Kamis, 16 Januari 2020

Januari-Mei 2019, Indonesia Kedatangan 6,3 Juta Turis

Selama Januari-Mei 2019, Indonesia kedatangan 6,3 juta turis. Angka itu meningkat 2,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Menteri Pariwisata Arief Yahya optimis, hingga akhir 2019 jumlah kunjungan turis bisa mencapai target 18 juta. Hal itu lantaran jumlah wisman pada kuartal I/2019 telah melampaui angka psikologis 4 juta kunjungan.

"Sedangkan pada semester satu diperkirakan jumlah kunjungan akan berlipat menjadi 8 juta. Akhir tahun ini kami targetkan 18 juta. Lebih tinggi dari proyeksi Bank Indonesia yang menyebut 17,6 juta kunjungan," katanya seperti dalam siaran pers dari Kementerian Pariwisata, Jumat (5/7/2019).

Peningkatan jumlah turis ke Tanah Air, menurut Arief lebih karena didorong semakin membaiknya perekonomian global ditunjang dengan faktor promosi Wonderful Indonesia yang semakin gencar. Ada beberapa strategi dari Kementerian Pariwisata (Kemenpar) untuk lebih banyak mendatangkan lebih banyak turis lagi seperti cross border tourism, hot deals, tourism hub, dan low cost carrier terminal (LCCT).

"Kemenpar bersama industri pariwisata telah menyiapkan 9 strategi, namun kami akan terapkan 4 strategi utama tersebut untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara pada tahun ini," terang Arief.

Sebelumnya, Kepala BPS, Suhariyanto, mengatakan naik turunnya jumlah turis ke Indonesia lebih disebabkan oleh pola musiman. Ada indikasi penurunan jumlah turis khusus pada Mei 2019. Hal itu teramati juga terjadi pada tahun-tahun sebelumnya dimana jumlah turis juga terlihat mengalami penurunan pada Mei 2019.

"Jumlah turis yang berkunjung ke Indonesia pada Mei 2019 sejumlah 1,256 juta. Dilihat pattern-nya sama dengan tahun sebelumnya lebih karena seasonality yaitu bulan Ramadhan. Dan perlu diingat bahwa pada Mei 2019 Ramadhannya hampir full," ujar Suhariyanto.

Jumlah turis paling banyak tercatat berasal dari Malaysia yakni 1,2 juta kunjungan atau 20,48 persen dari total kunjungan pada Mei. Setelahnya, ada kunjungan turis asal China yang tercatat masih cukup tinggi yakni 882,9 ribu kunjungan atau 13,86 persen dari total kunjungan.

Selain Malaysia dan China, jumlah kunjungan turis terbanyak berdasarkan negara asalnya berturut-turut adalah Singapura sebanyak 739,7 ribu kunjungan atau 11,61 persen, Timor Leste sebanyak 506,3 ribu kunjungan atau 7,95 persen, serta Australia sebanyak 483,9 ribu kunjungan atau 7,6 persen.

Kota di China Ini Larang 'Bikini Beijing'

 Tidak ada lagi 'Bikini Beijing'. Sebuah kota di China ini menyebut para pria yang menaikkan bajunya atau topless sebagai tidak beradab.

Seperti dilansir CNN, Jumat (5/7/2019), setiap musim panas, ketika kota-kota di China semakin berhawa panas, para pria setengah baya di seluruh negeri menggulung kaus mereka di atas perut. Tentunya agar merasa nyaman dan beradaptasi.

Ini adalah gaya yang sangat umum di mana-mana sehingga bahkan mendapat julukan yang indah, yakni Bikini Beijing. Tetapi, di sebuah kota di timur Provinsi Shandong, pecinta Bikini Beijing dan mereka yang tidak memakai atasan sama sekali tidak disukai oleh pihak berwenang setempat.

Pada hari Selasa, pihak berwenang di Jinan, sebuah kota dengan 8,7 juta orang, mengeluarkan pemberitahuan yang memerintahkan masyarakat untuk mengenakan baju mereka di tempat-tempat umum. Pengumuman itu ketika suhu naik ke 36 celcius.

Pemandangan lelaki setengah baya di China yang bersantai di tempat-tempat umum dengan baju digulung dan terlihat perut mereka atau telanjang dada adalah hal yang umum. Tetapi pihak berwenang Jinan bertujuan untuk memperbaiki perilaku tidak beradab itu dan menambahkan bahwa warga telah mengeluh tentang fenomena tidak beradab yang telah merusak citra kota.

Pihak berwenang mengatakan mereka berencana untuk menindak mereka yang berpakaian yang tidak pantas di tempat-tempat umum. Itu termasuk telanjang dada dan terlihatnya bagian tubuh lainnya.

Orang bertengkar di tempat umum, tak tertib antrean, membuang sampah sembarangan, dan berjalan tidak beradab juga menjadi sasaran dari pemberitahuan itu. Tujuannya untuk meningkatkan citra kota.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar