Kementerian Pariwisata (Kemenpar) targetkan tiga kota di Filipina dalam rangkaian sales mission memperkenalkan pariwisata Indonesia. Sales mission akan digelar pertama kali di ibukota Filipina, Manila bertempat di hotel Diammond pada 17 Juni 2019. Selanjutnya di hotel L'Fisher di kota Bacolod pada 19 Juni dan terakhir di Hotel Seda Atri di kota Iloilo pada 21 Juni.
Kabid Pemasaran Area Sulawesi dan Filipina Kemenpar Ni Putu Gayatri, mengatakan bahwa potensi pasar Filipina cukup strategis dan besar dimana negara lain juga turut membidiknya. Gayatri juga mengatakan pihaknya telah menyiapkan awareness campaign dan branding untuk merayu pasar Filipina.
"Kami juga akan menggelar bussines gathering. Juga ada distribusi bahan-bahan dan souvenir promosi pariwisata Indonesia, dan tentunya pertunjukkan kesenian," ucap Gayatri dalam keterangannya pada Minggu (16/6/2019).
Lanjut gayatri, mengatakan selain penguatan branding, sales mission juga akan memprioritaskan potensi transaksi. Sales mission akan mempertemukan tujuh sellers industri pariwisata Indonesia dengan 47 buyers dari Filipina.
Sementara itu, Deputi Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizky Handayani, menuturkan demi memenuhi target kunjungan global, kunjungan wisatawan Filipina harus dioptimalkan.
"Tahun ini targetnya kita naikkan jadi 260 ribu. Untuk menjaga momentum, maka sales selling rutin dilakukan. Kami tidak akan berhenti di sini," ujar Rizky.
Rizky mengutip data Kemenpar yang menunjukkan peningkatan wisatawan dari Filipina mengalami peningkatan tiap tahunnya. Pada 2016 jumlahnya mencapai 149.490 orang dan tahun 2017 mencapai 308.977 orang.
Wisata bahari menjadi buruan wisata yang paling diminati wisatawan asal Filipina. Persentasenya mencapai 22,84 persen. Selanjutnya adventure sebesar 13,37 persen dan eco tourism sebesar 13,36 persen.
"Per kunjungan rata-rata menghabiskan USD 792,75 dan length of stay-nya lima hari. Ini peluang besar yang harus kita maksimalkan," ucap Rizky.
Menteri Pariwisara Arief Yahya mengungkapkan bahwa sales mission ini memiliki fungsi strategis. Bukan hanya sebagai branding, tapi juga untuk mengetahui keinginan pasar Filipina.
"Pasar Filipina harus dioptimalkan, apalagi banyak negara yang bersaing masuk ke sana. Dengan sales mission ini kita dapat mengetahui keinginan pasar Filipina. Dan pastinya semua informasi terakhir terkait destinasi akan disampaikan secara gamblang," pungkas Arief.
Dihadiri Jokowi, Pawai Pesta Kesenian Bali Diserbu Wisatawan
Pawai Pesta Kesenian Bali (PKB) 2019 yang digelar kemarin (15/6/2019) berlangsung sangat meriah, terlebih karena acara tersebut dihadiri langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang beberapa kali berbicara bahasa Bali dalam sambutannya. Ribuan orang pun antusias untuk hadir di PKB yang akan berlangsung hingga 13 Juli 2019 mendatang.
Bersama Jokowi, sejumlah pejabat di Kementerian Pariwisata juga terlihat menemani. Di antaranya Ketua Tim Pelaksana CoE Esthy Reko Astuty, Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kemenpar Ni Wayan Giri Adnyani, hingga Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani. Ada juga Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional III Kemenpar Muh. Ricky Fauziyani, dan Asisten Deputi Pengembangan Destinasi Regional III Harwan Ekoncahyo.
Pawai dilakukan di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Denpasar, mulai pukul 14.00 WITA. Jokowi datang mengenakan busana khas Bali lengkap dengan penutup kepalanya. Kehadirannya pun membuat para pengunjung dan wisatawan berebut untuk mengabadikannya.
"Ini event luar biasa. Saya melepas pawai dan membuka Pesta Kesenian Bali ke-41. Semua hal terkait event sudah sangat jelas," ungkap Jokowi dalam keterangan tertulis, Minggu (16/6/2019).
Digelar hampir sebulan, Pesta Kesenian Bali 2019menjadi panggung budaya yang menampilkan berbagai latar dan warna budaya lokal hingga dunia. Tercatat, 5 negara ambil bagian dalam event ini seperti Amerika Serikat, China, dan Singapura.
"Menjadi kehormatan bagi kami mendapat kunjungan Presiden Jokowi. Event Pesta Kesenian Bali ini sangat penting. Sebab, menjadi wahana pelestarian budaya Bali yang merupakan warisan leluhur. Kami juga gembira karena peserta event ini antusias, termasuk dari mancanegara," kata Gubernur Bali Wayan Koster.
Pesta Kesenian Bali menawarkan format workshop, pameran, dan sarasehan dengan total 220 pagelaran. Selain dari kabupaten/kota di Bali, peserta juga datang dari 10 daerah di Nusantara seperti Papua, Jakarta, Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Sumatera Utara, hingga Lampung.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar