Jumat, 07 Agustus 2020

Usai Ledakan Beirut, Kasus Corona di Lebanon Dilaporkan Kembali Melonjak

Rumah sakit di Beirut, Lebanon, tengah kewalahan dan berada di bawah tekanan usai ledakan besar terjadi. Sebab, kasus virus Corona pun kembali melonjak.
"Virus Corona di Lebanon sedang 'meningkat' dan akan lebih sulit untuk dikendalikan setelah apa yang telah terjadi," kata Firass Abiad, manajer umum Rumah Sakit Universitas Rafik Hariri Beirut, rumah sakit pemerintah utama Lebanon yang bertugas mengelola epidemi, dalam cuitan tweetnya Kamis (6/8/2020).

Dikutip dari The Washington Post, ledakan besar yang terjadi dalam hitungan detik, membuat pengendalian virus Corona seperti jarak sosial dan memakai masker pun digantikan oleh korban kematian serta kerusakan bangunan akibat ledakan.

Disebutkan, masih terlalu dini untuk mengetahui apa dampak ledakan itu terhadap wabah virus Corona di Lebanon. Meskipun pengujian, pelacakan kontak, dan rawat inap pasien Corona yang sakit parah terus berlanjut. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pekerja kesehatan dan lembaga bantuan sudah menilai kondisi ini di tingkat 'waspada'.

Lebanon mencatat lebih dari 5.000 kasus Corona yang dikonfirmasi dan 65 kematian yang dilaporkan. Pada hari Selasa dan Rabu, para pejabat mengonfirmasi 355 kasus baru, perwakilan negara WHO di Lebanon, Iman Shankiti, mengatakan kepada The Post. Sebelum ledakan pada Selasa, Lebanon juga melaporkan tiga kematian selama sehari terakhir, termasuk perawat pertama di negara itu yang meninggal karena virus Corona.

Beberapa jam sebelum ledakan, Abiad men-tweet bahwa Rumah Sakit Universitas Rafik Hariri memiliki 19 pasien perawatan kritis sementara kapasitas hanya untuk 23 orang. Ada 55 dari 80 tempat tidur juga diisi dengan pasien yang dikonfirmasi atau dicurigai terkena virus Corona.

Kini korban massal akibat ledakan di Beirut dan rumah sakit yang dilanda bencana juga perlu diperhitungkan. "St Rumah Sakit Georges, di garis depan melawan COVID-19, dalam pengujian dan manajemen, rusak dan semua pasien harus dievakuasi," cuit Abiad.

Hingga Kamis, di seluruh Lebanon ada 40 pasienCOVID-19 di unit perawatan intensif dan 125 pasien di tempat tidur biasa di rumah sakit yang dikelola pemerintah.

Bukan Panggilan Kesayangan, Ini Arti Profesor Sebenarnya

 Sosok Hadi Pranoto sempat viral karena diklaim sebagai 'profesor mikrobiologi'. Belakangan, terungkap bahwa ia bukan pakar di bidang tersebut dan gelar 'profesor' cuma sebagai panggilan kesayangan.
Prof Ali Ghufron Mukti MSc, PhD, Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi COVID-19 Kementerian Riset dan Teknologi, menegaskan bahwa profesor adalah jabatan akademik tertinggi. Tidak sembarang orang bisa mendapatkan gelar tersebut.

"Profesor adalah jabatan akademik tertinggi jadi harus melalui satu proses," jelas Prof Ghufron.

Seorang profesor, menurut Prof Ghufron harus punya track record yang baik dalam publikasi ilmiah. Selain itu, profesor juga puya tugas untuk mendidik.

4 Cara Menghindari COVID-19 Saat Kembali Beraktivitas di Kantor

Aktivitas perkantoran sudah mulai kembali berjalan walaupun masih berada di dalam masa pandemi. Penerapan protokol kesehatan pun dilakukan sesuai dengan anjuran Kemenkes agar bisa menekan penyebaran yang terjadi.
Namun, masyarakat khususnya para karyawan harus tetap waspada mengingat dari beberapa berita terkini muncul klaster-klaster penyebaran yang terjadi diperkantoran. Sementara berdasarkan data yang di unggah BNPB Indonesia per 5 Agustus 2020, terus terjadi penambahan kasus positif Corona di Indonesia yang saat ini sudah mencapai sekitar 115.051 kasus.

Tentunya agar kasus-kasus penyebaran tidak semakin meningkat, perlu langkah-langkah efektif yang harus dilakukan setiap individu agar mata rantai COVID-19 bisa segera diputus. Melansir dari pedoman kesehatan WHO & Center for Disease Control, berikut ini beberapa cara untuk menghindari COVID-19 saat beraktivitas di kantor.

Jangan Berkumpul

Saat melakukan rapat pekerjaan atau gathering biasanya banyak yang masih tidak menggunakan masker dengan berbagai alasan. Sebaiknya hal ini dihindari dan jangan sampai tidak menggunakan masker. Jika memang terpaksa batasi jumlah peserta rapat dan kemudian terapkan protokol physical distancing dengan jarak minimum 2 meter.

Selalu Pakai Masker

Saat bertemu rekan kerja, sesama teman, atau keluarga dari daerah lain sebaiknya selalu menggunakan masker. Hal itu karena banyak orang yang bisa menyebarkan virus COVID-19 tanpa gejala terinfeksi. Oleh karena itu penggunaan masker wajib untuk diterapkan saat mulai kembali berkantor.

Ganti Salam Biasa dengan Siku

Dalam membangun relasi di kantor banyak orang yang bersalam-salaman untuk mencairkan suasana atau berkenalan. Namun hal ini perlu diubah dengan metode bersalaman baru yang aman. Bersalaman dengan siku bisa diterapkan, sehingga telapak tangan tidak bersentuhan dan menyebarkan virus.
https://indomovie28.net/a-friends-daughter-2/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar