Selasa, 21 Januari 2020

Saat Danau Tertua Dunia Membeku

Baikal menjadi salah satu danau air tawar terbersih di dunia. Saat musim dingin tiba, ada beberapa fakta menarik yang ada di balik danau cantik ini.

Danau Baikal sering juga disebut sebagai laut. Hal ini bukan tanpa sebab, karena Baikal punya ukuran luas dan dalam yang fantastis. Danau ini berlokasi di Siberia, Rusia.

Baikal memiliki luas 31.722 km persegi, sedangkan dalamnya sampai 1.700 meter, seperti yang diintip detikcom dari berbagai sumber, Sabtu (16/6/2019).

detikcom ingin mengajak traveler untuk mengenal Danau Baikal lebih dalam. Khususnya di musim dingin.

Mari mulai dengan fakta bahwa Baikal Lake adalah danau tertua di dunia. Danau ini resmi menjadi situs yang dilindungi UNESCO sejak 1996.

Menjadi salah satu dari danau terbersih dunia, Baikal menampung 20 air tawar dunia saat tidak beku. Kalau membeku, danau ini punya fakta menarik yang tak kalah menarik.

Saat musim dingin tiba, Danau Baikal menjadi daratan es yang super cantik. Yang hanya bisa dilihat saat musim dingin adalah gelembung misterius di balik es.

Rupanya, gelembung-gelembung tersebut adalah gas metana. Gas metana dilepaskan oleh algae di bawah danau, menurut NASA.

Semakin dekat dengan permukaan, gas tersebut akan membeku. Jadinya malah unik seperti untaian gelembung dari balik es.

Mungkin kamu pernah melihat danau lain yang membeku di negara lain. Tapi Baikal punya ciri khas. Tak semua wajah Baikal memutih.

Berubah menjadi es, permukaan Baikal memiliki rupa kaca dengan garis-garis putih yang mengurai. Ini adalah salah satu cara Baikal menunjukkan dirinya sebagai salah satu danau terbersih dunia.

Sudah berumur sekitar 25 juta tahun, Baikal Lake akan membeku dengan ketika suhu mencapai -30 derajat. Ketebalan yang dihasilkan bisa sampai 30 inci.

Memang, tak mudah untuk membuat danau ini menjadi daratan sementara. Ketika saat itu tiba, danau ini akan jadi salah satu atraksi musim dingin di Rusia.

Wisatawan boleh berjalan di atas permukaan beku Danau Baikal. Ada pula yang menyempatkan diri untuk bersepada atau berkendara. Tapi jangan sembarangan, karena berkendara melintasi Danau Baikal tanpa ijin adalah ilegal.

Kalau beruntung, kamu bisa melihat gelombang air danau yang membeku. Wujudnya lebih cantik saat berada dalam latar sunrise atau sunset.

Tiga Kota Filipina Masuk Radar Promosi Wisata Kemenpar

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) targetkan tiga kota di Filipina dalam rangkaian sales mission memperkenalkan pariwisata Indonesia. Sales mission akan digelar pertama kali di ibukota Filipina, Manila bertempat di hotel Diammond pada 17 Juni 2019. Selanjutnya di hotel L'Fisher di kota Bacolod pada 19 Juni dan terakhir di Hotel Seda Atri di kota Iloilo pada 21 Juni.

Kabid Pemasaran Area Sulawesi dan Filipina Kemenpar Ni Putu Gayatri, mengatakan bahwa potensi pasar Filipina cukup strategis dan besar dimana negara lain juga turut membidiknya. Gayatri juga mengatakan pihaknya telah menyiapkan awareness campaign dan branding untuk merayu pasar Filipina.

"Kami juga akan menggelar bussines gathering. Juga ada distribusi bahan-bahan dan souvenir promosi pariwisata Indonesia, dan tentunya pertunjukkan kesenian," ucap Gayatri dalam keterangannya pada Minggu (16/6/2019).

Lanjut gayatri, mengatakan selain penguatan branding, sales mission juga akan memprioritaskan potensi transaksi. Sales mission akan mempertemukan tujuh sellers industri pariwisata Indonesia dengan 47 buyers dari Filipina.

Sementara itu, Deputi Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizky Handayani, menuturkan demi memenuhi target kunjungan global, kunjungan wisatawan Filipina harus dioptimalkan.

"Tahun ini targetnya kita naikkan jadi 260 ribu. Untuk menjaga momentum, maka sales selling rutin dilakukan. Kami tidak akan berhenti di sini," ujar Rizky.

Rizky mengutip data Kemenpar yang menunjukkan peningkatan wisatawan dari Filipina mengalami peningkatan tiap tahunnya. Pada 2016 jumlahnya mencapai 149.490 orang dan tahun 2017 mencapai 308.977 orang.

Wisata bahari menjadi buruan wisata yang paling diminati wisatawan asal Filipina. Persentasenya mencapai 22,84 persen. Selanjutnya adventure sebesar 13,37 persen dan eco tourism sebesar 13,36 persen.

"Per kunjungan rata-rata menghabiskan USD 792,75 dan length of stay-nya lima hari. Ini peluang besar yang harus kita maksimalkan," ucap Rizky.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar