Kamis, 13 Februari 2020

MRT Jakarta Sudah Bagus, Tapi Orang-orang di Eskalatornya Itu Lho

Sudah banyak orang menjajal Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta. Semuanya tampak bagus seperti di luar negeri, tapi tidak pada eskalatornya.

Hal itu disampaikan oleh Indah, seorang wisatawan asal Jakarta yang baru-baru ini menjajal naik MRT Jakarta. Kepada detikcom, Jumat (22/3/2019) dia menjelaskan masih banyak orang-orang yang egois naik eskalatornya.

"Harusnya berdiri di sebelah kiri biar sebelah kanan kosong dan orang lain bisa lewat. Memang sih tidak ada peraturan tertulisnya, tapi sebaiknya kan kesadaran masing-masing ya," jelas Indah.

Indah mencontohkan MRT di Singapura. Sebenarnya tidak hanya pada transportasi saja, melainkan di berbagai tempat yang mana kalau naik eskalator itu jangan diisi semuanya sehingga menghalangi orang lain yang buru-buru.

Hal serupa pun disampaikan Lisa. Senada dengan Indah, menurutnya hal tersebut adalah berasal dari kesadaran masing-masing orang.

"Ya setiap orang harus sadar diri dong, supaya semuanya lancar. Sudah ada MRT seperti ini kita sudah bangga, tapi attitude kita juga harus lebih baik lagi. Semoga ke depannya kita semua sama-sama bisa lebih baik lagi," paparnya.

Mereka berdua pun berharap, semoga MRT Jakarta terus terawat dan terpelihara. Mereka mengakui, MRT Jakarta lebih memudahkan berpergian dan tak kalah keren dari MRT di luar negeri.

"Semoga terus terawat kebersihannya dan kenyamanannya," tutup Indah.

Sudah Tahu? Ada 'Harta Karun' Tenggelam di Jakarta

Memangnya benar, ada harta karun di Indonesia? Coba deh ke Marine Heritage Gallery di Kementerian Kelautan dan Perikanan. Ada jejak harta karun yang tenggelam di sana.a
Traveler mungkin pernah membaca komik atau menonton film mengenai harta karun yang terpendam di dasar laut dan membayangkan untuk menyelam ke dasar laut dan mengumpulkan harta karun yang berharga dari dasar lautan.

Namun, tidak perlu repot dan bersusah payah untuk menyelam ke dasar lautan untuk mencari harta karun, sebab aneka benda berharga dari kapal yang tenggelam di dasar laut, kini bisa kita lihat secara langsung di Marine Herritage Gallery.

Marine Herritage Gallery berlokasi di Gedung Mina Bahari IV Lantai 2, Kementerian Kelautan dan Perikanan. Untuk masuk ke dalamnya tidak dipungut biaya, namun kita diminta untuk mengisi buku tamu.

Di Marine Herritage Gallery, kita bisa menikmati berbagai artefak yang berasal dari Barang Muatan Kapal Tenggelam (BMKT) yang diangkat dari perairan Belitung, Cirebon dan Pulau Buaya. Rata-rata artefak di gallery ini berasal dari abad ke 9-12 Masehi.

Gallery yang di resmikan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Ibu Susi Pudjiastuti pada tanggal 13 Maret 2017 lalu memiliki total koleksi sebanyak 2500 item barang muatan kapal tenggelam. Namun sesungguhnya masih banyak benda yang belum dipamerkan karena keterbatasan ruangan.

Yang cukup menarik, gallery ini cukup ramah anak, sebab di salah satu pojok gallery, terdapat kids corner yang menyediakan permainan semacam ular tangga berukuran besar. Sambil bermain, si kecil juga mendapat edukasi mengenai proses pengangkatan barang muatan kapal tenggelam, sampai sejarah singkatnya.

Koleksi yang tersaji di gallery ini ditampilkan secara menarik dan informatif. Sungguh sangat bermanfaat dalam menambah pengetahuan mengenai sejarah dari berbagai benda yang berasal dari muatan kapal yang tenggelam di perairan Indonesia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar