Sejak mewabahnya virus corona sejak akhir Desember 2019 lalu, berbagai pihak sedang berusaha untuk menciptakan obat antivirus untuk mengatasinya. Bahkan salah satu obat, yaitu remdisivir sudah diajukan patennya oleh ilmuwan China.
Tapi, ilmuwan asal Amerika Serikat, dr Tom Freden mengatakan bahwa virus ini 'mustahil bisa diatasi oleh dokter'. Menurutnya, untuk menyelesaikan kasus ini hanya Tuhan yang bisa melakukannya.
"Virus itu mungkin tidak mungkin mengandung - seperti flu biasa dan influenza dan tidak dapat dihentikan, karena daya tahan tubuh manusia dapat ditumpulkan, dan hanya pertolongan Tuhan yang bisa hentikan virus ini," tulisnya pada CNN.
"Terbukti, upaya luar biasa yang dilakukan China untuk menghentikan penyebaran virus tidak berhasil. Itu hanya memperlambat penyebarannya saja," katanya.Dikutip dari Daily Star, dr Frieden yang juga mantan direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS, menegaskan berbagai upaya yang dilakukan China dan negara lain saat ini hanya bisa memperlambat masuknya virus corona. Itu tidak bisa dilakukan untuk memusnahkannya.
"Bahkan ilmuwan dunia pun tidak mampu menghalau bahaya akibat dari virus tersebut," imbuhnya.
Daftar 64 'Suspek' Virus Corona di Indonesia, 62 di Antaranya Negatif
Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) RI merilis data terbaru hasil pemeriksaan pasien dalam pengawasan. Diketahui hingga saat ini hampir seluruh tes pemeriksaan dinyatakan negatif.
Data terbaru hasil pemeriksaan pasien dalam pengawasan novel coronavirus per 10 februari 2020, di pukul 6 sore menunjukkan sebanyak 62 dari 64 uji spesimen hasilnya negatif novel coronavirus.
Kasus dalam pengawasan tersebar di 16 provinsi seperti berikut:
- DKI Jakarta (14)
- Bali (11)
- Jawa Tengah (7)
- Jawa Barat (6)
- Jawa Timur (6)
- Banten (4)
- Sulawesi Utara (4)
- Jogya (3)
- Kalimantan Timur (2)
- Jambi (1)
- Papua Barat (1)
- NTB (1)
- Kepri (1)
- Bengkulu (1)
- Kalbar (1)
- Sultra (1)
Sejak Januari lalu, Indonesia sudah memiliki alat baru untuk mendeteksi novel coronavirus. Alat tersebut adalah Polymerase Chain Reaction (PCR), alat ini bisa langsung mendeteksi novel coronavirus selama satu hari.
"Mengapa harus dengan PCR? Karena kita harus yakin bahwa itu benar 2019-nCoV. Harus confirm secara genetik," kata Kepala Badan Litbangkes Kemenkes RI, dr Siswanto, MPH, DTM, saat ditemui di Ruang Rajawali Gedung Layanan Publik Badan Litbangkes, Selasa (11/2/2020).
5 Alasan kenapa Ada Suami yang Rela Istrinya Bercinta dengan Orang Lain
Seorang suami berinisial MS di Kabupaten Pasuruan ditangkap karena menjual istri dengan menawarkan layanan seks kepada empat temannya. Awalnya istri MS menolak. Namun MS memaksa dengan memukul dan mengancam pisah ranjang.
"Dia sengaja melihat dan merekam salah satu adegan dengan alasan ingin melihat durasi kekuatan di laki-laki ejakulasinya lama atau tidak," kata Kapolres Pasuruan Kota AKBP Dony Alexander beberapa waktu lalu.
Terkait hal tersebut seksolog David J. Ley, PhD, yang menulis buku 'Women Who Stray' menjelaskan memang ada suami yang rela melihat istri bercinta dengan orang lain. Ada beberapa alasan yang bisa mendorongnya.
Berikut penjelasan David seperti dikutip dari Pschology Today:
1. Voyeurisme
David melihat beberapa pria memiliki dorongan seksual senang melihat istrinya bercinta dengan orang lain karena alasan voyourisme. David mengaitkan perilaku ini pada kebiasaan seorang pria mengonsumsi pornografi.
WebMD menyebut voyourisme sebagai kelainan seksual yang membuat seseorang bisa merasa terangsang ketika menyaksikan orang lain yang tak tahu atau tak ingin disaksikan terlibat dalam aktivitas seksual.
2. Biseksual
Kadang ada suami yang memiliki orientasi biseksual alias tertarik terhadap pria maupun wanita.
"Dalam hal ini membawa pria lain ke ranjang untuk bercinta dengan istri hanya menjadi semacam 'umpan' agar suami bisa ikutan bercinta dengannya," ungkap David.
https://nonton08.com/alleycats/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar