Surabaya punya museum yang tak biasa, Museum Kesehatan namanya. Di dalamnya ada koleksi berupa jailangkung!
Salah satu alasan Museum Kesehatan dibangun adalah melestarikan dan menyimpan benda-benda bernilai sejarah yang berkaitan dengan ilmu medis dan juga memberikan informasi mengenai seluk-beluk ilmu pengetahuan budaya, sejarah, dan IPTEK. Sehingga, masyarakat umum terutama yang bergelut di dunia ilmu kedokteran bisa mempelajarinya.
Tapi kalian pernah nggak sih lihat dengan mata kepala sendiri peralatan yang digunakan untuk menyembuhkan penyakit secara non-medis seperti, Jailangkung misalnya?
Nah, di Museum Kesehatan Dr Adhyatma ini kalian bisa mengetahui banyak kebudayaan di Indonesia yang kerap digunakan untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit.
Sejarah Singkat Museum Kesehatan Dr Adhyatma
Jadi, Dr Adhyatma adalah seorang Menteri Kesehatan RI yang menjabat di periode 1988-1993. Beliau dikenang dengan cara mengambil namanya sebagai nama museum kesehatan ini. Sedangkan, perintis sesungguhnya museum ini adalah Dr. Haryadi Soeparto, asal Rembang, dimana beliau adalah seorang dokter umum berdarah biru yang dianugerahi "kelebihan".
Sebagai lulusan Kedokteran Universitas Airlangga, dosen, pengawas dan peneliti LIPI dan Puslitbang, beliau telah memberikan banyak kontribusi terutama di dunia medis dan sejarah kebudayaan. Cara beliau yang menggunakan ilmu medis dan non-medis telah menolong banyak masyarakat kita terbebas dari berbagai macam penyakit.
Museum ini sebetulnya dirintis oleh Dr Haryadi sejak tahun 1990. Namun baru diresmikan oleh Menteri Kesehatan saat itu, Dr. Sujudi, pada tahun 2004. Museum ini dulunya adalah sebuah rumah sakit kulit dan kelamin.
Awal Mengunjungi Museum
Saat masuk kawasan museum pukul 10.30 WIB, tempatnya itu luas banget dan terlihat bangunan tua namun bersih dan terawat. Sampai saya bingung parkirnya dimana saking luasnya dan juga sepi. Akhirnya saya memarkirkan motor di dekat kantin kecil dan berjalan memasuki museum.
Saya yang menjadi satu-satunya pengunjung museum saat sudah wanti-wanti pada diri sendiri bahwa disini saya mau belajar dan mencari inspirasi. Entah apa yang merasuki saya mengunjungi tempat yang digadang-gadang sebagai salah satu tempat angker di Jatim sendirian!
Saya melihat loket kecil dan ada seorang pria paruh baya di dalam ruangan tersebut. Tidak ada lagi orang selain beliau. Setelah menanyakan apa museum buka (soalnya sepi banget takutnya tutup), beliau meminta uang Rp 1.500 saja sebagai uang masuk museum. Murah banget.
Sedangkan setelah itu, saya diberikan tiket, brosur singkat mengenai museum dan juga poster kesehatan berisi buah-buahan dan manfaatnya. Poster ini bisa untuk main 'Umbul'.
Saya langsung melihat anak panah ke kanan yang ada di kaca loket. Sebelah kanan adalah menuju ke 'Kesehatan Budaya"' Saat saya berjalan ke kanan, si bapak di loket tadi memanggil, "Mbak, mau kemana? Ke arah sini dulu saja". Saya pun putar balik lagi. Dan... Untunglah saya tidak jadi ke tempat itu sendirian.
1. Ruang Kesehatan Sejarah
Sasana Dr Adhyatma
Ini seharusnya menjadi ruang pertama untuk dikunjungi. Saya melihat berbagai macam koleksi album foto dan piagam penghargaan Dr. Adhyatma selaku Menteri Kesehatan kala itu. Terdapat juga Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI terkait berdirinya museum. Kalian juga bisa melihat album foto beliau beserta quotenya. Ada salah satu quote yang saya ingat dari beliau:
"Jangan sampai orang sakit mau berobat tapi bingung dananya dari mana... Caranya dengan dana sehat, yang sehat membantu yang sakit".
Tidak ada komentar:
Posting Komentar