Kamis, 16 Januari 2020

Gaet Traveler Milenial, Kemenpar Perkuat Tourism 4.0

Transformasi menuju tourism 4.0 terus diperkuat Kementerian Pariwisata (Kemenpar) melalui Rakornas Pariwisata II tahun 2019. Rakornas ini memperkuat sumber daya manusia Kemenpar menuju era digital 4.0 sebagai persaingan dengan dunia pariwisata global.

"Kunci dalam grand strategi pariwisata era industri 4.0 adalah SDM, dan ini sebagaimana program yang ditetapkan Presiden Jokowi tahun ini yakni fokus pada SDM," kata Menteri Pariwisata, Arief Yahya dalam keterangan tertulis, Jumat (5/7/2019).

Menurut Arief, langkah ini harus dilakukan karena pangsa pasar paling potensial dari pariwisata adalah generasi milenial. Ketidaksiapan dari SDM pariwisata justru membuat pangsa pasar potensial ini akan menjadi tidak terlihat.

"Kalau mau merebut pasar rebutlah generasi milenial. Kalau mau merebut generasi milenial jawabannya adalah digital. Mau tidak mau, suka atau tidak suka semua harus berubah ke arah digital," ucapnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Rakornas II, Ni Wayan Giri Adnyani mengatakan, Rakornas kali ini membahas 3 tema dalam Digital Tourism 4.0. Pertama adalah Curriculum & Delivery Method for Digital Tourism. Tema ini membahas Digital Competence Framework: Best Practice, Digital Curriculum Framework, dan Delivery Method. Kedua adalah Training WIDI Champion 4.0 dan yang terakhir adalah Rencana Implementasi Training WIDI Champion 4.0.

Narasumber yang dihadirkan ada Yuswohady dan Priyantono Rudito(Advisor to MoT), Wawan Dhemanto (SBM ITB/Tim Penyusunan Kurikulum Digital), Elidjen (Binus University/Knowledge Management & Innovation Director), Indrawan Nugroho (Corporate Innovation Asia), dan Rukhsana (Expert/Deloitte Digital Philippine).

"Dari penyelenggaraan Rakornas II tersebut diharapkan bisa dihasilkan masukan untuk menentukan arah kebijakan dan strategi pengembangan SDM pariwisata dalam jangka pendek dan menengah. Di sisi lain bisa dilakukan penerapan program transformasi SDM pariwisata pada 5 unsur pentahelix (akademisi, industri, pemerintah, komunitas, dan media) untuk menuju industri pariwisata berkelas dunia," katanya.

Tenaga Ahli Bidang Manajemen Strategis Kemenpar, Priyantono Rudito mengutarakan hal yang sama. Menurutnya jika sektor pariwisata saat ini memasuki Tourism 4.0 yakni Millennials Tourism, maka membangun SDM-nya pun harus go digital. Inisiatif ini diarahkan untuk menarik segmen millennial travelers yang tumbuh pesat dan nilai devisanya sangat besar.

"Kita tahu millennial travelers adalah segmen yang tech-savvy sehingga pas jika diberi sentuhan teknologi 4.0. Kalau kita tidak menggunakan cara-cara digital sudah barang tentu kita tertinggal oleh para pesaing kita. Malaysia saja berambisi akan menarik wisman hingga empat kali lipat dari sekitar 25 miliar dolar AS saat ini menjadi 110 miliar dolar AS di tahun 2030 dengan digitalisasi sektor pariwisatanya," pungkasnya.

Menpar Apresiasi Anak Buah yang Dapat Penghargaan dari ITB

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata Rizki Handayani menerima penghargaan Ganesa Prajamanggala Bakti Utama dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Penghargaan yang diberikan di Aula Barat ITB, Rabu (3/7) lalu itu dilakukan saat Sidang Terbuka Peringatan 99 Tahun Pendidikan Tinggi Teknik di Indonesia. Adapun, penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Rektor ITB Profesor Kadarsah Suryadi.

Kadarsah Suryadi mengajak seluruh penyelenggara pendidikan untuk mengembangkan pendidikan tinggi teknik dan sains yang aplikatif dan bermanfaat bagi bangsa dan negara.

"Kunci penting dalam menerapkan keilmuan teknik dan sains harus didukung oleh tiga pilar utama, yaitu perguruan tinggi, pemerintah, dan industri," kata Rektor ITB Prof. Kadarsah Suryadi dalam keterangan tertulis, Jumat (5/7/2019).

Kadarsyah juga menilai pemanfaatan pariwisata sebagai ujung tombak pengembangan wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar dirasa sangat tepat. Menurutnya, pariwisata adalah solusi pembangunan bagi Indonesia. Pada kesempatan yang sama, hadir pula penerima penghargaan lainnya, yang berjumlah 28 orang atas nama individu maupun atas nama instansi.

Ganesa Prajamanggala Bakti Utama adalah penghargaan untuk pejabat pemerintah. Terutama kepada mereka yang telah menunjukkan jasa dan pengabdian yang luar biasa dalam jabatan tinggi di pemerintahan.

Penghargaan ini merupakan salah satu kategori apresiasi yang diberikan ITB kepada individu, kelompok/organisasi. Khususnya kepada memberikan sumbangsih bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan memajukan ITB.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar