Jika kamu gelisah dan sulit tidur, menyebabkan tubuh terasa lelah dan pegal saat bangun tidur.
3. Pola tidur buruk
Membayar hutang tidur saat hari libur merupakan kebiasaan buruk. Ketika kamu mengubah rutinitas tidur, akan mengalami gejala kelelahan seperti jet-lag, mudah mengantuk, dan kebingungan. Jika kamu memiliki hutang tidur, cobalah tidur siang selama 20 menit sehingga tidak mengubah waktu tidur.
4. Tidur dengan mulut terbuka
Jika kamu bangun dengan rasa lelah dan mulut kering, kemungkinan besar disebabkan oleh tidur dengan mulut terbuka. Pernapasan mulut dapat menyebabkan mendengkur dan menghabiskan pasokan oksigen selama tidur. Kadar oksigen yang rendah dapat menyebabkan kelelahan.
https://kamumovie28.com/khun-pan/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar