Memangnya benar, ada harta karun di Indonesia? Coba deh ke Marine Heritage Gallery di Kementerian Kelautan dan Perikanan. Ada jejak harta karun yang tenggelam di sana.a
Traveler mungkin pernah membaca komik atau menonton film mengenai harta karun yang terpendam di dasar laut dan membayangkan untuk menyelam ke dasar laut dan mengumpulkan harta karun yang berharga dari dasar lautan.
Namun, tidak perlu repot dan bersusah payah untuk menyelam ke dasar lautan untuk mencari harta karun, sebab aneka benda berharga dari kapal yang tenggelam di dasar laut, kini bisa kita lihat secara langsung di Marine Herritage Gallery.
Marine Herritage Gallery berlokasi di Gedung Mina Bahari IV Lantai 2, Kementerian Kelautan dan Perikanan. Untuk masuk ke dalamnya tidak dipungut biaya, namun kita diminta untuk mengisi buku tamu.
Di Marine Herritage Gallery, kita bisa menikmati berbagai artefak yang berasal dari Barang Muatan Kapal Tenggelam (BMKT) yang diangkat dari perairan Belitung, Cirebon dan Pulau Buaya. Rata-rata artefak di gallery ini berasal dari abad ke 9-12 Masehi.
Gallery yang di resmikan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Ibu Susi Pudjiastuti pada tanggal 13 Maret 2017 lalu memiliki total koleksi sebanyak 2500 item barang muatan kapal tenggelam. Namun sesungguhnya masih banyak benda yang belum dipamerkan karena keterbatasan ruangan.
Yang cukup menarik, gallery ini cukup ramah anak, sebab di salah satu pojok gallery, terdapat kids corner yang menyediakan permainan semacam ular tangga berukuran besar. Sambil bermain, si kecil juga mendapat edukasi mengenai proses pengangkatan barang muatan kapal tenggelam, sampai sejarah singkatnya.
Koleksi yang tersaji di gallery ini ditampilkan secara menarik dan informatif. Sungguh sangat bermanfaat dalam menambah pengetahuan mengenai sejarah dari berbagai benda yang berasal dari muatan kapal yang tenggelam di perairan Indonesia
Dipamerkan di Malaysia, Ada Apa Sih di Banyuwangi?
Beragam destinasi asal Banyuwangi dipamerkan di Kuala Lumpur, Malaysia dalam acara Banyuwangi Cultural Week 2019. Ajang ini digelar di Level 5 Hall Keberangkatan, Gedung Terminal Utama, Kuala Lumpur International Airport (KLIA), Kuala Lumpur, Malaysia.
Digelar mulai 20-24 Maret 2019, event ini menyajikan 20 destinasi yang berasal dari Banyuwangi. Daerah yang disebut The Sun Rise of Java ini menawarkan destinasi Kawah Ijen. Banyuwangi juga memiliki De Djawatan, Desa Adat Kemiren, Sadengan Savannah, hingga Rafting & Tubing. Warna baharinya muncul dari G-Land, Pulau Merah, Watudodol, dan Bangsring Underwater. Ada juga Pantai Marina Boom, Mustika, dan Sukamade.
"Kami optimistis arus kunjungan wisatawan ke Banyuwangi akan naik. Respons publik di KLIA sangat bagus. Mereka tertarik dengan beragam informasi pariwisata Banyuwangi. Memanfaatkan momentum ini, seluruh destinasi yang ada di Banyuwangi kami tawarkan. Destinasi ini unik dan memiliki kekhasan yang luar biasa," ungkap Kepala Dinas Pariwisata Banyuwangi M Yanuarto Bramuda, dalam keterangan tertulis, Jumat (22/3/2019).
The Sun Rise of Java tampak eksotis dengan adanya destinasi Kawah Ijen. Dengan background gunung, Kawah Ijen dilengkapi Blue Fire. Fenomena ini konon hanya ada dua di dunia. Kawasan Ijen juga terkonekasi dengan Kawah Wurung, Bulan Sabit, dan Pemandian Air Panas. Ada juga Air Terjun Blawan, Kali Pait, Kampung Anyar, dan Kalibendo.
Sisi lain dari Banyuwangi dimunculkan oleh Desa Adat Kemiren. Nuansanya sangat tradisional. Desa ini identik dengan budaya khas Suku Osing (Using). Ada budaya Barong Osing, Ritual Barong Ider Bumi, hingga Tari Gandrung. Desan ini juga memiliki Sanggar Genjah Arum yang jadi museum pelestari tradisi. Desa Kemiren juga memiliki Kopi Using yang terkenal kenikmatannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar