Jumat, 17 Januari 2020

Wings Air Tetap Terbang dari Bandara Husein Sastranegara Bandung

Wings Air, anak dari Lion Air Group tetap beroperasi di Bandara Husein Sastranegara, Bandung. Bahkan, akan membuka layanan baru dari sana.

Hal itu diungkapkan pihak maskapai dalam rilis resmi kepada detikcom, Selasa (2/7/2019). Layanan baru dari Wings Air yakni menuju Surabaya dan Yogyakarta dengan layanan yang sudah berjalan sebelumnya yakni ke Jakarta, Semarang, Solo, dan Bandar Lampung.

Penambahan layanan baru di kedua kota masing-masing memiliki dua kali penerbangan setiap hari atau empat kali terbang pergi pulang (PP). Sehingga, secara keseluruhan, Wings Air beroperasi 18 frekuensi PP dari dan menuju Bandung yang akan dilayani menggunakan pesawat ATR.

Wings Air menilai kehadiran layanan penerbangan dari dan menuju Bandung menjadi bagian kesungguhan perusahaan dalam menjembatani antar wilayah. Wings Air akan memberikan nilai lebih kepada travelers, karena waktu tempuh antardestinasi relatif singkat, efektif dan efisien.

Penambahan layanan ke Yogyakarta dan Surabaya memiliki pertimbangan potensi pasar serta diikuti tingginya permintaan yang mengharap alternatif penerbangan langsung. Rute tersebut juga menjadi bagian upaya mendukung program pemerintah dalam meningkatkan pengembangan pariwisata nasional, termasuk kunjungan wisatawan serta pemerataan pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Bandung menjadi salah satu tujuan favorit wisatawan saat mengunjungi kawasan ini dan sekitarnya, seperti MICE (Meeting, Incentive, Convention and Exhibition) dan pendidikan, juga menawarkan beragam objek wisata populer. Untuk menggugah minat traveling, Wings Air akan menambah pengalaman terbang setiap wisatawan dengan sensasi tersendiri menggunakan pesawat tipe ATR 72-500 atau ATR 72-600.

Armada ini berkapasitas 72 kursi kelas ekonomi, paling nyaman dan canggih di kelasnya yang mampu menerbangi rute jarak pendek. Penerbangan juga semakin berkesan, bisa melihat pemandangan luar yang akan memanjakan mata karena pesawat mampu terbang dengan rendah.

Selain itu, interior pesawat didesain modern dan futuristik, sehingga bisa lebih santai saat berada di kabin. Travelers serasa menikmati jet pribadi karena konfigurasi kursi 2-2 dan dapat bersantai atau bekerja lebih leluasa.

Istana Kuno di Jantung Kota Osaka

Ada istana kuno yang sangat terawat dan masih berdiri megah di Osaka, Jepang. Namanya Osaka Castle, istana kuno kebanggaan warga Osaka. Sudah ke sini?

Seperti layaknya kota besar di negara maju, Osaka punya lanskap kota yang didominasi jalan lebar beraspal, trotoar yang rapih dan gedung-gedung tinggi yang menjulang ke angkasa. Namun, ada warisan sejarah yang tak lengkap rasanya bila tak anda datangi ketika berkunjung ke Osaka Jepang.

Warisan itu ada Osaka Castle yang letaknya berada di jantung Kota Osaka. Bangunan ini jadi peninggalan sejarah masa lalu masyarakat Jepang yang dibangun selama 15 tahun mualai 1583 hingga 1598.

Ada banyak transportasi yang bisa digunakan untuk menuju istana kuno yang beralamat di Chuo-ku, Osaka-shi, Osaka-fu ini. Bila menggunakan kereta, pengunjung bisa turun di stasiun Morinomiya yang merupakan bagian dari jaringan Osaka Metro di sisi selatan Osaka Castle. Namun bila tak ingin repot berpindah-pindah transportasi umum, ada taksi yang bisa dipilih untuk mengantar menuju lokasi.

Begitu memasuki kawasan castle, pengunjung akan disambut pemandangan indah dinding raksasa yang dikelilingi danau buatan. Tumpukan bebatuan warna abu-ubu gelap dipadu birunya air di danau buatan, menjadi kombinasi menarik yang memanjakan mata.

Terus berjalan ke dalam, pengunjung akan disambut sebuah gerbang raksasa dengan desain atap khas bangunan kuno jepang. Gerbang Ote-guchi namanya.

Dindingnya didominasi warna abu-abu dan dan kelir putih bersih. Sementara pintu gerbangnya yang terbuat dari baja diberi kelir hitam senada dengan warna genting yang digunakan.

Begitu memasuki gerbang tersebut, nuansa kuno kian kental terasa disambut Sengan-yagura Turret atau menara Sengan-yagura. Di masa perang, menar ini diisi para pemanah terbaik yang bakal menghalau musuh yang ingin menerobos gerbang Ote-guchi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar