Seorang dokter mengungkapkan bahwa berhubungan seks setiap minggu bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh hingga 30 persen. Hal ini diungkapkan seorang dokter medis naturopati Dr Faith Coats lewat akun TikTok miliknya.
Ini berawal saat Dr Faith meminta para pengikut akun TikTok miliknya untuk mengirimkan pertanyaan terkait orgasme dalam kesehatan. Lalu, salah satu pengikutnya bertanya apakah orgasme bisa membuat seseorang tidak mudah sakit.
"Benar! Jika dilakukan 1-2 kali seminggu bisa meningkatkan sistem kekebalan Anda hingga 30 persen. Katakan pada mereka itu perintah dokter," jawab Dr Faith yang dikutip dari The Sun, Senin (12/4/2021).
Namun, Dr Faith bukanlah satu-satunya dokter yang mempromosikan manfaat seks selama lockdown berlangsung. Sebelumnya, Direktur Jenderal Otoritas Kesehatan Denmark Soren Brostrom juga mengungkapkan hal serupa.
"Seks itu baik. Seks itu sehat," kata Brostrom.
"Kamu adalah makhluk seksual, dan tentu saja Anda bisa berhubungan seks dalam situasi ini," lanjutnya.
Selain itu, sebuah studi tahun 2015 lalu di American Journal of Cardiology mengungkapkan bahwa pria yang melakukan aktivitas seksual dua kali seminggu atau lebih bisa terhindar dari penyakit kardiovaskular.
"Memiliki kehidupan seks yang aktif bisa memberikan manfaat bagi kesehatan seperti memperbaiki kondisi jantung, mengurangi stres, dan meningkatkan kesehatan mental," tulis studi tersebut.
"Menjadi bagian dari hubungan yang bahagia dan sehat juga bisa mengurangi depresi dan kecemasan. Bahkan hanya dengan berpelukan bisa mengurangi tekanan darah dan meningkatkan perasaan sejahtera," imbuhnya.
https://tendabiru21.net/movies/frenzy/
Umur Berapa Anak Bisa Dapat Vaksin HPV untuk Cegah Kanker Serviks? Cek di Sini
Kanker leher rahim atau serviks menjadi penyebab kematian utama wanita Indonesia dan dunia. Pemicunya disebabkan karena infeksi virus Human Papiloma Virus (HPV).
Virus HPV pertama kali ditemukan 1976 silam oleh Prof Harald Zur Hausen. Sementara penemuan vaksin HPV berhasil ditemukan di tahun 2006, besar harapan bisa menekan kasus kanker serviks, karena keduanya berkaitan erat.
"Adapun tipe tipe virus yang diketahui dapat menyebabkan keganasan adalah HPV 16, 18, 31, 33, 35, 39, 45, 51, 52, 56, 58, 59 dan 68," jelas dr Ilham Utama Surya SpOG, dikutip dari HaiBunda.
Menurutnya, ada beberapa jenis vaksin HPV yang beredar seperti berikut.
1. Vaksin bivalen
Demi mencegah 2 tipe virus infeksi ganas seperti 16 dan 18, vaksin bivalen perlu diberikan. Hal ini bisa menurunkan kemungkinan terkena kanker serviks hingga lesi prekanker.
2. Vaksin kuadrivalen (HPV tipe 16, 18, 6, 11)
Sementara untuk vaksin tipe lainnya bisa diberikan vaksin kuadrivalen. Selain bisa mencegah kanker serviks dan lesi prekanker, vaksin ini juga bisa mencegah penyakit kutil kelamin yang dipicu infeksi virus HPV 6 dan 11.
Memangnya apa manfaat vaksin HPV?
dr Ilham menyebut, penelitian pada umumnya menunjukkan vaksin 100 persen efektif mencegah lesi prekanker. Adapula imunitas silang yang ditimbulkan dari vaksinasi HPV sejauh ini.
"Jika sudah terjadi infeksi oleh HPV 16 dan 18 maka vaksin tidak dapat mencegah penyakit yang disebabkan HPV tipe tersebut namun dapat mencegah infeksi HPV tipe lain yang terdapat dalam vaksin," pungkasnya.
Vaksin HPV ini juga rupanya bisa diberikan pada usia sedini mungkin yaitu anak 9 tahun. Seperti apa penjelasan lengkapnya?
KLIK DI SINI UNTUK KE HALAMAN SELANJUTNYA.
https://tendabiru21.net/movies/airlift-2/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar