Selasa, 13 April 2021

Cerita Pilu Seorang Ibu, Bayinya Meninggal di Pelukan

 Seorang ibu trauma usai anaknya tak mendapat pertolongan apapun dari bidan saat lahir. Bidan yang menangani, menjelaskan bayi yang baru lahir di usia kehamilan 21 minggu diyakini tak akan selamat.

Sang ibu, Bethany Lamming, sangat yakin anaknya bisa bertahan hidup jika diberikan kesempatan untuk langsung ditangani karena anak dalam kondisi masih bernapas kala lahir. Namun, ia hanya bisa menangis lantaran tak ada satu pun petugas kesehatan yang kemudian melakukan tindakan pada si bayi.


"Begitu dia lahir, hal pertama yang dikatakan bidan kepada saya adalah 'ingat saja karena dia sebelum 24 minggu, kita tidak bisa berbuat apa-apa'," cerita Bethany, dikutip dari Daily Star, Senin (12/4/2021)


"Tapi dia (bayi) menangis dan bernapas. Matanya memang belum terbuka, tapi selain itu dia adalah bayi normal dengan lima jari di masing-masing tangan, sepuluh jari kaki, dia sempurna."


Ia merasa bayinya diperlakukan tidak adil. Hingga akhirnya sang bayi menghembuskan napas terakhirnya dan meninggal di pelukan Bethany.


"Saya hanya tidak mengerti bagaimana mereka tidak bisa membantunya, setiap kali saya memandangnya saya tidak mengerti, rasanya dia tidak sepenting bayi lainnya," lanjut Bethany.


Hasil investigasi layanan kesehatan setempat menemukan kesalahan pada bidan. Bidan disebut tak terbuka atau terus terang saat anak Bethany harus lahir dalam kondisi 22 minggu dan tak bisa selamat.


"Mereka seharusnya diberitahu secara sensitif tentang hasil yang diharapkan (kelangsungan hidup) untuk Jensen dan keputusan tentang perawatan paliatif yang seharusnya dibuat bersama," jelas otoritas setempat.


"Panel menyimpulkan bahwa staf gagal untuk secara memadai mengakui bahwa Jensen lahir menunjukkan tanda-tanda kehidupan dan, karenanya, merupakan kematian neonatal."


Sementara sang bidan, mencatat kelahiran anak Bethany dengan kondisi mati saat lahir.


"Seharusnya, jika dia menunjukkan tanda-tanda kehidupan tentunya harus pada apakah anak Anda memiliki kemampuan untuk bertahan hidup. Dia bernapas dan memberi kehidupan, tentunya setiap anak yang bernapas dan menunjukkan kehidupan berhak mendapat kesempatan?" protes Bethany.


Rumah sakit seharusnya tidak menjadi pilihan untuk memutuskan apakah dia berhak mendapat kesempatan untuk hidup. Seharusnya itu milik kita," lanjutnya.


Bethany bahkan kini membuat petisi untuk menyelamatkan nyawa bayi yang lahir sebelum 22 minggu. Sementara pihak rumah sakit mengungkapkan duka yang mendalam dan menyesal atas kondisi yang dialami anak Bethany.


"Keadaan seputar kehilangan bayi Jensen sangat menyedihkan dan kami ingin menyampaikan belasungkawa yang tulus kepada Bethany dan keluarganya," Juru bicara Hull University Teaching Hospitals NHS Trust di Inggris.

https://tendabiru21.net/movies/iceman-the-time-traveler/


Sahur Pertama Cuma Ada Mi Instan? Ini Saran Dokter Agar Lebih Bernutrisi


Duh, baru hari pertama puasa sudah bangun kesiangan saat sahur! Dalam keadaan darurat dan nggak sempat masak, mi instan jadi andalan menu sahur darurat karena penyajiannya yang praktis dan tidak makan waktu lama.

Sahur ditujukan agar kita kuat puasa seharian. Tapi kalau makan mi instan saja, belum sampai waktu berbuka, perut sudah meronta-ronta pengin diisi.


"Karena sebenarnya mi instan itu merupakan produk karbohidrat olahan sehingga untuk penyerapannya lebih cepat dan bikin kita lebih cepat lapar," kata spesialis gizi klinik dr Diana F Suganda, SpGK, saat berbincang dengan detikcom.


Mi instan mengandung banyak natrium yang sifatnya menarik cairan. Makan mi instan bisa membuat kamu jadi haus seharian. Makin haus, nanti jadinya makin dehidrasi.


Tapi gimana dong kalau memang terpaksa dan terburu-buru lantas yang ada cuma mi instan saja?


"Jika memang terpaksa, kita anggap mi instan itu sebagai karbohidratnya nah harus dilengkapi nih dengan sumber protein misal ditambahkan telur atau bakso. Jangan lupa tambahkan sayuran sebagai sumber serat biar lebih kenyang," paparnya.

https://tendabiru21.net/movies/a-windfall-trap/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar