Minggu, 09 Februari 2020

5 Tips Anti Jet Lag Buat Kamu yang Habis Terbang Jauh

Traveler yang terbang ke benua lain pasti mengalami jet lag. Ada beberapa tips yang perlu traveler coba untuk mengatasinya. Apa saja?

Perbedaan waktu antara Indonesia dan negara-negara di benua lain membuat traveler pasti mengalami jet lag setelah terbang jarak jauh. Jet lag membuat traveler tidak bisa tidur, bahkan kepala pusing.

Ada beberapa travel tips yang bisa traveler coba biar cepat normal dari jet lag. Dihimpun Senin (1/4/2019), ini 5 tips mengatasi jet lag:

1. Istirahat yang cukup

Pertama, banyak-banyaklah beristirahat. Kondisi jam biologis tubuh yang sedang kacau butuh tidur yang cukup, setidaknya 8 jam dalam sehari. Jangan tidur larut, apalagi begadang.

Cobalah memejamkan mata dalam kondisi yang rileks. Sambil mendengarkan musik atau dalam kondisi badan setelah dipijat. Pasti traveler akan tidur nyenyak.

2. Banyak minum air putih

Jaga tubuh agar tetap terhidrasi, caranya dengan banyak minum air putih. Kebutuhan air yang cukup dapat membuat traveler lebih cepat pulih dari kondisi jet lag.

3. Hindari alkohol dan kopi

Hindari minum alkohol atau pun kopi. Kopi bisa membuat traveler tidak bisa tidur. Saat jet lag, justru tidur bisa jadi obat untuk menyembuhkannya.

4. Banyak beraktivitas di luar ruangan

Banyak beraktivitas di luar ruangan dan terpapar sinar matahari dapat membuat tubuh bisa mengatur kembali jam biologisnya seperti sedia kala.

Olahraga juga dapat membantu traveler untuk kembali segar dalam kondisi jet lag. Badan juga jadi lebih fit dan tidak mudah sakit.

5. Makan yang cukup

Makanan juga penting untuk mengatasi jet lag. Agar tubuh cepat kembali normal, makanlah di jam-jam yang sesuai dengan jam biologis Anda, sehingga kondisi akan cepat pulih.

Gua Ini Jadi Bukti Kalau Dulu Flores Ada di Bawah Laut

Sebelum jadi destinasi wisata populer, dahulu sebagian Pulau Flores ada di bawah laut. Buktinya bisa kamu lihat lewat gua ini.

Di balik keindahannya, Pulau Flores menyimpan jejak sejarah dan geologi yang terbentuk sejak jutaan tahun lalu. Bagi kamu yang ingin tahu, bisa mampir ke Gua Cermin yang ada di Labuan Bajo.

Berlokasi di Desa Waesambi, Manggarai Barat, Labuan Bajo, detikcom bersama rombongan media lain sempat menyambanginya pada hari Selasa pekan lalu (26/3/2019). Mencari tahu lebih dalam soal sejarah gua tersebut, kami pun dipandu oleh warga lokal bernama Mario Sahadoen.

Dijelaskan oleh Mario yang telah bertugas sejak tahun 2008, bahwa awalnya gua tersebut diketemukan pertama kali tahun 1951 oleh misionaris Belanda bernama Theodore Verhoven. Selain menemukan gua tersebut, Theodore juga menemukan fakta unik terkait gua tersebut.

"Dulu posisi gua ini ada di bawah laut, ada gempa lalu ada beberapa yang terangkat ke atas," pungkas Theodore sambil menunjuk bebatuan di bagian luar Gua Cermin.

Setelah berkeliling melihat bagian luar, Mario pun mengajak kami masuk ke dalam gua dengan memakai senter. Jangan lupa memakai helm pengaman yang tersedia di pintu masuk gua demi keamanan kepala Anda. Soalnya, stalaktit yang ada di dalam gua akan memaksa Anda menunduk karena cukup sempit.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar