Selasa, 11 Februari 2020

Mengenal Indonesia Lewat Museum Gunungapi Merapi

Gunung Merapi di Yogyakarta meninggalkan banyak kisah saat meletus beberapa waktu lalu. Salah satunya adalah jejak untuk mengenal Indonesia.

Menurut beberapa sumber penelitian ilmiah , wilayah Indonesia yang terletak di kawasan cincin api (Ring of Fire) memiliki banyak zona sesar atau patahan dan rangkaian gunung api aktif sehingga wilayah Indonesia sering dilanda gempa bumi dan letusan gunung berapi. Beberapa letusan besar gunung api pernah tercatat dalam sejarah masa lalu kita, sebut saja dua di antaranya: letusan Gunung Tambora yang dahsyat di tahun 1815 dan letusan gunung Krakatau tahun 1883 yang juga mengejutkan dunia.

Ada satu lagi bencana geologi yang masih begitu membekas di ingatan kita yaitu gempa bumi dan tsunami besar yang melanda Aceh pada tahun 2004 yang lalu.

Namun di sisi lain, kondisi dan letak geografis negara kita yang berada di kawasan cincin api juga memberikan keuntungan. Bentang alam yang terdiri dari rangkaian pegunungan memberikan panorama yang indah bagi dunia wisata Indonesia, abu vulkanik dari letusan gunung berapi bisa menyuburkan tanah yang sangat berguna bagi pertanian dan wilayah pegunungan merupakan daerah resapan dan tangkapan air yang baik untuk cadangan air bersih.

Perlu adanya edukasi untuk mengenalkan kepada masyarakat Indonesia tentang berbagai macam potensi. Termasuk kesiapsiagaan menghadapi bencana yang bisa timbul dari letak posisi geografis negara Indonesia di kawasan cincin api ini.

Sehingga jatuhnya korban bisa dihindari. Salah satu cara mengedukasi masyarakat tentang kegunungapian dan fenomena-fenomena geologi adalah dengan mendokumentasikan pengetahuan tentang kegunung-apian dalam ruang dan waktu sebagaimana yang terdapat di Museum Gunungapi Merapi, di Sleman, Yogyakarta.

Saya berkesempatan datang ke Museum ini pada hari Sabtu tanggal 9 Maret 2019 yang lalu, sehari sebelum mengikuti event lari bertajuk Volcano Run 2019. Esok paginya bersama teman-teman komunitas lari saya JB Playon yang anggotanya terdiri dari para alumni SMA Kolese De Britto Yogyakarta. Event lari menjelajahi keindahan lereng Merapi yang diikuti oleh sekitar 2,500 pelari dari berbagai komunitas ini telah sukses digelar pada tanggal 10 Maret 2019 yang lalu dan mengambil tempat untuk Start dan Finish dari halaman Museum Gunungapi Merapi ini.

Museum Gunungapi Merapi beralamat di Jl Kaliurang Km 22 Banteng Hargobinangun Pakem Sleman Yogyakarta. Untuk menuju tempat ini sepertinya belum ada transportasi umum yang bisa langsung menjangkau tempat ini. Sehingga untuk efektifnya bisa menggunakan kendaraan pribadi atau transportasi berbasis aplikasi online untuk mencapai tempat ini. Waktu tempuh menuju museum ini sekitar 45 menit hingga 1 jam berkendara dari pusat kota Yogyakarta.

Ketika sampai di bagian depan Museum, terlihat sebuah arsitektur bangunan megah yang unik. Sebagaimana dituliskan dalam situs resminya. Museum ini dibangun dengan konsep dan budaya lokal.

Menara di atas bangunan merupakan representasi bentuk Tugu Yogyakarta, tangga di depan pintu utama terinspirasi oleh Gerbang Candi Ratu Boko, arah bangunan yang menghadap utara-selatan merupakan representasi filosofi budaya Jawa, dan teras luas di depan pintu masuk museum mengacu pada pelataran Candi Sambisari.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar