Selasa, 11 Februari 2020

Mengenal Indonesia Lewat Museum Gunungapi Merapi (2)

Museum Gunungapi Merapi berisikan informasi mengenai letusan gunung api di dunia dan Indonesia serta wajah gunung api teraktif di Indonesia secara umum serta membahas secara khusus dan mendalam mengenai Gunung Merapi. Selain itu terdapat informasi mengenai fenomena-fenomena geologi lainnya yang dijelaskan dalam Museum ini.

Gunung Merapi merupakan salah satu gunung api paling aktif di Tanah Jawa dan juga dunia. Gunung Merapi dengan segala mitos dan faktanya telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari budaya dan tradisi masyarakat Yogyakarta dan Jawa Tengah pada umumnya. Pesona keindahan alam Merapi dan juga cerita kedahsyatan letusannya telah dituliskan sejak berabad-abad yang lalu.

Tiket masuk museum untuk wisatawan lokal cukup terjangkau yaitu Rp. 5.000 per orang. Dari tempat ticketing kita akan menuju ruang pertama yang terdapat replika Gunung Merapi dengan informasi sebaran awan panasnya. Seperti yang telah diketahui bahwa erupsi Gunung Merapi terkenal dengan ciri khas awan panasnya atau oleh masyarakat sekitar disebut dengan wedhus gembel.

Terdapat beberapa area di Museum yang memiliki 2 lantai ini. Di lantai pertama terdapat banyak visualisasi dan informasi mengenai kegunungapian di dunia dan Indonesia serta wajah Gunung berapi di Indonesia. Banyak rangkaian gunung api aktif di wilayah Indonesia dan ada fase-fase erupsi yang telah terekam sehingga siklus-siklus tersebut dapat terus diteliti sebagai bahan pembelajaran untuk penanggulangan bencana akibat gunung api di masa yang akan datang.

Pada ruang-ruang selanjutnya terdapat banyak informasi, visualisasi gambar-gambar mengenai Gunung Merapi. cara pengamatan hingga dampak yang terjadi ketika Merapi memasuki fase erupsinya. Terdapat informasi mengenai pertumbuhan kubah merapi dari tahun 1786 hingga tahun 2007.

Ada beberapa display dan penjelasan menarik di tempat ini, beberapa diantaranya display mengenai sisa-sisa peninggalan aktivitas vulkanik seperti: bom gunung api yang merupakan massa batuan pijar dengan diameter lebih besar dari 65mm dan mengalami proses pendinginan yang cepat sebelum mencapai permukaan bumi, serta endapan awan panas yang berwujud seperti bebatuan. Juga terdapat display yang memperlihatkan dampak dari letusan Gunung Merapi terhadap benda-benda yang dipergunakan masyarakat sehari-hari.

Selain itu terdapat display berbagai macam alat yang digunakan untuk melakukan penelitian dan pengawasan Gunung Merapi yang terus berkembang dari masa ke masa. Dijelaskan pula pemantauan gunung dengan cara pemantauan seismik yang merupakan metode pemantauan instrumental tertua yang diterapkan di Merapi dengan memantau peningkatan aktivitas kegempaan untuk menentukan tingkat bahaya dan meramalkan letusan. Serta ada pula penjelasan metode pemantauan secara visual. Di salah satu sudut ruangan terdapat informasi lengkap mengenai Sejarah Letusan Gunung Api Merapi.

Ada lagi dua hal yang menarik bagi saya mengenai penjelasan dan visualisasi di tempat ini. Yang pertama adalah pemantauanĂƒ‚Ă‚  peningkatan aktifitas Gunung api selain dengan menggunakan peralatan canggih, juga dengan memperhatikan perilaku binatang yang berada di kawasan gunungapi. Kera, harimau, lebah, burung atau binatang lainnya yang berpindah secara massal dari gunungapi merupakan suatu indikasi adanya peningkatan aktivitas gunungapi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar