Selasa, 13 April 2021

Sahur Pertama Cuma Ada Mi Instan? Ini Saran Dokter Agar Lebih Bernutrisi

 Duh, baru hari pertama puasa sudah bangun kesiangan saat sahur! Dalam keadaan darurat dan nggak sempat masak, mi instan jadi andalan menu sahur darurat karena penyajiannya yang praktis dan tidak makan waktu lama.

Sahur ditujukan agar kita kuat puasa seharian. Tapi kalau makan mi instan saja, belum sampai waktu berbuka, perut sudah meronta-ronta pengin diisi.


"Karena sebenarnya mi instan itu merupakan produk karbohidrat olahan sehingga untuk penyerapannya lebih cepat dan bikin kita lebih cepat lapar," kata spesialis gizi klinik dr Diana F Suganda, SpGK, saat berbincang dengan detikcom.


Mi instan mengandung banyak natrium yang sifatnya menarik cairan. Makan mi instan bisa membuat kamu jadi haus seharian. Makin haus, nanti jadinya makin dehidrasi.


Tapi gimana dong kalau memang terpaksa dan terburu-buru lantas yang ada cuma mi instan saja?


"Jika memang terpaksa, kita anggap mi instan itu sebagai karbohidratnya nah harus dilengkapi nih dengan sumber protein misal ditambahkan telur atau bakso. Jangan lupa tambahkan sayuran sebagai sumber serat biar lebih kenyang," paparnya.


Vaksin saat Puasa Tak Bikin Batal, Tapi Tak Dianjurkan Jika Ada 2 Kondisi Ini


Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyebut vaksinasi COVID-19 tidak akan membatalkan puasa. Namun, ada beberapa hal yang bisa membuat seseorang gagal untuk vaksin saat puasa.

Juru bicara vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizi, ada dua hal yang bisa membuat seseorang batal atau ditunda untuk mendapatkan vaksinasi COVID-19.


"Nanti akan dilakukan skrining pada sasaran vaksinasi. Kalau nanti dilihat memang, misalnya terlalu lemas mungkin karena puasa atau tekanan darahnya terlalu rendah, maka vaksinasi ini kemungkinan akan ditunda," kata dr Nadia dalam konpers Kementerian Kesehatan RI Senin (12/4/2021).


Namun, dr Nadia juga mengingatkan agar masyarakat tidak mendiagnosis kondisinya sendiri jika akan vaksin saat puasa. Ia menganjurkan untuk melakukan skrining terlebih dulu.


"Tapi, kami mengharapkan masyarakat jangan menilai kondisinya sendiri. Datanglah ke sentra vaksinasi terlebih dahulu, akan dilakukan skrining secara teliti oleh tenaga kesehatan untuk kemudian diberikan vaksinasi," lanjutnya.


dr Nadia pun mengingatkan, vaksinasi akan memberikan manfaat yang jauh lebih besar dibandingkan risikonya, terutama menurunkan risiko penularan. Jadi, ia sangat menganjurkan untuk tetap mendapatkan vaksin saat puasa.

https://tendabiru21.net/movies/hardcore-comedy/


Heboh Pengakuan China Soal Vaksin Corona, Kemenkes RI Angkat Bicara


Pejabat China secara mengejutkan membuat pengakuan tentang vaksin Corona yang diproduksi di negaranya. Vaksin-vaksin yang antara lain dibuat oleh Sinovac dan Sinopharm disebut memang kurang manjur menangkal COVID-19.

Pengakuan ini sontak bikin galau mengingat vaksin buatan China sudah banyak dipakai di seluruh dunia. Tak terkecuali di Indonesia, salah satu negara yang sudah banyak menyuntikkan CoronaVac, vaksin buatan Sinovac.


Dalam konferensi pers baru-baru ini, juru bicara vaksinasi Kementerian Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, dr Siti Nadia Tarmizi, memastikan vaksin yang saat ini digunakan sudah memenuhi persyaratan WHO.


"Dari uji klinis di Unpad pun angka pembentukan antibodi yang muncul selama uji klinis tahap 3 yakni 95-99 persen artinya sudah sangat baik," jelasnya, Senin (12/4/2021).


Pengakuan yang meragukan efektivitas vaksin Corona buatan China disampaikan oleh Direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit China, Gao Fu. Pejabat lain menyebut ada rencana membuat vaksin baru berbasis mRNA.


"Setiap orang harus mempertimbangkan manfaat vaksin mRNA bagi umat manusia. Kita harus mengikutinya dengan hati-hati dan tidak mengabaikannya hanya karena kita sudah memiliki beberapa jenis vaksin," kata Gao.


Ide lain yang mencuat adalah mengkombinasikan atau mencampur penggunaan vaksin COVID-19 yang berbeda untuk meningkatkan efikasi. China juga tengah mempertimbangkan langkah ini.


Soal kemungkinan mengkombinasikan vaksin dari jenis yang berbeda, Kemenkes RI memilih untuk tidak buru-buru. Pertimbangan lebih lanjut akan diambil setelah ada publikasi resmi atas penelitian terkait.


"Tentang adanya rencana pemerintah china mencampur vaksinnya, kita tunggu saja karena ini kan masih harus melalui berbagai uji klinis untuk memastikan bahwa ide ataupun inovasi ini memiliki efektivitas," kata dr Nadia.

https://tendabiru21.net/movies/iceman/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar