Jumat, 17 Januari 2020

Candi Tua Berlilitkan Pohon yang Misterius (2)

Melihat keberadaan Lingga Dan Yoni maka bisa kita simpulkan bahwa Sambor Prei Kuk pada awalnya adalah komplek candi yang dibangun oleh pemeluk agama Hindu dengan begitu bisa disimpulkan bahwa kerajaan yang memerintah di saat itu adalah kerajaan Hindu.

Menurut catatan sejarah kerajaan Chenla yang berdiri akhir abad 6 M-awal abad 9 M memilih tempat ini sebagai pusat pemerintahannya. Kerajaan ini dibangun oleh raja Isvanawarman I, Sang Raja memberi nama ibukota kerajaannya Isvanapura diambil dari nama sang Raja Sendiri.

Melihat lokasi kerajaan yang berada di tengah hutan dan berdekatan dengan danau Tonle Sap yang merupakan danau besar di Indochina dan mengairi 3 negara yaitu Kamboja, Vietnam dan Laos dapat diperkirakan Kerajaan Chenla ekonominya bertumpu dari pertanian dan perdagangan, melihat banyaknya bangunan candi yang ada di sambor prei kuk dapat dilihat Kerajaan Chenla adalah kerajaan yang makmur.

Lokasi istana raja diperkirakan juga didalam komplek ini meski kini tidak bisa kita temukan. Keberadaan kolam pemandian para putri raja yang berada di tengah hutan masih dalam komplek candi ini memperkuat teori ini.

Ukuran kolam ini luas dengan undakan tangga dari batu batu bata tersusun rapi, bisa dibayangkan dulunya tempat ini adalah tempat yang sangat indah. Untuk tembok kota yang berfungsi sebagai pelindung kerajaan dari serangan bangsa lain kita temukan di antara pepohonan, ada juga yang ada di berada di permukaan dan dibawah permukaan tanah.

Dimasa jayanya kerajaan Chenla menguasai daerah yang luas dan memiliki hubungan perdagangan dan diplomasi dengan kerajaan tetangganya termasuk Negeri China yang saat itu dipimpin oleh dinasti Sui.

Kerajaan Chenla mulai mengalami kemunduran setelah wafatnya Raja Jayavarman I sepeninggal sang raja terjadi perang suksesi perebutan tahta yang dimanfaatkan oleh penguasa daerah untuk memerdekakan diri. Salah seorang pangeran kerajaan Chenla pangeran Jayavarman II mendirikan kerajaan Angkor yang menjadi kerajaan terbesar dalam sejarah Cambodia.

Untuk candi lainnya yang merupakan spot foto yang menarik adalah sebuah candi dimana di bagian anak tangganya berdiri dengan gagah 2 pasang patung singa yang masih dalam kondisi baik, saat berjalan ke belakang candi kami menemukan pintu berukir yang tertutup.

Beberapa candi saat kami kesana juga sedang mengalami renovasi untuk menjaganya agar tetap kokoh berdiri dan dapat menjadi bahan pelajaran bagi generasi mendatang. Sebenaarnya candi-candi yang berada di komplek ini memiliki relief dan ukiran yang menarik, namun sayang akibat masa ribuan tahun dan konflik yang terjadi di tempat ini dan pencurian benda-benda purbakala, karya seni yang indah itu hilang atau rusak.

Bila dihitung kami berada di komplek candi ini sekitar 2 jam lebih, sebelum berangkat menuju tempat selanjutnya yaitu Komplek candi tua lainnya yaitu Preah Khan di Preah Vihear kami menyempatkan diri untuk makan dan minum kelapa muda dan melihat kerajinan yang dijual disini.

Saat kami meninggalkan komplek candi ini ternyata waktu anak-anak sekolah di Cambodia pulang sekolah, kamipun menyaksikan siswa-siwa sekolah dengan menenteng tas naik sepeda onthel beriringan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar