Selasa, 15 September 2020

4 Penyebab Tubuh Masih Terasa Lelah Saat Bangun Tidur

 Seharusnya, tubuh terasa bugar dan prima setelah tidur semalaman. Tapi tak jarang, seseorang bangun dengan kondisi lemah dan lesu. Pasti ada yang salah!
Saat tidur, tubuh melakukan recovery untuk mengembalikan kondisi kebugaran. Sel-sel yang rusak karena kelelahan diperbaiki saat seseorang tidur.

Nah jika proses recovery tidak optimal, maka tubuh tidak akan terasa bugar meski sudah merasa tidur lelap sepanjang malam.

Berikut 4 penyebab bangun tidur terasa lelah, seperti dikutip dari berbagai sumber:

1. Kasur
Sebuah penelitian dikutip dari Greatist, menunjukkan bahwa kualitas tidur dan rasa lelah pada tubuh di pagi hari disebabkan oleh kasur yang digunakan. Selain itu, penelitian menemukan kasur yang keras bisa mencegah dari rasa lelah setelah bangun tidur.

2. Suhu ruangan di kamar tidur
Suhu ruangan terlalu panas atau terlalu dingin dapat menyebabkan kegelisahan dan membuat kamu sulit tidur. Suhu ruangan berperan penting dalam kenyamanan saat tidur. Jika kamu gelisah dan sulit tidur, menyebabkan tubuh terasa lelah dan pegal saat bangun tidur.

3. Pola tidur buruk
Membayar hutang tidur saat hari libur merupakan kebiasaan buruk. Ketika kamu mengubah rutinitas tidur, akan mengalami gejala kelelahan seperti jet-lag, mudah mengantuk, dan kebingungan. Jika kamu memiliki hutang tidur, cobalah tidur siang selama 20 menit sehingga tidak mengubah waktu tidur.

4. Tidur dengan mulut terbuka
Jika kamu bangun dengan rasa lelah dan mulut kering, kemungkinan besar disebabkan oleh tidur dengan mulut terbuka. Pernapasan mulut dapat menyebabkan mendengkur dan menghabiskan pasokan oksigen selama tidur. Kadar oksigen yang rendah dapat menyebabkan kelelahan.

Tagihan Nyaris Rp 240 Juta Ini Viral, Pengingat Agar Tak Remehkan COVID-19

Seorang warga membagikan bill tagihan rumah sakit yang nominalnya hampir mencapai Rp 240 juta, tepatnya Rp 238.285.353. Biaya sebesar ini ditagihkan untuk perawatan COVID-19 selama 4 hari.
"Jangan digeneralisir kalo biayanya semua pasti segini ya selama 4 hari, bisa beda2. Kebetulan pasien ada komorbidnya, intinya kalo pas lagi abis jatah dari kemenkes, lu siap bayar?," tulis Marvin di akun Twitter @noyusimi.

Dikonfirmasi detikcom, Marvin mengatakan seluruh biaya dijanjikan akan dicover pemerintah pada 15 September. Ia sengaja mengunggah tagihan itu untuk mengingatkan begitu seriusnya dampak COVID-19, terlebih dengan masih banyaknya yang mengabaikan protokol kesehatan.

"Sulit juga ya kalau ngingetin orang yang melanggar protokol kesehatan. Levelnya sudah kesadaran masing-masing. Terlihat sehat bukan berarti aman bukan? Intinya sehat itu mahal," katanya saat dihubungi detikcom Senin (14/9/2020).

Marvin menyebut, tagihan tersebut adalah milik rekan kerjanya yang terinfeksi COVID-19. Menurutnya, siapapun bisa terinfeksi maupun menularkan tanpa pandang bulu.

"Dia termasuk orang yang disiplin dalam protokol kesehatan," kata Marvin.

3 Paparan Menkes Terawan Soal COVID-19 di Indonesia

Selama pandemi virus Corona COVID-19, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto terbilang irit bicara. Kemunculannya menyampaikan keterangan pers di Kantor Presiden pada Senin (15/9/2020) menjawab kerinduan terhadap sosok kontroversial tersebut.
Dalam kesempatan tersebut, Terawan menyampaikan sejumlah hal terkait kondisi penanganan pandemi COVID-19 di Indonesia. Beberapa di antaranya terangkum sebagai berikut:

1. Data COVID-19
Terawan menyebut hingga 13 September 2020 tercatat rata-rata kasus aktif sebanyak 25,02 persen. Angka ini sedikit lebih tinggi dibanding rata-rata dunia yakni 24,78 persen.

Jumlah pasien sembuh tercatat 155.010 kasus dengan recovery rate 70 persen. Secara global, recovery rate ada di rata-rata 72 persen.

Sementara itu rata-rata kematian mengalami penurunan dari 4,49 persen menjadi 3,99 persen. Ini juga masih lebih rendah dibanding rata-rata dunia di angka 3,18 persen.

2. Ruang isolasi
Untuk isolasi pasien COVID-19, Terawan memaparkan kondisi keterisian RS Darurat Wisma Atlet Kemayoran. Untuk gejala ringan, disediakan 2 tower yakni tower 6 dan 7, masing-masing dengan kapasitas sebagai berikut:

Tower 6 kapasitas 1.746 terisi 888
Tower 7 kapasitas 2.472 terisi 749.
Sedangkan untuk pasien tanpa gejala, disediakan tower 4 dan 5 dengan kapasitas sebagai berikut:

Tower 4 kapasitas 2.472 belum terisi
Tower 5 kapasitas 2.472 terisi 81.
"Di samping itu juga disiapkan balai pelatihan kesehatan atau Bapelkes di Jakarta maupun Ciloto kapasitas 326 kamar untuk bisa menampung 653 orang," kata Terawan.

Sebanyak 10-15 hotel bintang 2 dan 3 juga disiapkan dengan kapasitas 1.500 kamar untuk menampung hingga 3.000 pasien.

Terawan juga memastikan DKI Jakarta masih mampu melakukan perawatan pasien COVID-19.
https://kamumovie28.com/corona-zombies/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar