Jumat, 14 Februari 2020

Mungkin Ini Satu-satunya Museum Dalam Bandara

 Saat transit di Bandara Schipol, Amsterdam jangan lupa mampir ke Rijkmuseum. Tak usah repot, museum ini ada di dalam bandara.
Ketika Anda transit di Amsterdam dan tidak punya visa untuk keluar bandara, maka jangan khawatir. Anda tetap bisa menikmati karya para maestro di Rijkmuseum yang ada di dalam bandara Schipol, Amsterdam.

Museum ini dibuka pada tahun 2002 dan diklaim sebagai satu-satunya museum di dunia yang lokasinya di dalam bandara. Lukisan-lukisan yang dipajang di bandara ini setiap saat akan diganti sesuai dengan tema-tema perjalanan, bisnis, dan sejarah negeri kincir angin.

Jadi, jangan lewatkan kesempatan untuk menikmati karya seni para maestro di Rijkmuseum saat transit di Bandara Schipol Amsterdam.

Disorot Jerinx 'SID', Pemkab Badung Akui Banyak Turis Nakal di Kuta

 Jerinx 'SID' menyoal kelakuan turis-turis yang bikin onar di Bali dan minta ada filterisasi turis. Apa kata Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung?

"Jadi kita kan sebagai destinasi pariwisata mereka selama di Bali kita kan memberikan pelayanan, suguhan, atraksi, tempat hiburan, ada tempat makan yang memuaskan mereka. Kadang kasus per kasus ada perlakuan wismannya pernah mengkonsumsi obat-obatan mungkin dia habis uangnya, kurang kita sukai, kadang ada juga yang ngutil, ada yang malak ini sudah ada tim pengendalian orang asing," kata Kadis Pariwisata Badung Made Badra via telepon, Selasa (19/3/2019).

Badra menyebut pengawasan turis-turis mancanegara itu di bawah kendali tim pengawasan orang asing (Timpora). Dia berharap Timpora bisa lebih tegas lagi menindak turis-turis pembuat onar.

"Ini yang perlu kita dorong agar pengendalian orang asing dikoordinasikan imigrasi harus cepat. Kalau sampai bikin onar, bukan kesalahan harus cepat ditangkap, dideportasi spt itu seharusnya dilakukan tim ini pengawasan orang asing itu," ujarnya.

Meski begitu, Badra tak sepakat dengan adanya filterisasi para turis yang datang ke Bali. Sebab, Bali sangat terbuka bagi para wisatawan yang datang berkunjung.

"Ya susah kan ada kasus sebenarnya itu kan ada segmentasi pasar yang middle yang up, kita kan nggak bisa pariwisata itu kita membatasi orang pariwisata. Bagaimana kita mengendalikan. Kami di pariwisata empat pilar itu menciptakan destinasi, mengajak industri, dan bagaimana kita melakukan promosi, melibatkan lembaga. Sekarang ada kasus seperti ini harus dicarikan solusinya," tuturnya.

Selain itu, Badra menyebut Kuta sejak awal sudah menjadi ikon destinasi Pulau Dewata. Malahan, pesona Kutalah yang menjadi magnet bagi para wisatawan berkunjung ke Bali.

"Konsep awal Kuta itu mass tourism. Sejak awal cikal bakalnya pariwisata Bali dari Kuta, tapi mass tourism yang bagaimana, kita mengarahkan ke quality tourism. Intinya tinggal dikombinasikan saja," cetusnya.

Sebelumnya, keluhan soal turis-turis pembuat onar itu dicuitkan Jerinx di media sosialnya lewat me-repost foto dari akun Instagram @tele.bali. Dia mengungkapkan, banyak turis yang berkelakuan buruk di kawasan Kuta. Bahkan, Jerinx ingin ada sistem filterisasi turis yang masuk Bali. Dia meyakini, hal itu akan didukung oleh masyarakat Pulau Dewata.

"Ayo lekas susun sistem filterisasi turis yg masuk Bali. Mayoritas warga Bali pasti support 100%," tegasnya. Sementara itu detikcom sudah berusaha menghubungi manajemen Jerinx, namun belum mendapatkan respons.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar