Selasa, 11 Februari 2020

Mengenal Indonesia Lewat Museum Gunungapi Merapi (3)

Binatang-binatang tersebut memiliki sensitivitas terhadap gejala alam, peningkatan temperatur dan getaran bumi karena proses naiknya magma ke permukaan dapat dirasakan oleh beberapa jenis binatang dan kearifan lokal masyarakat setempat mempercayai fenomena tersebut sebagai indikasi adanya peningkatan aktivitas gunungapi yang akan meletus.

Hal menarik yang kedua adalah visualisasi penjelasan mengenai sumber daya gunungapi. Memang agak menakutkan ketika kita berbicara mengenai fase letusan atau erupsi dari gunung api, namun selalu ada sisi baik dari setiap peristiwa. Sumber daya Gunungapi sebagai dekorasi kehidupan seperti pasir kualitas baik yang keluar dari perut bumi selama fase erupsi bisa digunakan untuk membuat bangunan dengan kualitas terbaik, catatan sejarah pun memberikan bukti bahwa batu-batu-batu penyusun Candi-Candi megah di Tanah Jawa seperti Candi Borobudur juga berasal dari proses vukanik gunungapi.

Selain itu tanah di sekitar gunungapi sangat subur untuk usaha-usaha pertanian sehingga dapat meningkatkan taraf kehidupan masyarakat setempat, selain pertanian bentang alam yang indah dari gunungapi dapat meningkatkan minat turis untuk berwisata ke sana yang juga tentu saja akan membawa dampak positif bagi perekonomian daerahnya.

Sebagai informasi di lantai 2 terdapat ruangan theather, hanya sayang saya tidak sempat ke sana karena waktu sudah menunjukkan pukul 15.30 sore yang menandakan jam tutup museum. Menurut informasi, ruang theatrenya memiliki kapasitas 100 tempat duduk yang menayangkan informasi mengenai Gunung Merapi.

Tentu saja masih banyak hal yang terlewatkan dari tulisan ringan ini dan juga banyak gambar yang tidak bisa ditampilkan karena keterbatasan tempat dalam tulisan ini , namun salut untuk mereka yang mendedikasikan dirinya untuk membuat sarana edukasi seperti yang telah ditampilkan dalam Museum Gunungapi Merapi ini. Tidak hanya sebagai tempat wisata bersama keluarga tercinta, museum ini juga menjadi tempat yang sarat dengan informasi dan edukasi mengenai kegunungapian dan fenomena-fenomena geologi lainnya.

Saya ingin mengutip sebagian kata dalam tulisan Merapi Jendela Bumi untuk menutup tulisan ini.

Siklus alam yang senantiasa terulang ratusan bahkan jutaan tahun yang telah terlampaui. Kejadian masa lalu dapat menjadi cermin untuk mitigasi masa kini. Sudah selayaknya manusia bangun dan sadar akan bagiannya di alam. Menjadi pembelajar untuk memahami alam dengan benar. Urgensi Museum Gunungapi Merapi sebagai wahana edukasi konservasi. Jendela yang menginspirasi ilmu pengetahuan kebumian bagi generasi NKRI.

Selain itu terdapat display berbagai macam alat yang digunakan untuk melakukan penelitian dan pengawasan Gunung Merapi yang terus berkembang dari masa ke masa. Dijelaskan pula pemantauan gunung dengan cara pemantauan seismik yang merupakan metode pemantauan instrumental tertua yang diterapkan di Merapi dengan memantau peningkatan aktivitas kegempaan untuk menentukan tingkat bahaya dan meramalkan letusan. Serta ada pula penjelasan metode pemantauan secara visual. Di salah satu sudut ruangan terdapat informasi lengkap mengenai Sejarah Letusan Gunung Api Merapi.

Ada lagi dua hal yang menarik bagi saya mengenai penjelasan dan visualisasi di tempat ini. Yang pertama adalah pemantauanĂƒ‚Ă‚  peningkatan aktifitas Gunung api selain dengan menggunakan peralatan canggih, juga dengan memperhatikan perilaku binatang yang berada di kawasan gunungapi. Kera, harimau, lebah, burung atau binatang lainnya yang berpindah secara massal dari gunungapi merupakan suatu indikasi adanya peningkatan aktivitas gunungapi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar