Minggu, 09 Agustus 2020

Jawaban Peneliti Harvard Soal Riset Corona yang Bikin Menkes 'Terhina'

 Ahli epidemiologi Profesor Marc Lipsitch dari Harvard University membuat heboh ketika studinya menyebut Indonesia terkait kasus virus corona (COVID-19). Menurutnya dengan memperhitungkan jumlah penerbangan dari dan ke Wuhan, seharusnya Indonesia sudah menemukan kasus virus corona.
Nyatanya hingga saat studi dipublikasi Indonesia sama sekali belum mengumumkan kasus positif virus corona. Profesor Marc menyebut bisa jadi Indonesia tidak melaporkan karena memang kasusnya tidak terdeteksi.

Studi lalu jadi ramai di media sosial dan jadi perbincangan. Hingga akhirnya Menteri Kesehatan RI, Terawan Agus Putranto, memberikan komentar menyebutnya sebagai penghinaan.

"Itu namanya menghina itu. Wong peralatan kita, makanya kemarin di-fix-kan dengan duta besar Amerika. Kita menggunakan dari Amerika. Kitnya, kit boleh gunakan dari mana aja, tapi kita gunakan dari Amerika," ujar Terawan di Istana Kepresidenan Bogor beberapa waktu lalu.

Dalam wawancara terbaru dengan youtuber Nadhira Afifa, Profesor Marc mengaku tidak bermaksud menghina atau merendahkan Indonesia. Ia menegaskan studinya melihat data berbagai negara untuk melihat apakah kasus yang dilaporkan saat ini sudah mendekati kondisi sebenarnya berdasarkan model statistik.

"Kami memperhatikan semua negara dan tujuan kami bukan untuk menilai kualitas suatu negara atau kemampuan pengawasannya. Hanya ingin bilang 'dalam contoh ini, situasi ini, seharusnya sudah ada kasus yang terdeteksi,'" kata Profesor Marc seperti dikutip dari kanal youtube Nadhira Afifa.

"Saya terbuka dan dengan senang hati berusaha membantu. Tentunya saya tidak bermaksud menyerang negara mana pun," lanjutnya.

Lebih jauh Prof Marc menjelaskan semua negara bisa mengalami kemungkinan kasus yang tidak terdeteksi dan itu bukanlah sebuah hal yang hina. Oleh sebab itu studinya dilakukan sehingga negara-negara dapat lebih melihat sinyal yang harus diperhatikan.

Prof Marc juga menegaskan tidak bermaksud menuduh Indonesia sengaja menutup kasus.

"Kami tidak pernah bermaksud mengatakan bahwa Indonesia sedang menutup-nutupi sesuatu," pungkas Marc.

5 Kemungkinan yang Bikin Pria 'Ogah-ogahan' Saat Bercinta

Bagi pria seks menjadi penting dalam menjalin asmara. Banyak di antara pria saat berkenalan dengan wanita hanya fokus memandang fisik dan berimajinasi jauh seperti ketika sedang bercinta dengannya. Namun, hal ini tidak menggeneralisasi bahwa semua pria seperti demikian. Pria pada saat-saat tertentu juga tidak tertarik untuk melakukan hubungan intim.
Berikut beberapa alasan pria untuk tidak melakukan hubungan intim seperti dikutip dari The Healthy:

1. Mengalami depresi
Aktivitas yang padat dan tidak diimbangi dengan olahraga serta gizi yang cukup dapat membuat seseorang mengalami depresi. Menarik Lebih jauh lagi pria dari segala usia, bahkan remaja mengalami dorongan seks yang lebih rendah ketika mereka berjuang dengan depresi. Terapis seks yang berbasis di BC, David McKenzie mengatakan, "Depresi klinis adalah salah satu pembunuh terbesar dari dorongan seksual pada pria."

2. Ejakulasi dini
Mengalami ejakulasi dini adalah masalah umum yang sering dialami banyak pria. Hal ini yang membuat pria beranggapan bahwa wanita akan merasa kecewa. Namun segala masalah pasti dapat teratasi jika dibicarakan dengan terbuka. Oleh sebab itu jangan malu membicarakan hal ini dengan pasangan Anda.

3. Kadar testosteron rendah
Semakin bertambahnya usia kadar testosteron akan semakin berkurang. Hal ini merupakan kondisi alamiah yang sering terjadi. David McKenzie menambahkan "Jika ini terjadi secara perlahan dari waktu ke waktu, maka seorang pria secara bertahap akan kehilangan kecakapan seksualnya. Tapi kadang-kadang pria bisa kehilangan testosteron dengan sangat cepat", kata David.
https://nonton08.com/barely-legal-2/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar