Rabu, 22 Januari 2020

'Penguin' Sampai 'Moana' Hibur Pengunjung di Trans Snow World Juanda

Traveler yang memiliki buah hati bisa menjadikan Trans Snow World Juanda sebagai destinasi libur lebaran. Soalnya, ada pertunjukan 'penguin' sampai 'Moana.'

Menyambut libur lebaran 2019, pihak Trans Snow World Juanda di Margahayu, Bekasi Timur, terus berinovasi untuk memanjakan traveler yang datang dengan keluarga atau si buah hati. Salah satunya melalui penampilan tari dalam balutan kostum nan lucu.

Diungkapkan oleh Operational Supervisor Trans Snow World Juanda, Tira Ayu Lestari pada detikcom di lokasi, Selasa (11/6/2019), ada dua model hiburan berupa tarian yang bisa dilihat pengunjung di lokasi secara langsung.

"Kalau acara khusus untuk periode ini kita biasanya yang sudah berjalan di dalam ada Dance Penguin, lalu ada Moana Dance," ujar Tira.

Untuk informasi, tarian penguin dan Moana itu dibawakan oleh staff Trans Snow World Juanda bagian hiburan atau entertainment yang mengenakan kostum bertema tersebut. Jadi bukan penguin atau Moana di film animasi Disney sungguhan loh ya. Pertunjukan itu pun ditampilkan pada jam - jam tertentu.

"Biasanya di jam genap. Jadi mereka interaksi dengan pengunjung, dance bareng," jelas Tira.

Ke depan, Tira mengungkapkan kalau pihak Trans Snow World Juanda akan mengadakan drama teatrikal seperti di Trans Studio. Semoga bisa terealisasi dalam waktu dekat ini.

Lebih lanjut, Tira mengajak agar traveler yang punya keluarga dan ingin melihat salju untuk datang ke Trans Snow World Juanda. Selain lebih dekat dan berada di dalam negeri, salju yang dihasilkan juga seperti asli dan tak kalah seru dari di negara empat musim.

"Jadi gak usah jauh-jauh ke luar negeri untuk lihat salju, cukup ke Bekasi. Juga khususnya yang mau main ski juga bisa ke Trans Snow World Juanda, mereka bisa main ski dengan trainer-trainer yang dilatih langsung dari pelatih Italia," ajak Tira.

Untuk informasi, pihak Trans Snow World Juanda menerapkan harga Peak Season atau weekend seharga Rp 275 ribu selama libur Lebaran dan libur sekolah. Yakni dari 25 Mei hingga 14 Juli 2019. Trans Snow World Juanda sendiri buka dari pukul 09.00-23.00 WIB setiap harinya.

Viral Tiket Obyek Wisata Dieng Dikeluhkan Wisatawan, Ini Penjelasannya

Curhatan salah seorang wisatawan Dieng viral di media sosial Facebook. Perihal pungutan tiket liar.

Tulisan yang diunggah akun Dwi Erma Kustiani ini hingga saat ini telah dibagikan 1,3 ribu kali dan 1,9 ribu komentar. Pemilik akun ini mencurahkan unek-uneknya saat berlibur di dataran tinggi Dieng saat libur Lebaran beberapa waktu lalu. Saat itu, ia bersama rombongan ingin mengunjungi obyek wisata Kawah Sikidang.

Namun, karena ada pengalihan jalur untuk menghindari macet, ia beserta rombongan harus memutar melalui jalan menuju obyek wisata Telaga Warna.

"Memasuki Kawasan Dieng Kulon dari arah Banjarnegara mobil kami tidak diperbolehkan masuk ke jalur candi arjuna dengan alasan pengalihan jalur... Jadi dengan terpaksa kami memutar melalui jalan menuju arah telaga warna.. padahal sebenarnya tujuan kami adalah Kawah Sikidang yang jelas di situ tertera letak administratifnya ikut Banjarnegara," tulis Dwi Erma Kustiani di status facebook miliknya yang diunggah Minggu (9/6/2019) lalu.

Saat melewati kawasan obyek wisata Telaga Warna, ia bersama rombongan diminta untuk membayar tiket kawasan Rp 10 ribu per orang. Pada saat itu, sempat terjadi perdebatan antara wisatawan tersebut dengan petugas. Sebab wisatawan ini hanya melintas dan tidak ada niatan ke obyek wisata Telaga Warna.

"Nah sekitar 100 m sebelum sampai depan pintu gerbang telaga warna kami di berhentikan oleh mas-mas yang "mengaku" mendapat perintah untuk membayar tiket kawasan 10ribu rupiah per orang... terjadi perdebatan dong antara saya dan mas2 tersebut... secara kita hanya lewat jalan tidak ada 1 km dan jalan tersebut bukan jalan tol, tidak pula dikenai biaya pada setiap harinya (karena saya orang Kec. Batur) jadi paham betul, kemudian untuk masuk ke telaga warna pun masih dikenai biaya lagi...nah terus fungsine MBAYAR ki nggo ngapa?," tanya dia dalam status Facebook tersebut.

Dalam perdebatan, pemilik akun Dwi Erma Kustiani menceritakan penarikan tiket oleh petugas tersebut berdasar pada peraturan daerah dan peraturan bupati. Lantaran tidak mau berurusan lebih panjang, rombongan wisatawan ini akhirnya membayar tiket kawasan tersebut.

"dan mas2 tersebut masih ngeyel dengan membawa2 nama perda dan perbub... karena ibu saya malu anak perempuanya ini mulai ngeyel bahasa sininya dibayarlah uang sebesar 50 ribu untuk sekali jalan tidak ada 1 km," tulisnya.

Ia pun mempertanyakan perihal peraturan yang mengaharuskan membayar jalan di luar jalan tol. Ia juga menyampaikan, hal ini membuat kesan berwisata ke Dieng merupakan wisata 'mahal'. Untuk itu, ia berharap agar pihak berwenang untuk mencari solusi perihal double tiket tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar